Arti Simbol Perawatan Pada Busana

Simbol Perawatan Busana


Metode perawatan busana dinyatakan dengan simbol yang ada pada label (care label/care tag), ditempel (dijahit) pada pakaian untuk menunjukkan bagaimana sebaiknya membersihkannya. Simbol perawatan ini bisa berbeda untuk tiap negara. Ada juga beberapa care label dilengkapi dengan instruksi teks tertulis.

Label perawatan (care label) menjelaskan standar perawatan yang diperbolehkan pada garmen tanpa merusak bahan. Melakukan perawatan melampaui standarnya beresiko bahan rusak dan mengurangi keindahannya.

Simbol perawatan dengan tambahan garis di bawahnya menandakan pengerjaannya harus lebih lembut dari proses normal, sedangkan jika garisnya dua berarti harus lebih lembut lagi.

 

 

Pencucian (Washing)


Simbolnya bak cuci, angka dalam bak artinya suhu maksimum yang diperbolehkan (°C). Tanda garis di bawah bak artinya pengerjaannya harus lembut (pelan). Bila garisnya dua berarti ekstra lembut. Tangan dalam bak artinya hanya diizinkan mencuci dengan tangan (suhu tidak lebih dari 40 °C). Simbol bak yang disilang berarti pakaian tidak dapat dicuci dalam kondisi rumah tangga normal.

Simbol Keterangan
Simbol pencucian (washing)
Air Dingin (30°C), cuci pada suhu ini atau dibawahnya.
Air Suam-Suam Kuku (40°C), cuci pada suhu ini atau di bawahnya.
Air Hangat (50°C), cuci pada suhu ini atau di bawahnya.
Air Panas (60°C), cuci pada suhu ini atau di bawahnya.
Air Sangat Panas (90°C), cuci pada suhu ini atau di bawahnya.
Air Mendidih (100°C), cuci pada suhu ini atau di bawahnya.
Tidak boleh dicuci dengan mesin cuci, harus dicuci dengan tangan
Tidak boleh dicuci menggunakan air

 

 

Pemutihan (Bleaching)


Simbol segitiga kosong (dulunya ada huruf Cl) artinya bisa memakai pemutih klorin atau non-klorin. Dua garis miring dalam segitiga artinya tidak boleh memakai pemutih klorin. Segitiga yang disilang artinya tidak boleh memakai pemutih.

Simbol Keterangan
Simbol pemutih (diizinkan untuk pemutih klorin dan non-klorin)
Pemutihan dengan klorin dibolehkan (dulu, sekarang dibatasi bahkan ada beberapa negara yang melarang)
Jangan memakai pemutih
non-klorin Jangan memakai pemutih klorin, pakai yang non-klorin
Jangan memakai pemutih

Pengeringan (Drying)


Pengeringan (drying) bisa dikelompokkan menjadi dua, yaitu pengeringan dengan mesin (tumble drying) dan pengeringan alami (natural drying).

 

Pengeringan dengan mesin pengering (tumble drying)

Simbolnya adalah bujur sangkar dengan lingkaran di tengahnya. Penambahan satu titik di tengah artinya pengeringan pada suhu rendah, dua titik artinya suhu normal. Apabila disilang berarti tidak boleh dikeringkan dengan mesin pengering.

Simbol  Keterangan
Simbol pengeringan dengan mesin
Pengeringan dengan mesin pengering pada suhu rendah
Pengeringan dengan mesin pengering pada suhu normal
Tidak boleh dikeringkan dengan mesin pengering

 

Pengeringan alami (natural drying)

Pengeringan natural disimbolkan dengan bujur sangkar.

Simbol Keterangan
Simbol pengeringan
Dijemur digantung
Dijemur dibentangkan (diratakan pada alas)
Dijemur tanpa diperas
Pengeringan di tempat teduh (diangin-anginkan)
Pengeringan digantung di tempat teduh
Pengeringan dibentangkan di tempat teduh
Pengeringan tanpa diperas di tempat teduh

 

 

Penyetrikaan (Ironing)


Simbolnya setrikaan dan titik dimana jumlah titik menandakan temperatur. Satu titik memperbolehkan temperatur sampai 110 °C, dua titik 150 °C dan tiga titik 200 °C. Simbol setrikaan yang disilang artinya pakaian tidak boleh disetrika.

Simbol Keterangan
Simbol penyetrikaan
Penyetrikaan dengan suhu rendah
Penyetrikaan dengan temperatur sedang
Penyetrikaan dengan suhu tinggi
Tidak boleh disetrika

 

Laundry Profesional (Professional Laundry)


Pencucian profesional atau jasa cuci profesional yang mana mempergunakan peralatan, mesin, dan chemical  yang disarankan serta metode yang benar dalam membersihkan pakaian.

Laundry profesional ada dua metode yang digunakan, dry cleaning dan wet cleaning.

 

Dry Cleaning (Pencucian tanpa air)

Dry cleaning adalah proses pencucian pakaian (tekstil) tanpa menggunakan media air. Disini pakaian direndam dalam cairan pelarut. Pelarut yang paling banyak dipakai adalah Tetrachlorethylene/Perchlorethylene/Perc. Selain itu bisa juga menggunakan pelarut lain seperti Trichloroethane atau Hydrocarbons.

Simbol dry cleaning adalah lingkaran, apabila ada tambahan garis di bawahnya artinya harus diproses dengan lembut, bila garisnya dua berarti harus lebih lembut lagi.

Huruf P dan F dalam lingkaran menunjukkan jenis pelarut (solvent) yang digunakan.
Simbol Keterangan
Simbol dry cleaning
Dry cleaning dengan pelarut hidrokarbon /Hydrocarbon Solvent (HCS)
Dry cleaning dengan pelarut hidrokarbon /Hydrocarbon Solvent (HCS), pengerjaan spesial (lembut)
Dry cleaning dengan pelarut hidrokarbon /Hydrocarbon Solvent (HCS), pengerjaan sangat spesial
Dry clean, hanya pelarut tetrachloroethylene (PCE), pengerjaan spesial
Dry clean, hanya pelarut tetrachloroethylene (PCE), sangat spesial
Tidak boleh dry clean

 

Wet Cleaning (Pencucian dengan air)

Pakaian dicuci dalam larutan deterjen dan air, dibilas dan dikeringkan di dalam mesin dengan waktu, suhu, dan putaran mesin tertentu sesuai dengan petunjuk atau kebutuhan.

Simbolnya adalah lingkaran dengan huruf W di tengahnya.

Simbol Keterangan
Simbol wet cleaning
Wet cleaning dengan penanganan lembut (spesial)
Wet cleaning sangat lembut
Tidak boleh wet cleaning

 

Sumber dan referensi :

  • PENGETAHUAN BAHAN TEKSTIL , SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TATA BUSANA PROGRAM KEAHLIAN TATA BUSANA, DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH, DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL, 2005
  • wikipedia.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *