Belajar Tehnik Bordir di Mesin Biasa

Tehnik/Tusuk Dasar Bordir dengan Mesin Biasa


Di dalam membuat bordir, ada dua macam teknik dasar yang digunakan, yaitu menggunakan tusuk suji cair dan tusuk loncat.

Tusuk suji cair ini pengerjaannya sangat sederhana, yaitu seperti kita menjahit dengan mesin. Besar kecilnya jarak setikan suji cair tergantung dari kelincahan kita dalam menggerakkan pemidangan yang dilakukan seirama dengan gerakan kaki. Tusuk suji cair ini dibuat dengan mengikuti garis-garis motif yang telah dibuat.

Tusuk suji cair terdiri dari tiga variasi, yaitu

  • suji cair biasa,
  • suji cair setengah penuh dan
  • suji cair penuh.

Perbedaan ketiga suji cair tersebut adalah :

  • suji cair biasa setiknya hanya mengikuti garis motif yang ada dengan dua kali pengulangan;
  • suji cair setengah penuh motifnya diisi dengan setik suji cair secara berhimpitan tetapi hanya sebagian/setengah motif (tidak penuh);
  • sedangkan pada suji cair penuh, keseluruhan motifnya dipenuhi dengan tusuk suji cair.

Perbedaan tusuk suji cair dengan tusuk loncat adalah, pada tusuk loncat setiknya harus melewati/meloncati garis (motif).

Tusuk loncat ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :

  • tusuk loncat pendek (lebar loncatannya kira-kira 1-2 mm),
  • tusuk loncat panjang (loncatannya lebih dari 3mm)

Tusuk  loncat panjang biasa disebut tusuk loncat diantara dua setikan.

  • Tusuk loncat pendek biasa digunakan diantaranya untuk pembuatan sulaman aplikasi,
  • Tusuk loncat panjang biasa digunakan untuk membuat tusuk pipih, sulaman rusia.
  • Sedangkan perpaduan antara loncat panjang dan pendek dapat dipakai untuk membuat sulaman tiongkok.

Membuat Tusuk Suji Cair 


Gambar contoh tusuk suji cair

Tusuk Suji Cair Biasa

Langkah langkahnya :

  1. siapkan mesin jahit
  2. siapkan bahan yang akan di bordir pada pemidangan
  3. masukkan pemidangan pada mesin jahit dengan posisi pemidangan ada di bawah tempat jarum, bagian baik kain yang akan dibordir menghadap ke atas
  4. mulailah membordir dengan membuat tusuk suji cair/ setik mesin biasa pada sekeliling motif, kemudian ulangilah sekali lagi;
  5. dengan demikian suji cair dibuat dengan dua kali setikan pada garis yang sama

    Gambar membuat tusuk suji cair biasa

Tusuk Suji Cair Setengah Penuh

Membordir dengan membuat tusuk suji cair/ setik mesin biasa pada sekeliling motif, kemudian ulangilah dengan cara memenuhi sebagian motif secara berimpitan dan rapat

Gambar membuat tusuk suji cair setengah penuh

Tusuk Suji Cair Penuh

Membordir dengan membuat tusuk suji cair/ setik mesin biasa pada sekeliling motif, kemudian penuhi seluruh motif dengan suji cair secara berimpitan dan rapat

Gambar membuat tusuk suji cair penuh

 

Membuat Tusuk Loncat 


Gambar contoh tusuk loncat

Tusuk Loncat Pendek

  • Membordir dengan membuat tusuk suji cair/ setik mesin biasa pada garis motif
  • Di atas tusuk suji cair yang telah dibuat, buat setikan loncat pendek yang meloncati garis pada setikan suji cair arah tegak lurus motif, lebar loncatan tidak boleh lebih dari 2mm,
Gambar membuat tusuk loncat pendek

Tusuk Loncat Panjang

  • Membordir dengan membuat tusuk suji cair/ setik mesin biasa pada garis motif, sesuai dengan namanya yaitu tusuk loncat diantara dua setikan, maka buatlah lagi setikan sesuai motif dengan jarak setikan sesuai dengan yang dikehendaki.
  • Di atas dua tusuk suji cair yang telah dibuat, buat setikan loncat panjang yang meloncati garis pada setikan suji cair dengan arah sesuai dengan motif atau sesuai dengan yang dikehendaki, sesuaikan lebar lonjatan dengan dua setikan yang telah dibuat
Gambar membuat tusuk loncat panjang

 

VARIASI TEKNIK BORDIR


  • teknik/tusuk sasak,
  • tusuk granit,
  • sulaman inggris,
  • sulaman richelie,
  • tusuk biji ketimun,
  • teknik aplikasi,
  • imitasi permadani,
  • terawang.

Teknik Sasak

Pada teknik sasak, tusuk yang dipergunakan adalah perpaduan tusuk loncat panjang dan tusuk loncat pendek yang dipakai secara tidak beraturan (tusuk panjang pendek).

Pada pengerjaannya dapat menggunakan warna benang dengan dua atau tiga tingkatan warna yang berdekatan (bergradasi), atau dapat juga menggunakan satu warna benang kombinasi (benang sembur). Contoh pemakaian teknik sasak ini adalah sulaman tiongkok.

Langkah pengerjaan:

  1. siapkan mesin jahit, kendorkan rumah sekoci dan pengatur tegangan benang, karena pada teknik ini memerlukan tegangan benang yang agak longgar, sehingga memudahkan tarikan benang.
  2. Kerjakan pinggiran/ sekeliling motif dengan tusuk suji cair
  3. Kerjakan satu persatu motif menggunakan tusuk panjang pendek, apabila kita menggunakan 3 macam warna, kerjakan sepertiga motif dengan warna yang paling muda/paling tua sesuai kombinasi warna yang kita kehendaki.
  4. Ganti benang dengan warna benang tingkat gradasi kedua, kemudian isi sepertiga motif kedua dengan tusuk panjang pendek.
  5. Penuhi sepertiga motif dengan warna ketiga dengan menggunakan teknik yang sama. Pada saat penggantian benang, usahakan warna benang satu sama lain dapat menyatu. (apabila menggunakan satu warna benang, usahakan penyebaran warna benangnya dapat menyebar dengan baik)

    Gambar membuat tusuk sasak

Tusuk Granit

granit stitch (sumber: patdavisblog.wordpress.com)

Tusuk granit adalah tusuk biasa (suji cair) yang dikerjakan secara berputar-putar. Perputarannya searah dan dikerjakan secara beraturan. Benang yang digunakan dapat berupa benang polos atau benang kombinasi. Apabila menggunakan benang kombinasi, maka penyebarannya harus diatur dengan benar agar menhasilkan sebaran warna yang indah.

Langkah pengerjaan:

  1. Setik sekeliling motif dengan setik suji cair
  2. Selesaikan sekeliling motif dengan menggunakan tusuk loncat pendek
  3. Apabila motif yang digunakan ada benang sari maupun tulang daun, maka tulang daun, benang sari atau variasi lainnya dapat dikerjakan dengan loncat pendek terlebih dahulu
  4. Isi seluruh motif dengan tusuk granit, yaitu setik suji cair yang dibuat secara melingkar-lingkar dengan ukuran kecil-kecil dan searah, jalankan mesin dengan cepat tetapi tangan bergerak dengan lambat

    Gambar membuat tusuk granit

Bordir Inggris

English Embroidery (sumber : wikipedia.com)

Bordir inggris biasa disebut dengan sulaman putih, karena dikerjakan dengan warna benang dan warna kain yang sama atau berbeda satu tingkatan warna.
Ciri-ciri bordir inggris adalah motifnya yang berbentuk bulat, bulat panjang, berbentuk titik-titik air mata yang tidak terlalu lebar, dan bentuk ringgit-ringgitan yang sering dipergunakan untuk motif pinggiran. Bentuk motif akhirnya adalah kecil dan berlubang.

Langkah pengerjaan:

  1. Setik sekeliling motif dengan suji cair
  2. Di atas setikan tersebut beri tusuk loncat kasar (zig-zag)
  3. Motif air mata dibuat dengan cara melubangi motif sesuai dengan bentuknya (pada proses pelubangan, dapat dikerjakan sebelum bagian tepinya diselesaikan dengan tusuk loncat pendek, atau dikerjakan setelah tepinya diselesaikan, teknik yang terakhir ini biasanya dilakukan dengan cara disorder),

    Gambar membuat motif air mata
  4. Selesaikan dengan tusuk loncat pendek
  5. Untuk motif ringgitan, hasil jadi yang baik biasanya sedikit timbul, sehingga dalam membuat ringgitan, motif terlebih dahulu diisi dengan dengan setikan suji cair sampai penuh, kemudian diselesaikan dengan tusuk loncat,

    Gambar membuat motif ringgitan

Teknik Bordir Richelie

richelieu cutwork (sumber : honorbeforevictory.com)

Richelie juga merupakan salah satu sulaman putih. Prinsip membuat motifnya hampir sama dengan sulaman inggris, hanya pada sulaman richelie motif lubangnya dibuat agak lebar karena didalamnya diberi brides (rentangan-rentangan benang) yang dibuat tegak lurus dengan motif dasarnya. Bordir richelie ini dapat dibuat dengan variasi lain, yaitu dengan memberi cabang pada bridesnya.

Langkah pengerjaan:

  1. Setik sekeliling motif dengan tusuk suji cair
  2. Setik di atasnya dengan loncat kasar (zig-zag) kemudian lubangi motif.
  3. Isi motif dengan brides, beri jarak yang sama antara brides yang satu dengan yang lain, selesaikan brides dengan loncat pendek dengan rapi.
  4. Untuk variasi ricelie, bridesnya dapat dibuat bercabang, dengan variasi cabang sesuai dengan keinginan
  5. Selesaikan tepi motif dan brides dengan tusuk loncat pendek.
    Gambar membuat motif rechilie

     

 

Teknik bordir biji mentimun

Tehnik biji mentimun

Bordir biji mentimun adalah bordir yang menggunakan tusuk lompat panjang yang teratur (tusuk pipih) yang dibatasi oleh beberapa tusuk loncat panjang yang berlawanan arah.

Ciri-ciri bordir mentimun adalah motif hiasannya yang terlihat seperti tebaran biji mentimun. Tiap-tiap bagian dipenuhi dengan tusuk pipih, dan bagian-bagian pinggiran motif diberi tusuk pipih yang menyerupai biji mentimun.

Benang yang digunakan dua warna, yaitu benang kombinasi/sembur, untuk pembatasnya diambil dari warna yang tertua.

Langkah pengerjaan:

  1. Setik sekeliling motif dengan tusuk suji cair
  2. Bagi motif tersebut secara melintang menjadi beberapa bagian dengan jarak kurang lebih 4 mm, isi tusuk pipih dengan benang sembur
  3. Di atas garis pembagi buat tusuk biji mentimun dengan benang yang berbeda, yaitu benang dengan warna yang paling tua dari benang sembur, dengan cara membuat satu setikan kurang lebih 3 mm, kemudian diulang 5-6 kali hingga terlihat seperti biji mentimun
  4. Di sekeliling motif juga diselesaikan dengan tusuk biji mentimun

    Gambar membuat tusuk biji mentimun

 

Teknik Bordir Aplikasi

Contoh bordir aplikasi

Teknik aplikasi adalah menempelkan potongan kain (applique) di atas permukaan baik kain/bahan dengan menggunakan tusuk hias.

Pada seni menghias kain menggunakan tusuk feston, sedangkan pada teknik bordir menggunakan tusuk loncat.

Bahan yang dapat dihiasi adalah semua corak bahan, bahan polos, berbunga, berbintik, berkotak, maupun corak-corak lain; demikian pula untuk kain aplikasinya (applique).

Untuk pemilihan warna benang, pilihlah warna benang yang senada atau lebih tua dari kain aplikasinya. Arah serat kain aplikasi harus sama dengan arah serat kain yang akan dihias, perhatikan pula keserasian warna antara bahan utama dan bahan aplikasinya.

Langkah pengerjaan:

  1. Gambar motif pada bahan utama
  2. Gambar motif pada kain aplikasi, lalu gunting sesuai bentuk motif.
  3. Tempelkan guntingan bahan aplikasi pada bahan utama, jahit sekeliling motif dengan tusuk suji cair
  4. Selesaikan dengan tusuk loncat, loncat panjang atau pendek, untuk hasil yang baik tusuk loncat dikerjakan secara rapat. Jika menginginkan tepiannya tebal/berisi dapat diisi dengan benang besar sesuai keinginan, caranya adalah dengan meletakkan benang di tepian motif, diberi penguat dengan tusuk loncat kasar, baru kemudian diselesaikan dengan tusuk loncat biasa.
  5. Apabila pada bagian tengah aplikasi ada motif lain, seperti garis-garis tulang daun atau motif-motif yang lain maka dapat dikerjakan dengan tusuk suji cair atau tusuk yang lain.
    Reverse applique (sumber: wikipedia.com)

Teknik Bordir Loncat Jarum/ Imitasi Permadani

Contoh bordir lompat jarum

Tusuk imitasi permadani merupakan pengembangan tusuk loncat pendek, jika pada tusuk loncat pendek yang diloncati adalah setikan benang, maka pada imitasi permadani yang diloncati adalah jarum kruistik (jarum besar) atau lidi.

Disebut dengan imitasi permadani karena hasil akhirnya sama dengan salah satu motif permadani.

Cara mengerjakan:

  1. Siapkan bahan dan motif
  2. Letakkan jarum/lidi di atas motif dengan arah memanjang atau melebar, sesuaikan dengan motif dan arah serat yang dikehendaki, kemudian loncati jarum dengan loncat kasar
  3. Selesaikan dengan tusuk loncat secara halus sampai jarum/lidi tidak kelihatan hingga batas motif
  4. Ambil satu jarum/lidi satu lagi, letakkan di bawah pekerjaan 3 dengan tanpa mencabut jarum pertama, kerjakan seperti di atas
  5. Tarik/cabut jarum yang pertama, lalu letakkan d bawah jarum ke dua, selesaikan seperti di atas
  6. Demikian seterusnya, kerjakan berulang-ulang sampai seluruh bidang motif tertutup oleh tusuk imitasi permadani.

    Gambar membuat bordir lompat jarum

Teknik Bordir Terawang

Contoh bordir terawang

Bordir terawang adalah bordir yang dikelilingi oleh lubang-lubang yang bagian tepinya diselesaikan dengan tusuk loncat pendek.

Terawang dapat digunakan dengan menggunakan variasi motif atau tanpa variasi sama sekali, hanya membentuk lubang-lubang.

Apabila menghendaki motif hiasan, penuhi dengan motif tusuk hias, misalnya kombinasi tusuk pipih dan tusuk sasak dengan menggunakan benang yang sewarna atau kombinasi benang yang serasi.

Motif pada terawang terletak di tengah sehingga motif tengahnya harus diselesaikan terlebih dahulu.

Langkah pengerjaan:

  1. Setik pinggiran motif dengan benang yang sewarna dengan bahan menggunakan tusuk suji cair, kemudian atasnya diberi tusuk kasar.
  2. Selesaikan motif di tengah dengan tusuk bordir yang dikehendaki dan warna benang yang dikehendaki (tergantung jenis sulaman yang dikehendaki, boleh sulaman sewarna maupun sulaman bebas)
  3. Buat rentangan-rentangan benang sekeliling motif menggunakan loncat pendek sesuai dengan motif lubang-lubang yang dikehendaki
  4. Gunting/sorder sisa bagian dalam pada tempat yang akan dibuat lubang-lubang/terawangnya.

    Gambar membuat bordir terawang

 

Sumber : 

  • Teknik Bordir , Program Keahlian Tata Busana , ANTI ASTA VIANI
  • wikipedia.org
  • dll

3 komentar untuk “Belajar Tehnik Bordir di Mesin Biasa”

  1. Ping-kembali: Belajar Tehnik Membordir | Bordir Komputer Sidoarjo - Bordir Sidoarjo

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *