Desain Busana

Pengertian Desain Busana


Berikut pengertian desain busana menurut beberapa pendapat :

  • Rancangan
  • Gambar rancangan
  • Gambar untuk merencanakan sesuatu bentuk benda
  • Gambar rencana suatu karya
  • Konsep suatu rencana

Desain adalah suatu konsep pemikiran untuk menciptakan sesuatu melalui perencanaan sampai terwujudnya barang jadi.

“Desain merupakan pola rancangan yang menjadi dasar pembuatan suatu benda melalui pemikiran, pertimbangan, perhitungan, cita, rasa seni serta kegemaran orang banyak yang dituangkan di atas kertas berwujud gambar”. Sedangkan “desain busana adalah ide tau gagasan seseorang yang dituangkan melalui gambar, dalam bentuk gambar busana, dengan penerapan unsur-unsur yang tepat sehingga tercipta suatu busana yang menarik. Unsur-unsur yang dimaksud adalah garis, bentuk, ukuran, warna, nilai gelap terang dan tekstur”.

Desain busana dapat juga diartikan sebagai suatu rancangan busana yang tersusun dari unsur garis, bentuk, ukuran , warna, nilai gelap terang dan tekstur.

Atau bisa juga disimpulkan desain busana adalah rancangan model atau gambar busana yang didalamnya terdapat perpaduan dari unsur-unsur desain yang dapat dipahami oleh orang lain untuk diwujudkan dalam bentuk busana/pakaian.

Macam-macam Desain

Berdasarkan penjelasan mengenai istilah desain di atas, desain dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu :

  1. Desain struktur, yaitu desain yang disusun berdasarkan bentuk, ukuran, warna dan tesktur suatu benda
  2. Desain hiasan, merupakan desain yang berfungsi untuk memperindah permukaan desain terstruktur
  3. Desain fungsional, desain yang dibentuk sesuai dengan fungsinya, misalnya pemasangan saku, saku tersebut harus difungsikan untuk menyimpan sesuatu. Desain fungsional ini dapat juga sebagai desain hiasan.

 

Unsur–unsur Desain


Unsur-unsur desain adalah segala sesuatu yang dipergunakan untuk menyusun suatu rancangan.

Unsur-unsur desain terdiri dari

  • garis,
  • arah,
  • bentuk,
  • siluet,
  • nilai gelap terang,
  • warna, dan
  • tekstur.

 

Garis

Ada dua jenis garis yang perlu diperhatikan yaitu garis lurus dan garis lengkung. Garis lurus terdapat tiga arah utama yaitu horisontal, vertikal, dan diagonal. Ketiganya memberikan kesan yang berbeda pada pengamat. Garis lurus horisontal memberikan kesan tenang, garis lurus tegak memberikan kesan luhur, garis lurus diagonal memberikan kesan dinamis.

Garis dalam desain busana dapat berfungsi untuk :

  • menunjukkan garis luar busana
  • sebagai garis hias pada desain
  • memberikan pengelabuan pada penglihatan.

Dengan memvariasikan macam dan bentuk garis bisa sedikit banyak mengatasi masalah bentuk tubuh.

Permainan garis pada busana

 

Arah

Arah erat berhubungan dengan garis. Garis sendiri mempunyai arah mendatar, vertical dan diagonal. Arah garis yang berbeda akan memberikan efek yang berbeda juga bagi pengamat. Arah garis dapat dimanfaatkan untuk menutupi kelemahan pada bentuk tubuh pemakai.

Gambar pengaruh arah garis
  1. Garis A, panjang kedua garis lurus ini sama, kelihatan berbeda karena ilusi dari arah garis panah. Anak panah yang ke arah luar jadi terlihat seolah-olah lebih panjang dibandingkan arah panah yang menghadap ke dalam.
  2. Garis B, ukuran pada persegi panjang ini sama, tapi keduanya terlihat beda ukurannya. Persegi panjang yang dibagi oleh garis tegak lurus terlihat lebih sempit atau lebih tinggi dibandingkan persegi panjang yang dipotong oleh garis mendatar.
  3. Garis C, pada persegi panjang ini juga sama ukurannya, tetapi persegi panjang dengan jalur sempit di tengah (gambar sebelah kiri) terlihat lebih tinggi dibandingkan persegi panjang dengan jalur yang agak lebar (pada gambar sebelah kanan).

Meskipun secara umum garis vertical akan memberikan efek tinggi dan garis mendatar akan terlihat pendek, tetapi ada pengecualian. Garis vertical bisa malah kelihatan pendek dan gemuk apabila jarak garis tersebut lebar dan garisnya tebal. Efek yang sama juga berlaku untuk lipit.

Gambar efek garis vertikal dan horisontal

Apabila ada salah satu garis yang dominan maka efek sifat garis tersebut yang akan muncul dominan. Contoh pada gambar di bawah, garis vertical adalah yang dominan, si pemakai kelihatan lebih tinggi dan langsing meskipun ada garis mendatar, garis lengkung, dan atau garis miring yang dipadukan terhadap garis vertical tesebut.

Gambar efek garis dominan

 

Bentuk

Dalam pembuatan desain bisa berdasarkan pada satu macam bentuk atau pun dengan penggabungan dari beberapa macam bentuk.

Bentuk sendiri dikelompokkan menjadi dua macam yaitu:

  1. Bentuk geometri, contohnya: segi empat, segi tiga, kerucut, lingkaran dan silinder.
  2. Bentuk bebas, contohnya: bunga, daun, gelombang ombak dan sebagainya.

Siluet

Siluet adalah garis luar dari busana tanpa memperhatikan detailnya, seperti kelim, kupnat, hiasan dan lain-lain. Siluet berasal dari kata “ silhouette” yang berarti bayangan hitam, garis keliling bayang-bayang lukisan atau dapat dikatakan garis luar dari bayang-bayang suatu obyek. Perkembangan mode dari tahun ke tahun dipengaruhi oleh adanya siluet. Siluet dapat dikelompokkan dengan pertimbangan beberapa aspek, antara lain: bentuk dasar, pengaruh tekstur, kesan usia, bentuk huruf dan bentuk alam (Wisri A Mamdy, 1993:22).

Penggolongan Siluet

Berdasarkan bentuk dasarnya siluet dapat dibedakan menjadi 3 macam :

  1. Siluet lurus atau pipa (straight/tubular), disebut juga siluet tabung (tube-line), karena garis sisinya lurus ke bawah tidak berarti tidak boleh memakai potongan pinggang atau ikat pinggang.
  2. Siluet lonceng (bell shape/boufafant silhouette), yaitu siluet yang garisnya sempit di atas dan mengembang pada bagian bawah, garis pinggang diabaikan. Dapat menyembunyikan perut yang agak besar dan cendrung melansingkan bahu dan kaki.
  3. Siluet menonjol (bustle silhouette), agak kurang dikenal dan jarang digunakan saat ini. Gaun dengan siluet menonjol adalah gaun yang memberikan penekanan dan cenderung membesarkan bagian pantat. Bustle silhouette Populer di abad ke 19. Ada yang berpendapat bahwa model ini mencerminkan locomotif yang ditemukan saat itu. Saat ini pusat perhatian yang menekankan pada bagian belakang gaun biasa dipakai pada gaun malam.

Perhatikan gambar dibawah berikut ini.

Siluet tabung
Gambar siluet lurus
Gambar siluet lonceng
siluet menonjol
Gambar siluet menonjol

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Siluet bisa juga dikaitkan dengan bentuk huruf, contoh :

siluet H
Gambar siluet H
siluet A
Gambar siluet A
siluet I
Gambar siluet I

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ukuran

Garis dan bentuk dalam desain busana seringkali berbeda ukurannya. Ukuran akan mempengaruhi hasil desain yang dibuat.

Warna

Pemilihan warna dapat dipelajari dengan banyak melihat berbagai sumber dan dikembangkan untuk mendapatkan kombinasi warna yang serasi dan harmoni.

Warna dapat menciptakan ilustrasi, ilusi dan bahkan memperbaiki masalah tubuh, misal :

  • busana dengan satu warna akan memberikan kesan yang tinggi,
  • warna gelap akan memberikan kesan langsing.
  • warna-warna gelap menyusutkan obyek, sedangkan warna terang lebih menonjolkan obyek.

Wanita yang mempunyai dada besar dan pinggul kecil, dapat memilih blus warna tua dan rok atau celana panjang warna yang lebih muda.

 

Beberapa Istilah tentang Warna

  • Corak warna (hue), jenis dan sifat yang berbeda antara warna yang satu dengan yang lain, misalnya warna merah, kuning dan biru. Warna tersebut disebut warna dasar.
  • Nilai warna (value), sifat dari warna yang menunjukkan warna cenderung ke hitam atau ke warna putih.
  • Kekuatan warna, ukuran cahaya dalam warna, menunjukkan kusam dan berkilaunya warna.

Dua warna dasar yang dicampur akan menghasilkan warna baru yang disebut warna sekunder. Pencampuran warna dapat dibagi menjadi 3 kelompok dalam lingkaran warna yaitu: 1) warna primer, 2) warna sekunder,3) warna tertier.

 

Sifat dan watak warna

Warna memiliki sifat dan watak yang dapat memberikan pengaruh kepada si pemakai, antara lain:

  • Warna hitam merupakan lambang kekhidmatan dan kedukaan, memiliki sifat : berat, gelap, dingin, tua, memberi kesan bentuk tubuh menjadi lebih kecil.
  • Warna putih merupakan lambang kesucian dan kebersihan, memiliki kesan bentuk tubuh menjadi tambah besar.
  • Warna abu-abu merupakan lambang kerendahan hati dan keenganan.
  • Warna merah melambangkan keberanian, sifat panas, marah, semangat, gairah dan riang.
  • Warna kuning, merupakan kehidupan dan kemuliaan.
  • Warna biru, hijau, merupakan warna yang dingin dan menyejukkan.

 

Kombinasi warna

Busana akan tampak bervariasi apabila menggunakan kombinasi warna. Ada 3 kombinasi warna pokok yang perlu diketahui, yaitu kombinasi warna analogus, komplementer dan monocromatik.

  1. Kombinasi Warna Analogus, adalah perpaduan dua warna yang saling berdekatan letaknya dalam lingkaran warna, contoh kuning dengan hijau, biru dengan ungu, merah dengan jingga.
  2. Kombinasi warna Komplementer, adalah perpaduan dua warna yang letaknya berseberangan dalam lingkaran warna. Contoh : merah dengan hijau, kuning dengan ungu, biru dengan jingga.
  3. Kombinasi Warna Monocrhonatis, adalah perpaduan satu warna dalam tingkatan yang berbeda, contoh : biru tua dan biru muda, biru tua dengan campuran warna biru dan hitam, biru muda dengan campuran biru dan putih.

Nilai Gelap Terang

Nilai warna (value) berhubungan dengan warna gelap dan terang, terpengaruh oleh warna hitam atau putih dari pencampuran warnanya. Setiap warna yang diperoleh mempunyai nilai yang berbeda, misalnya warna merah tua (merah ke hitam), merah asli, dan merah muda (merah ke putih).

Warna yang cenderung terang akan bersifat menonjolkan suatu objek dibandingkan dengan warna yang gelap. Jadi untuk tubuh yang cenderung gemuk dapat disiasati dengan pemilihan warna gelap untuk kesan langsing dan begitu juga sebaliknya.

Tekstur

  1. Tekstur yang kaku tidak mengikuti bentuk tubuh, sehingga bisa dimanfaatkan untuk menutupi bentuk tubuh yang kurang ideal, misal tubuh bagian atas kecil, panggul besar, menggunakan tekstur kaku untuk menutupi badan kecil menjadi seimbang dengan ukuran panggul. Tekstur kaku tidak cocok untuk orang gemuk karena akan terlihat semakin gemuk.
  2. Tekstur kasar memberi kesan gemuk, sedangkan bahan yang lembut tidak berpengaruh terhadap kesan gemuk/kurus (ukuran) asalkan bahan tersebut tidak berkilau.

  3. Tekstur tembus pandang sulit buat menutupi kelemahan bentuk tubuh yang kurang ideal, jadi cocoknya buat mereka yang bentuk tubuhnya ideal, sebaliknya tidak cocok untuk orang yang bertubuh gemuk atau kurus.

  4. Tekstur kusam atau tidak berkilau, memberi kesan menyusutkan objek, cocok untuk yang gemuk, sedangkan tekstur yang berkilau akan memberi kesan memperbesar objek sehingga cocok untuk orang kurus agar terkesan lebih gemukan.

  5. Tekstur berbulu, permukaannya timbul dan terkesan tebal

  6. Tekstur berkilau, memberi kesan ukurannya lebih besar karena tekstur kilau memantulkan cahaya lebih.

Macam-macam Contoh Tekstur Bahan Tekstil

 

Prinsip-prinsip Desain Busana


Prinsip-prinsip desain adalah suatu cara untuk menyusun unsur-unsur desain sehingga tercapai perpaduan yang memberikan efek tertentu. Dapat dikatakan prinsip atau asas desain adalah tata cara menyusun suatu desain yang harus dipenuhi.

Terdapat 5 hal dalam prinsip desain, yaitu :

  • keselarasan,
  • keseimbangan,
  • perbandingan,
  • irama, dan
  • pusat perhatian.

 

Keselarasan (Harmoni)

Selaras dalam bentuk, garis, tekstur, warna

 

Keseimbangan

Ada dua macam keseimbangan yaitu

  • formal (symmetrical, simetris) dan
  • informal (asymmetrical, asimetris).

Perbandingan

Perbandingan (proportion/proporsi) adalah hubungan perbandingan jarak, ukuran, jumlah, tingkatan atau bagian. Perbandingan dalam busana digunakan untuk menampakkan sesuatu menjadi lebih besar dan lebih kecil serta memberi kesan adanya hubungan antara satu dengan yang lainnya atau antara busana dan si pemakai.

Irama

Irama (rhythm/irama) adalah pengulangan penggunaan garis atau bentuk-bentuk untuk menghasilkan suatu desain. Pada desain busana dapat diartikan sebagai suatu bentuk pergerakan yang dapat mengalihkan pandangan mata dari satu bagian ke bagian lainnya. Aspek dalam irama antara lain : pengulangan, peralihan ukuran, kontras dan radiasi.

Pusat Perhatian

Pusat Perhatian (emphasis/penekanan) membuat center of interest (pusat perhatian) dengan memfokuskan perhatian orang yang melihat pada suatu area yang spesifik pada busana.

Pusat Perhatian pada bagian busana

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber :

  • Modul Guru Pembelajar Paket Keahlian Tata Busana SMK, Kementrian Pendidikan & Kebudayaan RI 2016

 

Baca juga tentang teknik penyajian desain busana

3 thoughts on “Desain Busana

  1. Pingback:Teknik Penyajian Desain Busana – fesyendesign.com

  2. Pingback:MENGENAL JENIS-JENIS BUSANA - fesyendesign.com

  3. Pingback:Mengenal Jenis-Jenis Busana yukkk - annisaaulia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *