Kamisol, Bustier, Korset, dan Kemben

Camisole


Kamisol (camisole) adalah pakaian dalam tanpa lengan yang biasanya dikenakan oleh wanita, biasanya memanjang sampai ke pinggang. Kamisol biasanya terbuat dari satin, nilon, atau katun.

Dalam penggunaan modern, kamisol atau cami adalah pakaian dalam tanpa lengan yang longgar yang menutupi bagian atas tubuh tetapi lebih pendek dari chemise. Kamisol biasanya sampai ke pinggang tetapi kadang-kadang dipotong untuk mengekspos perut bagian atas, atau diperpanjang untuk menutupi seluruh daerah panggul. Camisole diproduksi dari bahan tipis, umumnya berbahan dasar katun, kadang-kadang satin atau sutra, atau kain bahan elastis seperti lycra, nilon, atau spandex.

A woman in a white camisole. Lycra led to closer fitting camisoles in the late 2000s and the 2010s. (wikipedia.org)

Kamisol biasanya ada “spaghetti strap” (tali) yang tipis dan dapat dikenakan dengan bra atau tanpa bra. Sejak 1989, beberapa camisole telah dilengkapi dengan built-in underwire bra atau hal lain yang bisa menggantikan fungsi bra. Mulai sekitar tahun 2000-an, camisole telah dikenal sebagai pakaian luar

Berbagai bentuk pakaian dalam tanpa lengan berasal dari bentuk kamisol.

A modern camisole (wikipedia.org)

Chemise


Chemise atau shift adalah baju pelapis klasik, yang sekarang berubah menjadi jenis pakaian dalam wanita modern. Secara historis, chemise adalah pakaian sederhana yang dikenakan langsung ke kulit untuk melindungi pakaian utama dari tubuh yang berkeringat atau berminyak.

This chemise or shift of the 1830s has elbow-length sleeves and is worn under a corset and petticoats. (wikipedia.org)

Kata chemise dipinjam dari bahasa Perancis untuk menyebut kemeja, Italia: camicia dan Spanyol: camisa, yang asal katanya berasal dari bahasa Latin: camisia. Orang Inggris menyebut jenis pakaian ini smock.

Sampai akhir abad ke-18, chemise adalah satu-satunya pakaian dalam yang dikenakan dan biasanya satu-satunya pakaian yang dicuci secara teratur.

Pada abad ke-delapan belas, pakaian dalam utama pada wanita adalah chemise atau shift, berbahan linen putih, panjang selutut dan longgar dengan siluet lurus atau sedikit segitiga.

Pada awal abad ke-20, di negara-negara Barat, chemise sebagai pakaian dalam mulai digantikan oleh bra, girdle, full slip, dan celana dalam (panties).

Chemise untuk pria adalah yang biasa disebut sebagai T-shirt dan masih berfungsi sebagai pakaian dalam.

Chemise modern mengacu pada pakaian dalam longgar tanpa lengan atau jenis lingerie yang tidak ketat di bagian pinggang. Chemise biasanya tidak memiliki kancing atau pengikat lain.

A modern-day chemise (wikipedia.org)

 

 

Korset


Korset adalah jenis pakaian yang dipakai untuk menahan dan melatih batang tubuh (torso) ke bentuk yang diinginkan. Secara tradisional untuk membuat pinggang menjadi lebih kecil atau bagian bawah (pinggul) terlihat lebih besar, atau sebagai penyangga payudara.

Kata korset berasal dari bahasa Prancis Kuno “cors” (tubuh) dan bahasa Latin “corpus” yang artinya “tubuh kecil”.

Korset bisa dikenakan baik oleh pria maupun wanita, dengan tujuan yang bermacam-macam. Penggunaan korset umumnya untuk melangsingkan tubuh dan membentuk siluet tubuh menjadi lebih indah. Bagi wanita, menekankan bentuk lekuk tubuh dengan mengecilkan lingkar pinggang dan membuat payudara dan pinggul menjadi lebih besar. Namun, dalam dekade tertentu, korset pernah dipakai untuk membentuk tubuh menjadi rata dari atas ke bawah dengan mengecilkan payudara dan pinggul.

A drawing of a luxury hourglass corset from 1878, featuring a busk fastening at the front and lacing at the back

Pada pria, korset biasanya untuk merampingkan tubuh. Pada periode 1820 hingga 1840-an terdapat fashion dimana pria menginginkan bentuk pinggul yang ramping. “Korset overbust” menutup tubuh tepat di bawah lengan sampai ke pinggul. “Korset underbust” menutup dari bawah payudara sampai ke pinggul. “Korset panjang” (longline corset) – baik overbust atau underbust – memanjang ke bawah melampaui pinggul atas, atau tulang pinggul. Korset longline sangat ideal untuk memperbaiki keseimbangan, bentuk tubuh ramping/tinggi, mengecilkan pinggul.

Panjang korset standarnya sampai pinggul atas dan ideal bagi mereka yang menginginkan fleksibilitas atau memiliki tubuh yang pendek. Jenis korset yang lebih pendek (short corset) hanya menutupi area pinggang atau disebut waist cincher. Garter juga termasuk korset yang berfungsi untuk menahan stocking. Ada juga beberapa korset yang panjangnya hingga lutut. 

Secara tradisional, korset dipakai untuk membuat tampilan suatu pakaian menjadi lebih baik atau membuat gaun tertentu menjadi lebih mengembang, seperti crinoline dan bustle.

Orang dengan masalah tulang belakang, seperti skoliosis, atau cedera internal, dapat dipakaikan penyangga belakang (back brace), yang mirip dengan korset. Namun, back brace tidak sama dengan korset. Ini biasanya terbuat dari plastik dan atau logam. Back brace digunakan untuk menahan tulang belakang yang bengkok sehingga tidak memburuk, dan kadang-kadang bisa mengurangi bengkoknya. Back brace sebagian besar digunakan pada anak-anak dan remaja, karena resikonya lebih tinggi untuk menjadi lebih buruk. 

Korset biasanya dibuat dari bahan yang fleksibel (seperti kain, khususnya coutil, atau kulit) yang diperkuat dengan boning (rangka rusuk). Pada abad ke-18, strip tipis dari baleen/whalebone (tulang insang paus) adalah bahan favorit untuk boning. Sekarang plastik banyak dimanfaatkan untuk bahan korset yang ringan, atau korset kualitas sedang atau rendah. Pegas, baja spiral, dan whalebone sintetis lebih dipilih untuk korset yang lebih kuat dan lebih baik. Bahan lain yang dapat digunakan untuk boning adalahi gading, kayu, dan rotan.

Korset biasanya dikenakan dengan tali, biasanya di belakang. Mengikat tali korset sendiri mungkin kurang sempurna sehingga seringnya dengan bantuan orang lain. Jenis korset dan pengikatnya menjadi penanda status kelas wanita zaman dahulu; wanita yang tidak mampu membayar pelayan biasanya mengenakan korset dengan pengikat di depan.

Di masa lalu, korset wanita biasanya dikenakan di atas chemise, gaun leher rendah tanpa lengan yang terbuat dari bahan yang mudah dicuci (biasanya katun atau linen). Menyerap keringat dan menjaga korset dan gaun tetap bersih. Di zaman modern, biasanya menggunakan kaos t-shirt, kamisol, atau pelapis korset.

Selama paruh kedua abad ke-19, sudah mulai dirancang korset khusus olahraga seperti bersepeda, bermain tenis, atau menunggang kuda, dan bahkan korset khusus untuk pakaian hamil.

Group of five corsets, late 19th and early 20th century; Peloponnesian Folklore Foundation. (wikipedia.org)

 

 

Bustier


Bustier adalah jenis pakaian wanita yang relatif ketat yang biasanya atau secara tradisional dikenakan sebagai pakaian dalam. Tujuannya adalah untuk mendorong payudara naik dengan mengencangkan perut bagian atas dan membentuk pinggang. Termasuk bra push-up (menaikkan payudara) pada gaun berpunggung rendah atau kamisol untuk pakaian luar.

Bustier menyerupai basque atau korset, tetapi lebih pendek. Ke bawah hanya sampai ke tulang rusuk atau pinggang.

Pakaian ini mewakili atau sebagai simbol wanita bangsawan yang mempunyai kekuasaan sejak tahun 2000 SM. Pada mulanya merupakan pakaian yang lengkap, seperti gaun, tetapi pada abad ke-16, khususnya di Italia, desainnya bermacam-macam hingga menjadi seperti saat ini.

Perbedaan nyata antara bustier dan korset terletak pada maksud dan kegunaannya. Korset, yang dikenakan pada zaman Victoria, biasanya dimaksudkan untuk memberikan garis halus dari pinggang yang diikat ke dada. Biasanya tidak ada akomodasi untuk payudara, dan pakaiannya semuanya utuh dari bawah ke atas.

Bustiers, di sisi lain, dimaksudkan untuk menekankan lekuk tubuh wanita dan cenderung mendorong payudara ke atas dan bersama-sama untuk menciptakan belahan dada. Seringkali bustier memiliki cup untuk payudara.

(Source: wikipedia.org)

 

Basque


Istilah ini berasal dari Prancis, awalnya adalah bodice (sejenis korset), dan dalam penggunaannya kemudian menjadi korset panjang, Basque mengacu pada pakaian dalam (lingerie) panjang, pada dasarnya bra dengan terusan ke bawah, sampai di sekitar pinggang atau bagian atas pinggul, bagian bawah lebih ke dekoratif atau untuk keindahan alih-alih memberikan dukungan fungsional.

A modern lingerie basque (wikipedia.org)

 

Kemben


Kemben (Jawa) atau kemban (Indonesia) adalah penutup tubuh wanita yang secara historis ada di Jawa dan Bali. Selembar kain baik polos, batik, beludru, atau jenis kain yang lain, menutupi dada melingkar membalut tubuh wanita.

Kemben tradisional dikenakan dengan cara melilitkan selembar kain pada torso tubuh, melipat dan menyelipkan ujungnya (mengikatnya dengan tambahan tali) dan ditutup dengan angkin atau selempang yang lebih kecil di sekitar perut. Kemben batik tradisional Jawa yang dikenakan oleh wanita keraton kebanyakan adalah jenis kemben ini. Saat ini, ada juga kemben yang yang dijahit dengan menggunakan kancing, tali pengikat, atau ritsleting yang mirip dengan korset barat. Kemben penari wanita tradisional Jawa (srimpi atau wayang wong) biasanya terbuat dari korset beludru yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Secara tradisional, wanita Jawa memakai dua potong kain; Bagian bawah dililitkan di sekitar pinggul yang menutupi tubuh bagian bawah (pinggul, paha dan kaki) disebut kain atau sarung, sedangkan bagian yang dililitkan pada tubuh bagian atas (dada dan torso) disebut kemben. Kemben nyaman dipakai di iklim tropis Indonesia yang panas dan lembab, baik untuk sirkulasi udara dan keringat.

Indonesian Javanese woman in traditional batik kemben, c. 1900. (wikipedia.org)

Sebelum kebaya ramai digunakan, diyakini bahwa kemben adalah pakaian wanita paling populer dan umum pada periode Jawa kuno dan klasik. Pakaian ini umum dipakai pada zaman Majapahit, hingga zaman Kesultanan Mataram. Saat ini, gaun dengan bahu yang terlihat ini masih digunakan dalam ritual-ritual tertentu, tarian tradisional Jawa, atau upacara keraton.

Kemben bisa dianggap sebagai ekspresi, estetika, keanggunan, dan feminitas. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, kemben tidak lagi jadi pilihan di kalangan wanita (Muslim) Jawa, dimana mereka lebih nyaman  mengenakan jilbab.

Srimpi dancer wearing velvet kemben. (wikipedia.org)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *