Mengenal Busana Setelan (Suit)

Setelan (suit)


Suit (setelan) adalah satu set pakaian pria atau wanita yang terdiri dari suit jacket atau mantel dan celana panjang. Terbuat dari bahan tekstil yang identik, dikenakan dengan kemeja berkerah, dengan dasi, dan sepatu resmi, yang dalam kode pakaian Barat tradisional adalah sebagai pakaian informal.

Kata suit berasal dari bahasa Perancis suite, yang berarti “mengikuti”, atau dari kata kerja bahasa Latin Akhir “sequor” artinya “I follow“, karena komponen pakaian (jas, celana panjang, dan rompi) yang dipakai mengikuti satu sama lain, dengan kain yang sama dan warna yang sama.

Di Indonesia pakaian seperti ini disebut jas (dari bahasa Belanda) yaitu pakaian resmi model Eropa, berlengan panjang dan dipakai di luar kemeja.

Dalam bahasa Inggris, istilah jacket mengacu kepada jas launs (lounge suit) atau jas malam (evening suit), dan bukan pengertian jaket dalam bahasa Indonesia pada umumnya (jaket olahraga atau jaket kulit). Istilah lounge suit berasal dari Inggris abad ke-19 sebagai alternatif pakaian kasual untuk pakaian olahraga atau aktifitas luar dan pakaian pedesaan di Inggris.

Bila hanya disebut jas, maka jas yang dimaksudkan adalah setelan jas model standar (lounge suit) lengkap dengan kemeja dan dasi, dan biasanya dipakai pria bekerja di kantor.

Setelan (suit) ditawarkan dalam berbagai desain dan konstruksi. Bentuk dan kain, dua atau tiga piece (two-piece/three-piece), single atau double breasted, dan berbagai aksesorisnya. Setelan two-piece yaitu jas dan celana panjang, setelan three-piece ada tambahan rompi. Dahulu akesoris topi hampir selalu dikenakan untuk di luar ruangan hingga tahun 1960-an. Topi yang dikenakan untuk setelan informal secara tradisional antara lain topi fedora, trilby, atau flat cap. Kemudian aksesoris yang lain diantaranya saputangan, bretel, ikat pinggang, jam tangan, dan perhiasan.

Jenis setelan (suit) yang lain adalah dinner suit (black tie) dan black lounge suit untuk acara-acara semi formal.

Bila dalam undangan disebutkan kode busana black tie, maka pria diminta memakai jas resmi yang disebut tuksedo. Dinner suit (Britania) atau tuxedo atau tails (Amerika Serikat dan Kanada) adalah setelan jas resmi berwarna hitam, bagian belakang jas berbuntut, dan dipakai bersama dasi kupu-kupu hitam dan kemeja putih.

Tuksedo dulunya merupakan alternatif dari mengenakan jas berbuntut (dress coat). Sementara itu, jas yang dipakai bekerja di kantor merupakan pengganti dari jas panjang (frock coat) dan jas pagi (morning coat), atau setelan pagi (morning suit).

Blazer adalah pakaian santai berbentuk seperti jas untuk pria dan wanita yang di bagian saku depan sering diberi lambang dari sekolah atau organisasi, dan sering dipakai sebagai seragam. Dalam bahasa Indonesia, blazer hanya sering mengacu kepada sejenis jas untuk wanita yang dipakai di luar blus atau kemeja dengan bawahan berupa rok, kulot, atau celana panjang.

Awalnya, setelan jas dibuat oleh tailor dengan ukuran, model dan kain sesuai pilihan klien, dikenal sebagai setelan bespoke. Sejak 1960-an, sebagian besar setelan merupakan pakaian siap pakai yang diproduksi secara massal. Saat ini, setelan ditawarkan dalam empat cara:

  • bespoke atau dipesan lebih dahulu, di mana garmen dibuat khusus oleh penjahit dari pola yang dibuat seluruhnya dari ukuran pelanggan, pilihan kain sesuai keinginan;
  • made to measure, pola yang ada dimodifikasi sesuai ukuran pelanggan, pilihan model menjadi terbatas;
  • ready-to-wearoff-the-peg, atau off-the-rack, yaitu dijual apa adanya dengan model dan ukuran tertentu, sehingga beberapa perubahan jahitan mungkin diperlukan;
  • suit separates adalah setelan terpisah di mana jas dan celana panjang dijual terpisah untuk meminimalkan perubahan yang diperlukan.

 

Komposisi


Siluet suatu setelan adalah garis besarnya. Siluet yang balance, fitting pas, kemudian draping dan bentuknya bagus, tidak ada kerutan dari leher hingga dada dan bahu.

 

Jas Setelan (Suit Jacket)


Single Breasted dan Double Breasted

Terdapat dua bentuk potongan utama, yaitu setelan double-breasted dan setelan single-breasted. Setelan double-breasted adalah desain konservatif dengan dua lajur kancing, dengan overlap lebih lebar pada sisi kiri dan kanannya; sedangkan setelan single-breasted mempunyai satu lajur kancing dan sedikit overlap sebatas lajur kancingnya.

Pada kebanyakan jas double-breasted modern, satu lajur kancing hanya bersifat dekoratif. Untuk memperkuat pengancingan, biasanya terdapat kancing-dalam (inner button), yang disebut jigger (anchor button) sehingga menjadi lebih stabil.

Single- vs. double-breasted jacket (source: wikipedia.org)

 

Kancing Depan

Kebanyakan setelan single-breasted memiliki kancing depan dua atau tiga buah, jarang sekali dijumpai setelan single-breasted yang berkancing satu, empat atau lebih dari empat. Jas setelan makan malam tuksedo biasanya berkancing satu dan zoot suit memiliki kancing hingga enam atau lebih karena body-nya memang lebih panjang).

Sedangkan pada setelan double-breasted sangat jarang yang berkancing dua. Pada periode 1960-an dan 70-an, terdapat setelan double breasted yang jumlah kancingnya hingga delapan buah. Enam kancing tidak dikancingkan, sementara yang dua lainnya yang dikancingkan.

Terdapat beberapa variasi dalam pemasangan kancing, kancing tengah atau atas biasanya akan sejajar dengan garis pinggang. Tidak ada aturan baku mengenai bagian sisi mana yang harus di atas (tumpang tindih), namun biasanya sisi kiri yang di atas/depan.

 

Tata Cara Pengancingan

Mengkancingkan jas terutama ditentukan dari posisi kancing, seberapa tinggi relatif terhadap pinggang.

Pada setelan jas single-breasted, kancingnya bisa dikancingkan atau tetap terbuka. Untuk yang berkancing dua maka kancing yang bawah dibiarkan terbuka kecuali pada potongan jas tertentu yang tidak biasa, misalnya paddock.

Untuk setelan berkancing tiga maka kancing tengah yang dikancingkan, kancing atas opsional, sedangkan yang bawah secara tradisional memang tidak dirancang untuk dikancingkan.

Setelan berkancing empat adalah non-tradisional dan tidak lazim. Sementara setelan berkancing satu termasuk model klasik Savile Row tailoring yang sekarang kembali populer.

Pada setelan single-breasted, kancing biasanya tidak dikancingkan saat duduk untuk menghindari drape yang yang jelek.

Setelan double-breasted mempunyai cara dan aturan pemasangan kancing yang sedikit lebih rumit dibandingkan single-breasted.

Setelan double-breasted hampir selalu dikancing, jika terdapat lebih dari satu kancing fungsional maka maka hanya perlu satu yang kancingkan (gaya yang dipopulerkan oleh Pangeran George, Duke of Kent dengan hanya kancing bawah yang dikancingkan).

Cara 6×2 – adalah yang paling umum dan tradisional, artinya ada total 6 kancing dan 2 yang dikancingkan. Kemudian 6×1 yang berkancing rendah, 6×3 yang tampak seperti militer, 4×2 atau persegi, 4×1, dan 2×1 (sangat jarang).

Masing-masing mempunyai maksud dan tujuan yang berbeda, baik dari segi formalitas maupun gaya.

Contoh gambar pemasangan kancing jas double-breasted, dari kiri ke kanan: Button one, show one (2×1); Button two, show two (4×2); Button one, show three (6×1); Button three, show four (8×3); Button four, show four (8×4). (source: bondsuits.com)

 

Lapel

Terdapat 3 macam bentuk lapel atau kerah pada jas, yaitu notched (berlekuk), peaked/pointed (puncak), dan shawl (selendang). Lapel berlekuk merupakan jenis yang paling umum, dan biasanya terdapat pada setelan single-breasted

Lapel berpuncak (peaked) memiliki tepi lancip mengarah ke atas ke arah bahu. Setelan double-breasted biasanya memiliki lapel jenis ini, meskipun pada setelan single-breasted juga ada yang lapelnya seperti ini.

Lapel selendang (shawl) adalah gaya yang berasal dari pakaian malam informal Victoria, bisa ditemukan pada tuksedo atau dinner suits (setelan makan malam).

Notched lapel

Peaked lapel

shawl lapel

Bentuk dan lebar lapel berubah seiring berjalannya waktu. Tahun 1930-an dan 1970-an bentuk lapel-nya sangat lebar, sedangkan pada 1960-an yang populer adalah lapel yang kecil atau sangat sempit, lebarnya bahkan hanya sekitar satu inci. Tahun 1980-an ukuran lapel sedang dengan ngarai rendah (titik yang membentuk “takik” atau “puncak” antara kerah dan lapel depan). Tren pada pertengahan 2000-an mengarah ke lapel yang lebih sempit dan ngarai yang lebih tinggi. Lebar dasi biasanya menyesuaikan lebar lapel.

Lapel juga memiliki lubang kancing sebagai boutonnière (untuk menaruh bunga dekoratif). Biasanya hanya dijumpai pada acara yang sangat formal. Setelan double-breasted biasanya memiliki lubang kancing di kedua lapel-nya, sedangkan setelan single-breasted hanya memiliki satu di sebelah kiri.

Bentuk notched: Inggris (kiri), Spanyol (kanan). (source: wikipedia.org)

 

Saku

Jas setelan biasanya memiliki satu saku dalam (inner pocket) dan dua jenis saku luar (outer pocket) baik itu saku tempel (patch pockets), saku bertutup (flap pockets) atau saku bobok (jetted pocket).

A patch pocket on a reefer jacket (source: wikipedia.org)

A jetted pocket with flap on a lounge suit jacket (source: wikipedia.org)

A jetted pocket on a dinner jacket (source: wikipedia.org)
Selain saku kanan dan saku kiri, terdapat saku dada yang umumnya di sebelah kiri dimana saputangan biasanya diselipkan sebagai fungsi dekoratif. Beberapa jas setelan memiliki saku tiket yang biasanya terletak tepat di atas saku kanan. Awalnya merupakan fitur pada country suits yang digunakan untuk menyimpan tiket kereta api dengan lebih praktis.

 

Gambar macam-macam saku pada jas (source: realmenrealstyle.com)

 

Kancing Manset

Suit jacket biasanya memiliki tiga atau empat buah kancing pada masing-masing mansetnya, dan seringkali hanya sebagai hiasan (dekoratif). Jumlah kancing ini menunjukkan formalitas suatu setelan. Jumlah standarnya adalah empat buah, sedangkan pada setelan yang lebih kasual (sport jacket) biasanya hanya dua buah.

Kancing manset biasanya tidak dapat dibuka atau tidak fungsional. Kancing manset fungsional dapat ditemukan pada setelan kelas atas atau bespoke suits.

Kancing-kancing manset ini harus dipasang rapat atau hampir menempel satu sama lain.

 

Vents

Vent adalah belahan di bagian bawah belakang (tail) atau pinggir. Awalnya, vents adalah pilihan untuk sport, dirancang untuk memudahkan dalam berkuda. Saat ini ada tiga model vent: model single-vented (dengan satu belahan di belakang); model ventless (tanpa belahan); dan model double-vented (belahan di kedua sisi).

Dengan adanya vent akan memudahkan terutama saat menggunakan saku atau saat duduk, dan juga memperbaiki sifat jatuh (drape) bahan/kain.

Jenis belahan, dari kiri ke kanan: ventless, single vented, double vented (source: realmenrealstyle.com)

 

Kain


Setelan jas umumnya terbuat dari bahan wol. Terdapat dua jenis benang wol yaitu worsteds dan woollen dimana jenis worsted lebih halus karena mengalami proses penyisiran serat sebelum dipintal. Hasil tenunan dari benang-benang tersebut akan menghasilkan kain-kain diantaranya flanel, tweed, gabardine, dan fresco dimana masing-masing mempunyai karakter yang berbeda.

Meskipun wol sejak dulu dikaitkan dengan pakaian hangat dan tebal yang dimaksudkan untuk melindungi badan pada musim dingin, kemajuan dalam pengolahan serat yang lebih halus dan lebih baik telah berhasil membuat setelan jas dari wol dapat diterima untuk daerah yang lebih hangat, yaitu dengan kain yang lebih tipis tetapi tidak rapuh.

Untuk musim panas, bisa juga menggunakan kain linen atau katun. Serat lain yang bisa digunakan adalah kasmir, dan biasanya dicampur juga dengan wol. Sutra juga kadang digunakan, baik itu dengan atau tanpa campuran wol. Kemudian campuran dari serat sintetis yang didominasi wol, terutama untuk mendapatkan sifat ketahanan terhadap kerutan.

Beberapa kain (dalam marketing) ada yang menampilkan “S number” atau “Super S” yang menjelaskan kehalusan serat yang diukur dari diameter maksimum serat dalam micrometer, misalnya Super 120 yang berarti diameter seratnya adalah 17.75 micrometer. Semakin besar S number-nya berarti semakin halus atau semakin kecil diameter seratnya.

Ketebalan kain wol dapat dihitung berdasarkan berat satu yard persegi. Kain wol tebal sekitar 12–14 oz cocok untuk pakaian musim dingin, berat medium sekitar 10–11 oz cocok untuk “tiga musim” (selain musim panas), dan berat 7–8 oz cocok untuk musim panas.

Terdapat empat warna utama dalam setelan jas bisnis (business suits) yaitu hitam, abu-abu muda (light grey), abu-abu tua (dark grey), dan biru tua (navy), dengan atau tanpa pattern. Untuk setelan non-bisnis atau yang kurang formal biasanya berwarna coklat atau olive. Di musim panas mereka biasanya memakai setelan dengan warna lebih terang seperti warna tan atau krem.

Untuk pattern setelan bisnis atau setelan resmi, secara tradisional adalah solid, pin stripe, atau windowpane checks (garis-garis kotak). Diluar setelan resmi (business suits), pattern yang digunakan berkembang, seperti glen plaid tradisional dan herringbone.

Untuk setelan non-bisnis atau tidak resmi wol tweed sudah populer sejak zaman Victoria, dan masih umum dipakai hingga saat ini, biasanya dengan pattern checked (kotak-kotak), herringbone weave, atau polos.

Herringbone weave (wikipedia.org)

Glen plaid fabric (wikipedia.org)

Plaid pattern (wikipedia.org)

A pinstripe suit (wikipedia.org)

 


Rompi


Sebelum tahun 1940-an rompi (waistcoat/vest) hampir selalu dikenakan dengan setelan jas. Arloji saku dengan rantai yang dimasukkan melalui lubang kancing tengah, sering dikenakan dengan rompi. Sejak Perang Dunia I pria memilih mengenakan jam tangan yang dapat dikenakan dengan setelan apa pun kecuali pakaian malam lengkap (white tie). Pada tahun 1920 hingga 1940-an banyak rompi dikenakan dengan setelan jas double-breasted. Biasanya kancing bawah rompi dibiarkan terbuka; seperti belahan (vent) belakang jas yang memudahkan badan untuk membungkuk saat duduk. Beberapa rompi ada juga yang berkerah/lapel.

 

Celana Panjang


Celana setelan (suit trousers) terbuat dari bahan yang sama dengan bahan jas setelan (suit jacket)Lebar dan bentuk celana panjang mengalami banyak variasi dalam beberapa dekade. Pada tahun 1920-an celana panjang berbentuk lurus (straight-legged) dan lebar (wide-legged). Setelah tahun 1935 celana panjang mulai dikecilkan/diruncingkan dari tengah ke bawah. Pada 1950-an dan 1960-an, mulai populer bentuk celana panjang yang lebih ramping. Pada tahun 1970-an, pembuat setelan jas menawarkan berbagai model celana, termasuk flared, bell bottomed, wide-legged, dan tappered trouser yang lebih klasik.

Salah satu variasi desain pada celana adalah adanya lipatan (pleat). Model celana klasik memiliki dua lipatan dan biasanya di depan, model ini dipakai hingga sepanjang abad ke-20. Model awalnya berasal dari Oxford bags yaitu bentuk celana longgar yang banyak dipakai terutama mahasiswa di Universitas Oxford Inggris pada awal abad ke-20 hingga sekitar 1950-an.

Parts of trousers (wikipedia.org)

Variasi lainnya adalah tinggi atau panjang pesak (rise of trouser). Pada awal abad ke-20 adalah high rise terutama pakaian formal, bahkan sampai di atas pinggang. Mode berubah menjadi low rise (pesak pendek/rendah), hingga ikat pinggangnya jadi turun se-pinggul.

Panjang celana akan menentukan break atau pertemuan kain (ujung bawah celana) dengan sepatu. Di Eropa secara tradisional mereka memilih celana panjang yang panjangnya tidak berlebihan sehingga ada sedikit break atau bahkan tanpa break, orang Amerika biasanya memilih sedikit break.

Break pada celana (source: pinterest.com)

Celana bisa menggunkan sabuk atau pun bretel. Celana yang memakai bretel memiliki potongan yang agak berbeda di bagian pinggang, lebih tebal dan tinggi di bagian belakang.

Celana panjang untuk setelan (suit trousers/dress pants), adalah model celana yang dimaksudkan sebagai pakaian formal atau semi-formal. Biasanya terbuat dari wol atau poliester yang didesain selaras dengan jas setelan (suit jacket). Celana setelan sering kali memiliki lipatan (pleat) di bagian depannya.

 

Aksesoris


Aksesoris setelan jas adalah antara lain dasi, sepatu, jam tangan, jam bandul, sapu tangan (saku), cufflink, klip dasi, pin kerah, dan topi.

Arloji saku (source: wikipedia.org)

Topi fedora (source: wikipedia.org)

Double cuff with cufflink (wikipedia.org)

 

Kemeja


Baju kemeja (dress shirt) adalah pakaian berkerah dengan bukaan penuh di bagian depan dan berkancing. 

Baju kemeja biasanya dari kain tenun, dikenakan dengan dasi, jas setelan atau pakaian formal, meskipun kemeja ini juga umum sebagai pakaian kasual.

“Dress shirt” (Inggris) atau “tuxedo shirt” (Amerika) secara khusus berarti pakaian malam yang sangat formal.

 

Kaus Kaki


Aturan yang umum adalah warna kaus kaki lebih gelap daripada celana panjangnya. Pada kaus kaki yang bermotif, idealnya warna latar belakang kaus kaki tersebut harus sesuai dengan warna dasar setelan jas. Jika tidak memungkinkan untuk mencocokkan kaus kaki dengan celana panjang, maka bisa disepadankan dengan sepatunya. Secara khusus, kaus kaki pucat atau warna putih dapat dikenakan dengan sepatu linen warna krem atau warna putih.

Kaus kaki sebaiknya setinggi pertengahan betis atau di atas betis, dan biasanya dibuat dari serat katun atau wol, meskipun kaus kaki mewah atau formal menggunakan campuran yang lebih eksotis seperti sutra dan kasmir.

 

Setelan pada Wanita


Etiket mengenakan setelan bagi wanita secara umum sama seperti pada pria, meskipun terdapat sedikit perbedaan dan lebih fleksibel.

Bagi wanita ada setelan rok (skirt suit) atau setelan gaun (dress suit); blus putih atau warna yang lain biasanya sebagai pengganti kemeja. Setelan pada wanita dapat juga dengan atasan berwarna atau kaos.

Modern-day skirt suit (wikipedia.org)

Setelan untuk wanita tersedia dalam variasi warna yang lebih banyak seperti warna gelap, pastel, dan warna-warna yang lain.

 

 

Sumber referensi:

  • wikipedia.org
  • realmenrealstyle.com
  • dll

1 komentar untuk “Mengenal Busana Setelan (Suit)”

  1. Ping-kembali: Siluet Pada Setelan Jas - fesyendesign.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *