Mengenal Kain Gabardine

Kain Gabardin


Gabardine adalah kain tenun yang solid dan kuat yang digunakan untuk membuat jas, mantel, celana panjang, seragam, windbreaker dan pakaian lainnya.

Kata gaberdine atau gabardine dipakai untuk merujuk pada pakaian tertentu, sejenis jubah panjang, biasanya terbuka bagian depannya, setidaknya sejak abad ke-15. Di abad ke-16 menjadi pakaian luaran untuk orang miskin. Penyair terkenal William Shakespeare dalam sebuah drama menggunakan istilah The Merchant of Venice untuk menjelaskan ini.

Kain gabardine diperkenalkan oleh Thomas Burberry, yang menemukan kain itu dan menghidupkan kembali namanya pada tahun 1879, dan mematenkannya pada tahun 1888.

Kata gabardine telah diartikan secara lebih umum yaitu “kain tenunan rapat” sejak setidaknya 1904.

Asal kata dari gabardine sendiri diperkirakan berasal dari kata kaba, sejenis mantel yang sampai ke lutut dengan lengan lebar yang dikenakan oleh pria Muslim di Puraniya, sebuah wilayah di India. Ada suatu bentuk mantel lain, yang disebut qabā, yang disebutkan dalam kitab suci Suf, yang merupakan mantel sederhana biasa, yang kontras dengan mantel religius.

gabardine (sumber : wikipedia.com)

Serat yang digunakan untuk membuat kain gabardine adalah serat wol dengan kualitas tinggi, atau bisa juga kapas, polyester bertekstur (texturized), atau serat campuran. Gabardine ditenun dengan tenunan twill dengan sudut kemiringan benang lusi yang terlihat curam atau tenunan twill biasa, dengan rusuk diagonal (rib) menonjol pada permukaan depannya dan halus atau rata pada bagian belakang. Gabardine selalu memiliki benang lusi yang lebih banyak dibandingkan benang pakannya.

Gabardine juga bisa mengacu pada tenunan twill gabardine yang digunakan untuk bahan jas hujan.

Kain gabardine dari bahan kapas sering digunakan oleh penjahit sebagai lining (kain keras) saku untuk baju kerja.

Pakaian yang terbuat dari gabardine biasanya dibubuhi care label “cocok untuk dry cleaning saja”, sebagaimana tipikal untuk kain wol.

Bergantung pada serat yang terkandung dalam gabardine, beberapa pakaian yang diproduksi hari ini dapat dibersihkan pada mesin cuci dengan putaran rendah, dan seting panas rendah saat drying. Untuk pakaian yang sama maka kan lebih baik apabila dicuci pakai tangan. Akan tetapi kain gabardine campuran yang menggantungkan pada serat wol, maka sangat disarankan menggunakan dry cleaning untuk menghindari penyusutan dan kerusakan secara umum.

Seting setrika hangat biasanya baik-baik saja dengan gosokan sebentar, untuk perawatan jangan menggunakan panas tinggi atau terlalu lama disetrika, karena akan merusak kain secara permanen.

 

Sejarah Kain Gabardine


Gabardine ditemukan pada tahun 1879 oleh Thomas Burberry, pendiri rumah mode Burberry di Basingstoke, Hampshire, Inggris dan dipatenkan pada tahun 1888.

Sebagai pendiri rumah Burberry fashion di Basingstoke, idenya adalah untuk menciptakan kain serbaguna yang tahan lama dalam pemakaiannya. Inspirasinya ini membawanya pada suatu nama kain gaberdina pada abad pertengahan. Gabardina adalah pakaian longgar dan panjang (seperti jubah) yang dikenakan sebagai atasan celana atau blus. Biasanya, pengemis menggunakannya untuk perlindungan ekstra dari luar. Seringnya memakai pengikat di pinggangnya.

Kain ini aslinya adalah kain tahan air, benang-benang wol atau kapas yang ditenun dengan kerapatan tinggi.  Kain itu mengambil namanya dari kata “gaberdine”, yang awalnya merupakan jubah panjang atau longgar atau gaun yang dikenakan di Abad Pertengahan, namun kemudian menandakan sebuah jubah hujan atau baju pelindung.

Untuk membuat kain ini, Burberry menghadirkan kain dengan tenunan yang rapat dan kuat dengan mengandalkan pemakaian pada worsted wool (benang wol qualitas tinggi). Tenunan pada worsted wool ini relatif halus atau rata pada satu sisi, dan pada sisi yang lainnya tampak bergaris kepar (rib). Dilihat dari jenis tenunan maka kain gabardine termasuk tenunan kepar (twill).

Pakaian dari bahan kain ini berhasil menarik minat dan perhatian masyarakat saat itu. Setelan jas dan celana panjang menjadi favorit bagi pria, begitu juga istri dan staf rumah tangga yang bertanggung jawab untuk memastikan jas tersebut tetap dalam kondisi prima setiap saat. Gabardine memiliki kecenderungan stabil dalam bentuknya dan tidak mudah berkerut, yang merupakan nilai tambah yang sangat besar.

Seiring waktu, kain gabardine campuran pun populer, menambahkan kapas dan serat sintetis ke dalam campuran kain. Penambahan serat selain wol membantu mendapatkan kain dengan kilau yang baik. Kain berkilau ini membuat gabardine makin ideal untuk busana wanita maupun pria. Setelah populer untuk jas dan celana panjang bagi pria, gabardine kemudian menjadi pilihan populer untuk rok wanita yang macthing dengan jaket, celana panjang, dan celana yang serasi. Mantel untuk pria atau wanita adalah penggunaan gabardine yang bertahan lama saat ini.

Pakaian gabardine Burberry dipakai oleh penjelajah kutub, termasuk Roald Amundsen, orang pertama yang mencapai Kutub Selatan, pada tahun 1911 dan Ernest Shackleton, yang memimpin sebuah ekspedisi 1914 untuk menyeberangi Antartika. Jaket yang terbuat dari bahan ini dipakai oleh George Mallory dalam usaha naasnya di Gunung Everest pada tahun 1924.

Gabardine -the weatherproof fabric (sumber : twitter.com)

Gabardine juga digunakan secara luas di tahun 1950an pada pembuatan jaket kasual warna-warni, celana panjang dan jas. Perusahaan seperti J. C. Penney, Sport Chief, Campus, FourStar dan California Trends  semuanya memproduksi jaket short-waisted, kadang-kadang reversibel, umumnya dikenal sebagai jaket weekender.

 

2 komentar untuk “Mengenal Kain Gabardine”

  1. Ping-kembali: Pemilihan Bahan Tekstil Untuk Desain Busana - fesyendesign.com

  2. Ping-kembali: Mengenal Alat Jahit Penunjang - fesyendesign.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *