Numbering, Bundling, Ticketing

Penomeran (Numbering)


Penomoran (layer numbering) merupakan salah satu proses di bagian/departemen cutting yang dilakukan setelah pemotongan kain. Dalam proses ini, setiap komponen garmen ditandai dengan nomor seri lapisan kain yang di potong. Biasanya kode penomoran berisi ukuran pakaian (misalnya S, M, L), nomor Marker dan urutan lapisan (layer). 

Proses ini juga dikenal sebagai layer marking atau ply labelling (penandaan lapisan) atau ply numbering (penomoran lapisan).

Gambar Opentex 2253 Easy Set Layer and Shade Numbering Machine (www.bdstall.com)

Penomeran (numbering) dilakukan untuk menghindari kesalahan dalam pengelompokaan potongan kain pada saat pengikatan

Untuk mengidentifikasi komponen garmen dengan tepat (ukuran, warna, dan shade) saat operator sewing menjahit garmen. Jika operator sewing menjahit pakaian dengan mengambil komponen dari lapisan yang berbeda, maka ada kemungkinan terjadi warna belang (shading) pada pakaian jadi.

Seringnya lebih dari satu ukuran garmen dimuat di line sewing. Saat bundel dibuka dan dipindahkan ke mesin sewing, ada kemungkinan salah mengambil potongan dari bundel yang berbeda. Nomor di panel ini sangat membantu untuk mengidentifikasi komponen yang seharusnya dikerjakan.

Berdasarkan instruksi kerja, penomeran dibuat di dalam satu artikel atau “lembar kerja” (jobsheet) yang berisi tentang jenis dan warna bahan/kain yang telah dipotong, jumlah ukuran yang akan diproduksi dan keterangan lainnya. Setiap lembar (piece) diberi nomor yang berbeda.

 

 

Ticketing


Tiket kerja (work ticket) adalah informasi tentang proses-proses yang harus dilalui setelah pemotongan dan penomeran. Informasi yang diperlukan untuk tiket kerja antara lain sebagai berikut:

  • Kode style.
  • Warna (Color)
  • Pot. (Potongan ke berapa)
  • Ukuran (size)
  • No. seri/no. bundel
  • Jumlah (Quantity)
Gambar Tiket Kerja

 

 

Pengikatan (Bundling)


Pengikatan (bundling) di antaranya bertujuan mempermudah proses pengangkutan (delivery) potongan/komponen pakaian dari departemen cutting ke departemen penjahitan (sewing), mengurangi resiko tercecer dan atau tercampur tiap-tiap panel/komponen garmen antara satu dengan yang lain. Komponen pakaian dikelompokkan dan diikat berdasarkan warna dan ukuran yang sama.

Proses pengikatan (bundling) dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu:

  1. Memilah potongan-potongan kainMemilah atau mengelompokkan komponen pakaian berdasarkan ukuran dan warna kain, dengan tujuan untuk memudahkan pekerjaan penomeran/pelabelan (numbering) dan pengikatan (bundling). Setiap pakaian memiliki komponen yang berbeda tergantung dari desainnya, hal ini sangat beresiko terjadi kesalahan saat proses penjahitan.
  2. Mengikat/Membundel (Bundling). Mengikat atau membundel menyatukan potongan-potongan dalam satu desain busana yang telah dikelompokkan sesuai dengan warna dan ukuran yang sejenis. Kemungkinan kesalahan yang terjadi dalam pengikatan antara lain:
    • Dalam satu ikatan komponen pakaian tidak lengkap
    • Aksesoris tidak sesuai atau tidak lengkap
    • Salah satu komponen dalam ikatan cacat atau rusak
    • Tidak ada tiket sehingga informasi proses kerja tidak jelas
    • Salah satu komponen tertukar dengan komponen ikatan yang lain
Gambar proses numbering,ticketing,bundling pada pakaian kemeja

 

Sistem Bundling

Pabrik garmen menggunakan berbagai metode bundling tergantung kebutuhan, terdapat beberapa sistem dasar yang umum yaitu antara lain:

  • Item bundling – semua bagian dari pakaian/garmen dibundel bersama.
  • Group bundling – beberapa (10-20) pakaian disatukan dalam satu bundel dan diberikan kepada satu operator atau tim untuk dijahit.
  • Progressive bundling – potongan yang sesuai dengan bagian tertentu dari pakaian (seperti lengan atau kerah) dibundel bersama dan diberikan kepada satu operator. Operator lain menjahit bagian lain dari garmen, yang kemudian dirakit menjadi garmen jadi pada tahap akhir.
  • Unit production system (UPS) – potongan garmen masing-masing dikirim ke tiap-tiap operator jahit melalui “assembly line” terkomputerisasi dan sepenuhnya mekanis yang beroperasi di seluruh fasilitas manufaktur. Dengan menggunakan sistem pemantauan komputer UPS, produsen dapat sepenuhnya melacak proses produksi garmen, mengidentifikasi di mana pelambatan terjadi, dan mengalihkan potongan garmen ke operator jahit lain yang bekerja lebih cepat. Gerber Garment Technology Inc. memproduksi sistem UPS, meniadakan kebutuhan untuk mengirimkan bundel pakaian dari operator satu ke operator lain. Hal ini dapat menurunkan biaya tenaga kerja karena lebih sedikit waktu menangani bundelan dan lebih banyak waktu menjahit. 
  • Manufaktur modular atau “berbasis tim” adalah jenis lain dari bundling yang menggabungkan beberapa karakteristik di atas. Dikembangkan di Jepang, ini adalah pengelompokan operator jahit menjadi tim yang terdiri dari delapan hingga sepuluh. Alih-alih setiap operator jahit melakukan satu tugas, mereka bekerja bersama pada pakaian dari awal hingga akhir. 

Operator bundling juga melakukan fungsi kontrol kualitas yang penting. Mereka memeriksa potongan garmen untuk masalah pemotongan, ketidakteraturan kain, atau masalah lain yang mungkin terjadi dalam produksi sejauh ini.

 

 

 

Referensi:

  • MODUL GURU PEMBELAJAR PAKET KEAHLIAN TATA BUSANA SMK KELOMPOK KOMPETENSI D Produksi Kemeja /Blus, Penyusun : Dra. Lily Masyhariati.MM, Penyunting : Dra. Erinovida. M.Pd, PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN (PPPPTK) BISNIS DAN PARIWISATA DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN, TAHUN 2016
  • onlineclothingstudy.com
  • www.textileschool.com
  • dll

2 komentar untuk “Numbering, Bundling, Ticketing”

  1. Pingback: Teknik Sewing Industri - fesyendesign.com

  2. Pingback: Teknik Cutting Industri Busana Pria - fesyendesign.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.