Proses Penjahitan dan Pengemasan Industri Garmen

Mesin Jahit dan Alat-alat Industri Garmen


Macam-macam mesin jahit industri (sewing machines)

  1. Mesin jahit  lockstitch, berkecepatan tinggi dengan satu jarum yang menghasilkan  jeratan kunci (lockstitch). Mesin ini dapat menggabungkan dua lembar kain dengan benang tunggal. Hasil jahitan di kedua sisi terlihat sama, cocok untuk menjahit kain berdaya mulur (stretch) seperti kaos. Mesin jahit ini sangat praktis sehingga paling banyak digunakan di industri pakaian jadi. Kecepatan 750 jpm (jeratan per inchi) atau spi (stitches per inch).
  2. Mesin Jahit  single needle, adalah mesin jahit satu jarum, berfungsi untuk menjahit setikan lurus satu jalur untuk kain yang tidak mulur (stretch)  seperti katun, denim, dan sebagainya. Mesin ini menghasilkan jahitan dengan type jeratan kunci (lockstitch) dengan kecepatan 4000-5000 jpm. Jarum yang digunakan DB x 1.
  3. Mesin jahit double stitch, adalah mesin jahit lockstitch terdiri dari dua jarum yang menghasilkan beberapa jalur setikan tergantung jumlah jarum yang digunakan. Kecepatan mesin mencapai 3500 jpm, jarum yang digunakan Dp x 2. 
  4. Mesin obras (overlock), adalah mesin yang dipakai untuk menyelesaikan tepi kain, dilengkapai dua buah pisau di bagian atas dan di bawah plat mesin yang berfungsi sebagai pemotong tepi kain dan membuang tiras-tiras yang menjerumbai. Di industri garmen mesin obras yang biasa dipakai antara lain; mesin obras  jarum 1 dengan 3 benang, mesin obras jarum 2 dengan 4 benang dan mesin obras  jarum 2 dengan 5 benang. 
Gambar macam-macam mesin jahit industri

 

Macam-macam mesin jahit khusus (special/advanced machine)

  1. Mesin jahit kelim bawah (hemming machine). Mesin ini menghasilkan jeratan kunci (lockstich) yang berfungsi untuk menjahit kelim bawah dan langsung melipat. Contoh kelim kaki celana atau lubang lengan. 
  2. Mesin lubang kancing (button holing machine). Mesin lubang kancing menghasilkan jeratan kunci (lockstitch),  jahitan atas dan bawah terlihat sama. Mesin ini bekerja lebih lambat namun menghasilkan lubang kancing yang lebih datar dan hasil jahitan tidak dapat terurai. Jarum yang digunakan untuk mesin lubang kancing tipe Dp x 5.  
  3. Mesin pasang kancing (button attaching). Mesin pasang kancing menghasilkan jeratan kunci (lockstitch), berfungsi untuk memasang kancing lubang dua atau lubang empat. Dikarenakan menggunakan benang tunggal maka jahitannya harus diselesaikan dengan baik, jika ada jahitan yang terlepas maka jahitan akan mudah terurai dan kancing pun akan terlepas. Kecepatan mesin 2000 spm, jarum yang dipakai  TQ x 17. Adapun variasi lubang 10 mm -32 mm. 
  4. Mesin pasang karet. Mesin pasang karet menghasilkan jeratan rantai (chainstich), berfungsi untuk menjahit/memasang karet.
  5. Mesin penguat jahitan /tresn (bartacking machine). Mesin jahit dengan jahitan lockstitch berfungsi untuk menguatkan jahitan seperti bagian ujung saku, ujung ritsluiting, ujung belahan.
  6. Mesin saku bobok (pocket welting). Mesin jahit yang menghasilkan jeratan kunci (lockstitch) berfungi untuk membuat saku bobok secara otomatis dengan pengaturan secara digital.
Gambar macam-macam mesin jahit khusus
Gambar macam-macam mesin jahit khusus

 

Macam-macam mesin penyelesaian (finishing machine)

  1. Setrika uap (steam iron). Setrika uap  dioperasikan dengan gas atau listrik. Setrika ini dilengkapi dengan tombol pengatur suhu dan infus transfer air ke setrikaan yang menghasilkan uap (steam).
  2. Vacuum board/vacuum table, meja setrika dengan penyedot uap di bawahnya. Dilengkapi mesin pres (pressing machine) dengan papan lengan. 
  3. Mesin pres (pressing machine). Mesin pres berfungsi melekatkan kain pelapis atau vlieseline.
  4. Thermo fusing, adalah alat pres yang bentuk dan cara penggunaannya seperti mesin foto copy, funsinya sama dengan mesin pres. Mesin ini digunakan untuk produksi masal sehingga dalam satu kali pengepresan dapat dilakukan dalam jumlah banyak sesuai dengan kapasitasnya. 
  5. Mesin pembalik kerah. Selain membentuk sudut-sudut kerah menjadi runcing dan rata sekaligus melicinkan kerah karena mesin ini juga berfungsi sebagai mesin pres.
  6. Alat penghisap kotoran (vacuum cleaner). Berfungsi membersihkan kotoran, sisa-sisa benang, bulu-bulu yang menempel pada busana setelah proses penjahitan.
  7. Alat pembersih noda (spotting gun). Alat pembersih noda berbentuk sprayer yang diisi dengan cairan pembersih noda. Caranya dengan menyemprotkan ke area noda sampai noda tidak terlihat kemudian biarkan sampai mengering.     
  8. Mesin hanger (conveyor machine). Mesin ini berfungsi untuk menggantung pakaian pada proses penjahitan di industri pakaian jadi (garmen). 
Gambar macam-macam mesin pressing
Gambar macam-macam mesin penyelesaian

 

Macam-macam jarum mesin industri

Di pasaran terdapat berbagai merek jarum mesin dengan spesifikasi berbeda-beda, ukuran besar kecilnya jarum dapat dilihat pada nomer yang tertera pada kemasannya. Nomer kecil menunjukkan ukuran jarum yang lebih kecil dan sebaliknya.

Ukuran jarum mesin jahit industri pada umumnya menggunakan nomer puluhan seperti 60, 70, 80, 90, 100, 110.

Gambar macam-macam jarum jahit industri

 

 

Sistem Penjahitan di Industri Pakaian Jadi (Garmen)


Bagian penjahitan bertugas melaksanakan proses jahit dari awal sampai akhir sesuai perencanaan produksi mengikuti analisa kerja yang telah disusun. Analisa kerja mencakup menentukan waktu penjahitan, sistem penjahitan, urutan proses, dan penggunaan mesin.

Proses penjahitan di industri pakaian/garmen dikenal dengan beberapa sistem antara lain:

  1. Sistem Lengkap (Make Trough). – Pada sistem ini seorang operator jahit mengerjakan satu pakaian secara lengkap dari awal sampai akhir, bila perlu pindah ke mesin jahit lain untuk mengerjakan jahit-jahitan khusus. Sistem ini banyak dilakukan oleh pengusaha industri kecil karena tidak memerlukan penggunaan mesin dan tenaga kerja yang banyak karena dapat disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki.
  2. Sistem Bundel (Bundle Method). – Sistem penjahitan secara kelompok (single line system) yaitu seluruh komponen pakaian seperti; kerah, saku, kantong, manset dan lainnya dibundel menjadi satu, setiap bundel didistribusikan ke beberapa kelompok sesuai dengan urutan proses penjahitan perakitan menurut uraian pekerjaan (breakdown) yang telah ditetapkan. Sistem ini biasanya dilakukan oleh industri besar dan menengah dimana mereka memiliki peralatan dan tenaga kerja yang cukup banyak.
  3. Sistem Ban Berjalan (Selector Conveyor Method). – Sistem penjahitan dilakukan secara bertahap (progressive line system), mesin dan waktu diatur sedemikian rupa sesuai urutan  proses yang telah ditetapkan (breakdown) dalam waktu yang relatif seimbang pada setiap tingkatan proses.
  4. Sistem Setengah Jadi. – Komponen pakaian diberikan dan disambung/jahit/assembly di luar pabrik, kemudian disetor kembali setelah komponen pakaian setengah jadi dan diselesaikan di dalam pabrik.
  5. Sistem Borongan. – Proses produksi dilakukan di luar pabrik/perusahaan mulai dari desain sampai produk jadi. Yang dilakukan di pabrik/perusahaan hanya pengemasan (packing).
  6. Sistem Sewa. – Nama, gedung dan karyawan disewa oleh sebuah perusahaan lain yang berasal dari daerah atau negara lain. 

 

 

Proses Pembuatan Pakaian Secara Industri (Sewing Room)


Bagian penjahitan (sewing room) dalam industri pakaian jadi (garmen) terdiri dari beberapa bagian antara lain:

  1. Penjahitan Persiapan (pre-assembly). – Proses penjahitan komponen-komponen pakaian sebelum dilakukan penjahitan perakitan, misalnya menjahit/membuat kerah (collars), manset (cuffs), saku (pocket), lengan (sleeve), badan depan (front body), badan belakang (back body). 
  2. Penjahitan Pra-perakitan (Pre-assemble). – Sub unit yang dipersiapkan untuk membuat komponen pakaian, misalnya memasang kantong kemeja ke badan depan, memasang manset ke panel lengan kemeja, kemudian sub-sub bagian tersebut dirakit menjadi unit yang lengkap.
  3. Penjahitan Perakitan (Assembly) produk secara lengkap. Bagian ini menjahit/menyambung komponen-komponen menjadi pakaian jadi yang utuh seperti kemeja, blus, rok, gaun dan sebagainya. Perakitan dilakukan setelah bagian persiapan menyelesaikan seluruh komponen-komponen pakaian yang akan dijahit.
  4. Penyempurnaan (Finishing). – Lingkup pekerjaan penyempurnaan antara lain; membersihkan sisa-sisa benang sesudah dijahit (trimming) dan merapikan pakaian atau penyetrikaan (pressing). Proses penyetrikaan (pressing) terdiri dari: 
    • Under Pressing: menyetrika jahitan-jahitan yang terbuka dan mempersiapkan bentuk (shape) dari desain tertentu. Dikerjakan saat proses penjahitan sedang berlangsung.
    • Off Pressing: penyetrikaan yang dilakukan setelah pakaian selesai dijahit.
  5. Pemeriksaan Mutu (Quality Control). – Dalam industri pakaian jadi pemeriksaan mutu produksi  dilakukan secara bertahap, antara lain:
    • Pemeriksaan dalam proses, dilakukan pada beberapa tahap proses yang dipilih, terutama pada bagian-bagian kritis dan sulit seperti tahap pemotongan, penjahitan dan pemeriksaan ukuran.
    • Pemeriksaan akhir, dilakukan pada saat pakaian telah selesai dijahit. Metode pengambilan sample pemeriksaan sesuai standar yang ditetapkan.
    • Pemeriksaan keliling, dilaksanakan oleh supervisor atau pengawas, supervisor harus selalu keliling dan membantu operator jika didapatkan kesalahan yang memerlukan perbaikan.

 

 

Pengemasan dan Pengepakan


Pengemasan

Dalam perdagangan eceran kemasan pakaian/kemeja dilakukan dengan berbagai cara antara lain dengan digantung atau dilipat. Ada beberapa jenis lipatan antara lain:

  1. Lipatan datar (flat). – Lipatan datar dapat dilakukan untuk semua jenis pakaian. Kemeja dilipat dengan alat bantu kertas tipis untuk bagian badan dalam, sematkan jarum sebagai pengait.
  2. Lipatan tegak (stand up). – Lipatan tegak umumnya dipakai untuk mengemas kemeja berdasi. Kemeja dilipat dengan bantuan karton untuk bagian badan sampai leher belakang, bagian kaki kerah diberi plastik atau karton agar kerah dapat berdiri tegak, kemudian bagian badan dikait dengan jarum pentul agar lipatan tidak mudah terbuka.
  3. Lipatan gantung (full hanger). – Lipatan gantung lebih banyak dipakai untuk mengemas pakaian wanita dan anak. Pakaian/kemeja digantung dengan alat bantu hanger, jarum pentul sebagai pengait atau penjepit plastik untuk bagian lengan dan badan agar terlihat rapi.
  4. Lipatan gantung dan lipat. – Lipatan ini pada umumnya dipakai untuk pakaian wanita maupun pria dewasa. Pakaian dilipat kemudian digantung, atau pakaian digantung kemudian bagian bawahnya dilipat dengan alat bantu jarum pentul sebagi penahan, agar bentuk lipatan tidak terlalu panjang.

Kemasan untuk pakaian jadi umumnya dimasukkan ke dalam kantong plastik (polybag) kemudian ditutup rapat (disegel). Kantong plastik mempunyai ukuran tertentu yang disesuaikan dengan bentuk lipatan. Pada kemasan biasanya terdapat tulisan dan gambar atau logo yang dapat menjelaskan mengenai produk tersebut, seperti desain, nomor ukuran, bahan baku, cara pemeliharaan pakaian, dan sebagainya.

Gambar macam-macam pengemasan

 

Pengepakan

Fungsi utama pengepakan (packing) adalah untuk kepentingan pengiriman dan penjualan, agar pakaian sampai ke tempat tujuan tanpa mengalami kerusakan.

Pengepakan tertutup rapat (disegel) dan kuat, tidak mudah rusak oleh udara, terjatuh atau terlempar. Pengepakan pakaian dapat dilakukan dalam bentuk tas, kotak karton atau bungkusan.

Ada beberapa pengepakan yang umum dilakukan antara lain:

  1. Pengepakan dengan kotak karton. – Kotak karton terbuat dari kertas karton atau kardus dengan berbagai bentuk. Tiap kotak diisi sejumlah tertentu bentuk lipatan pakaian yang bervariasi, kemudian ditutup rapat dan dengan kertas perekat. 
  2. Pengepakan dengan kantong. – Kantong terbuat dari kertas atau plastik transparan dengan berbagai bentuk (berupa amplop dan kantong). 

Gambar macam-macam pengepakan

Baca artikel: “Langkah Kerja Menjahit Kemeja Wanita” berikut:

Langkah Kerja Menjahit Kemeja Wanita

Baca juga: “Sewing dan Finishing”

Sewing dan Finishing

 

 

Referensi:

  • MODUL GURU PEMBELAJAR PAKET KEAHLIAN TATA BUSANA SMK KELOMPOK KOMPETENSI D Produksi Kemeja /Blus, Penyusun : Dra. Lily Masyhariati.MM, Penyunting : Dra. Erinovida. M.Pd, PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN (PPPPTK) BISNIS DAN PARIWISATA DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN, TAHUN 2016
  • dll.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.