Sejarah Perkembangan Fashion dunia

1950


Pada tahun 1950an tren fashion yang berkembang disebut dengan istilah Teddy boys.

Gaya ini muncul setelah perang yang panjang di Inggris. Sejak itu masyarakat mulai menyadari pentingnya untuk bersatu dan ingin mengurangi kesenjangan sosial. Untuk mengekspresikan hal itu, para penjahit tradisional mulai memperkenalkan jas berkancing satu, panjang dan pas di badan. Bahannya dari beludru yang diberi manset.

Gaya jas ini sangat flamboyan dan elegan, sehingga di mata para pekerja pabrik persamaan derajat yang telah dijanjikan hanyalah omong kosong. Tapi kaum muda tidak menyerah, dengan kreatif mereka memadukan semangat lewat gaya baju yang elegn, efektif dan powerful. gaya tersebut mereka pakai sehari – hari dan dikenal dengan istilah teddy boys.

 

1960


Mode yang berkembang pada tahun 60an terkenal dengan istilah MODS. Mods berasal dari kata “Modernist”.

Jika di Teddy boys perbedaan kelas sangat ditonjolkan, kaum MODS mau mengekspresikan tidak adanya perbedaan kelas lewat baju yang dipakai. Akhirnya mereka memilih fashion yang minimalis.

Karakter Mods untuk lelaki adalah rambut yang dipotong rapi ala anak kuliahan, kerah kemeja bundar, jaket tipe roman yang pendek dan berkancing tiga, celana yang menyempit tanpa adanya lipatan di bawahnya dan sepatu lancip.

Sedangkan gaya mods untuk wanita adalah ciri rambut berponi rapi, potongan bob, stocking mulus, rok yang bawahnya tidak banyak sisa, jaket blazer yang pendek dan sepatu lancip. Mods memberikan inspirasi kepada moder jazz dan penekanan arti “less is more”.

 

1960 – 1970an


HIPPIES

Gaya ini muncul dari orang-orang yang menentang perang Vietnam Amerika. Dari sinilah muncul pergerakan anti perang yang akhirnya terbentuklah komunitas hippies. cinta damai, hidup back to nature, dan sikap protes menginspirasi kehidupan Hippies.

Lewat motto flower power mereka menunjukan pengaruh cara berpakaian mereka yaitu warna dan motif cerah, baju dan celana lebar.

Contoh artis dengan gaya HIPPIES adalah Jimmy Hendrix.

 

1970


SKINHEADS

Gaya yang berkembang pada tahun 70an, berawal dari MODS yang melahirkan gaya rapi, elegan dan menengah ke atas yang tidak disukai oleh masyarakat pada umumnya.

Muncul pemberontakan lewat fashion yang menunjukkan identitas masyarakat menengah kebawah yang mayoritas para pekerja pabrik. Disinilah Fashion SKINHEADS lahir dengan gaya boots besar seperti sepatu DOc Marten’s, jeans ketat, jaket pekerja pabrik dan ciri khas kepala botak.

Biasanya para penganut style ini senang kekerasan dan konflik bentuk dari sikap pemberontakan mereka.

RASTAFARIANS

Dimulai pada tahun 1930 di Jamaica setelah dinobatkannya Haile Selassie sebagai Emperor Ethiopia. Lewat kejadian ini, rastafarians menghindari hal-hal yang bersifat merusak dan menerapkan hidup damai, toleransi, menghormati diri sendiri dan mencapai inspirasi dari kebudayaan tradisional mereka.

Pada awal tahun 70an, dengan didukung oleh sang legenda Bob Marley, kaum rastafarians menunjukkannya dengan memakai ikat pinggang, ban tangan, topi, kaos, yang warna-warnanya sesuai dengan bendera suci Ethiopia yaitu merah, emas dan hijau. Gaya rambutnya pun menirukan karakter unik mereka. komunitas ini jadi gampang dikenali, karena mereka terlihat menarik dengan rambut yang dikepang kecil atau digimbal (dreadlock). Style rambut ini disukai karena pembuatannya dan perawatannya memakai bahan – bahan tradisional dan natural.

SKATERS

Awal tahun 1970 olahraga skating sangat digemari. Para skaters biasanya memamerkan atraksinya di arena untuk bermain, tapi lama kelamaan mereka mulai bermain di tempat umum yang mengakibatkan konflik dengan polisi. Dari sinilah skaters menjadi gaya hidup.

Gaya fashion yang ditampilkan para skaters ini adalah celana gombrong, kaos dengan sablonan gambar grafis dan warna-warna yang cerah.

PUNKS

Style ini muncul dari pemberontakan para kaum muda terhadap sistem kerajaan.

Ciri khas para punkers ini adalah straight jacket yang diberi tulisan nama kelompok mereka. Selain itu mereka juga memakai aksesoris logam, gaya rambut cat woman dan inghaired.

NEW ROMANTIC

Inggris adalah negara tempat munculnya gaya new romantic.

Penganut fashion ini tidak mau disamakan dengan kaum punks karena gaya mereka adalah pemberontakan dari gaya punks.

Agar terlihat berbeda, mereka memberi bayangan pada pelupuk mata, ditambahkan mascara dan eyeliner yang tebal. Hal ini berlaku untuk pria dan wanita.

Contoh artis dengan gaya new romantic adalah Fredy Mercury

GOTHIC

Misterius, senang kegelapan dan ingin beda dari yang lain adalah ciri khas dari gaya fashion ini. Selain itu, para pemuja style ini wajib untuk selalu tampil dengan jubah dari bahan beludru.

Buat mereka, gothic adalah penjelmaan dari drakula dan itu adalah suatu kemewahan. Make up pembentuk lambang kegelapan juga menjadi pelengkap dandanan selain tattoo. wajah mereka juga harus diberi bedak putih pucat, alis dibentuk lengkungan tipis dan bibir diberi lipstik merah menyala.

Selebritis yang menggunaka gaya ini misalnya Marilyn Manson.

 

1980


CASUAL

Casual menunjukkan kesuksesan dan kekayaan pribadi yang lahir bersamaan dengan diangkatnya Margaret Thatcher menjadi perdana menteri Inggris, sehingga banyak yang menyebut gaya ini Thatcherism.

Gaya casual adalah penyempurnaan gaya sportif yang menjadikannya lebih rapi dan trendi.

Karakteristik casual memakai baju-baju dengan label kelas atas, contohnya Lacoste, Lois and Burberry, Adidas. Vest dan jaket track suit juga sangat digemari dan jadi khas gaya mereka.

GRUNGE

Fashion ini adalah suatu gaya yang menampilkan kebebasan lewat pilihan baju, ciri khasnya adalah checked skirts dan sepatu boots seperti Doc Marten’s.

Penganut grunge wajib tampil dengan baju seadanya atau tanpa baju atasan, dan harus dilengkapi dengan tattoo dan tindikan di alis, lidah dan hidung.

Selebritis dengan gaya Grunge misalnya Kurt Cobain

 

1990


SUPERMARKET OF STYLE

Istilah ini dibuat untuk mendeskripsikan identitas orang yang tidak loyal pada satu jenis fashion saja. Penganutnya memakai semua gaya fashion dengan cara mix ‘n match.

Sekarang style yang mereka ciptakan bukan lagi sebagai bentuk pemberontakan, tapi sebagai alternatif atau identitas.

Berbeda dengan penganut fashion lainnya, pencinta Supermarket of style ini membuat style sendiri yang unik, yang jadi pilihan adalah baju yang berlapis-lapis atau bertumpuk-tumpuk. Misalnya t-shirt lengan panjang ditumpuk dengan t-shirt lengan pendek ditambah bandana dengan topi.

Fashion ini paling banyak ditemukan di kawasan harajuku, jepang.

 

2000


NEW MILLENIUM

Di era ini definisi fashion adalah membaur dan menyatu. Misalnya payet di baju casual, bahan-bahan kontradiktif seperti lycra yang menyelimuti tubuh dan bahan nylon atau polyester yang ditumpuk jadi satu. Artinya tidak ada lagi batasan untuk bilang bahwa suatu rancangan baju sudah sesuai dengan fashion atau tidak, designer yang berpengaruh.

 

Sumber: Issey Miyake.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *