Siluet Pada Setelan Jas

Bentuk Dasar Siluet Pada Jas


Terdapat tiga bentuk dasar siluet pada suit jacket atau setelan jas:

  • Sack atau Brooks Brothers Suit Jacket: Shapeless, dengan bahu sempit. Jas terkesan kebesaran di badan.
  • Structured Silhouette Suit Jacket: Dipengaruhi oleh seragam militer – ini adalah siluet paling formal untuk suit jacket. Bahunya ditambahkan padding dan pinggangnya rapi.
  • Fitted Silhouette Suit Jacket: Siluet agak ketat membentuk body yang disesuaikan. Dengan sedikit padding atau bantalan.
siluet jas (source: www.realmenrealstyle.com)

 

Detail Pembentuk Siluet Pada Jas


Berikut adalah beberapa detail utama yang membentuk siluet setelan jas.

Bahu (Shoulder)

Semakin tebal bantalan (padding) bahunya maka bahu akan terlihat semakin sejajar horizontal; makin tipis padding-nya maka makin landai. Bahu kemudian bertemu di puncak lengan baju pada apa yang disebut “sleevehead“. Bagian ini ada yang lebih menonjol (di puncak lengan); rata (bahu alami); dan atau justru turun/jatuh  karena tidak diisi padding sama sekali (bald shoulder).

Dada (Chest)

Dada pada jas bisa dibuat ramping (lean) atau penuh (full). Jas ramping lebih lekat ke tubuh, memberikan kesan muda dan rapi. Untuk jas dengan dada yang penuh akan menciptakan profil yang lebih berotot.

Waist dan Skirt

Bagian pinggang (waist) pada jas bisa dikencangkan atau dibiarkan longgar. Skirt adalah area di bawah buttoning point – bisa memeluk pinggul atau mengembang keluar. Kombinasi dari elemen-elemen ini dengan bentuk dada bisa menjadi: A shape, V shape, X shape, dan I shape.

Memanjang/Melebar

Dengan memainkan garis-garis pada jas, bentuk atau potongannya bisa terkesan memanjang (elongation) atau melebar (widening).

Jas yang memanjang mungkin memiliki titik kancing (buttoning point) yang lebih rendah dan lekukan (notch) lapel yang lebih tinggi untuk membuat garis vertikal yang panjang dari bahu ke titik kancing. Sebaliknya, jas bisa terlihat melebar karena lapel yang lebih lebar dan atau bahunya juga lebih panjang.

Dalam kasus tertentu, bentuk widening bisa terlihat sedikit lebih kasual, santai, dan modis. Siluet yang membulat, potongan jas lebih pendek, lapel lebih lebar, dan bahu lebih natural.

Bentuk lapel lurus cenderung memberi efek memanjang, demikian juga bentuk lapel yang melengkung ke dalam, sedangkan melengkung ke luar akan terlihat melebar.

Aspek-aspek ini dapat dipadukan dengan berbagai cara untuk menciptakan siluet jaket yang diinginkan.

istilah dasar pada jas (source: putthison.com)

Sleeve head: Inti dari jahitan jas adalah pada pundaknya, tampilan garis bahu lebih dari sekadar penambahan padding (bantalan). Banyak hal yang harus diperhatikan, bagaimana sleevehead yang merupakan bagian atas lengan, dimasukkan ke lubang lengan (armhole).

Bellied atau Straight Lapel: Lapel melengkung di sepanjang tepi dikenal sebagai bellied lapel dan straight lapel untuk yang lurus. Bellied lapel mempunyai kesan tampilan yang lebih konservatif, sedangkan straight lapel dianggap lebih modern.

Buttoning Point: Titik tumpu pada jas. Pada jas kancing dua adalah kancing yang atas. Pada jas kancing tiga letaknya di tengah. Pada jas klasik biasanya memiliki buttoing point sejajar pinggang (bagian tersempit pada jas).

Fronts/Quarters: Area jas di bawah buttoning point. Area Fronts yang terbuka memberi kesan dinamis, sebaliknya area quarter yang tertutup memberi kesan lebih konservatif.

Skirt: Sebelumnya mantel/jas berkuda biasanya dibuat flared skirt (ujung bawahnya melebar keluar), sehingga akan melebar dan rapi saat di atas sadel kuda. Sekarang hal tersebut dilakukan untuk efek gaya. Flared skirt biasanya akan membentuk siluet berbentuk X. Sedangkan Skirt yang menyempit di pinggul akan berbentuk Y.

Lean and Clean dan Drape and Shape


Dalam dunia jas setelan (suits) dan jaket olahraga (sport coats), perbedaan terbesarnya adalah mereka yang lebih menyukai slim fit versus mereka yang menyukai sesuatu yang lebih berisi.

Drape sering digunakan untuk merujuk pada bagaimana sebuah pakaian digantung. Namun dalam istilah yang lebih teknis, penjahit menggunakannya untuk merujuk hal yang sangat spesifik. Pada awal abad ke-20, seorang penjahit Belanda-Inggris bernama Frederick Scholte memperhatikan apa yang terjadi jika Anda mengaitkan Guardsman’s coat (mantel panjang dengan kait di belakang) – dada menjadi sedikit lebih berisi, pinggang mengecil, dan keseluruhan siluet tampak lebih maskulin dan atletis.

Drape and shape dibentuk dengan bantalan atau bahan yang kaku. Perhatikan bagaimana drape and shape pada jas dimana  lebihan kain di sepanjang tepi dada, dekat armhole, membuat bentuk tampilan lebih penuh.

Kebalikan dari ini adalah apa yang dikenal sebagai bentuk “lean and clean“, yang merupakan istilah lain untuk jaket slim fitting. Pakaian lebih melekat ke tubuh atau sedikit lebih ketat.

Siluet dan Fitting


Gaya atau style seringkali lebih tentang siluet daripada hanya pada fitting-nya. Keduanya bukanlah konsep yang sepenuhnya berbeda – garisnya kabur dan keduanya tumpang tindih. Tetapi secara umum, fit dalam istilah yang lebih bermakna adalah area yang sangat kecil. Ini tentang apakah kerah pakaian pas di leher Anda; apakah sesuatu itu ketat atau longgar atau tidak tepat pada tempatnya. Siluet, di sisi lain, adalah tentang bentuk pakaian Anda. Apa yang yang tersisa saat Anda mengabaikan semua detail dan hanya melihat garisnya – dan itu adalah dimensi terpenting untuk menentukan apakah sesuatu terlihat menarik.

Jika hanya memperhatikan pada fitting dan memikirkannya dalam istilah yang terlalu luas, maka pakaian mungkin secara teknis akan pas, tetapi bisa terlihat buruk saat dikenakan. Inti pakaian bagaimanapun adalah untuk menjadikan bentuk tubuh Anda terlihat lebih baik.

Sumber referensi:

  • putthison.com
  • nomanwalksalone.com
  • realmenrealstyle.com
  • dll

1 komentar untuk “Siluet Pada Setelan Jas”

  1. Ping-kembali: Mengenal Busana Setelan (Suit) - fesyendesign.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *