Tehnik Mengukur Tubuh

Teori Dasar Mengukur


Ukuran tubuh merupakan hal yang penting dalam pembuatan suatu busana. Cara mengambil ukuran harus benar-benar dilakukan secara cermat dan teliti, karena ukuran sangat menentukan hasil akhir sebuah busana.

Ada dua cara dalam mengambil ukuran. Dari cara-cara tersebut yang perlu diperhatikan adalah penambahan ukuran untuk maksud tertentu.

Cara mengambil ukuran tersebut adalah :

  1. mengambil ukuran pas sesuai dengan ukuran badan, kelebihan ukuran atau kelonggaran ukuran akan diberikan pada saat pola dasar ataupun pada saat pecah pola.
  2. memberi kelonggaran ukuran pada saat pengukuran ataupun pada saat pencatatan.

Untuk dapat mengambil ukuran dengan tepat perlu diketahui dan dikuasai terlebih dahulu beberapa hal; diantaranya yaitu; alat ukur, fungsi mengukur, tujuan mengukur, teknik mengukur.

Arti ukuran


Ukuran adalah:

  • Hasil ukuran
  • Panjang, lebar, luas, besar suatu benda.
  • Bilangan yang menunjukan besar kecilnya satuan ukuran suatu benda.

 

Tujuan mengukur


  • Untuk mengetahui besar kecilnya bentuk badan.
  • Untuk membuat suatu busana.
  • Untuk mengetahui hubungan antara bentuk badan dan bentuk busana.

 

Fungsi ukuran


  • Sebagai data pembuatan pola dasar baik pola konstruksi maupun drapping.
  • Sebagai dasar untuk mengembangkan desain-desain baru.
  • Merupakan reverensi pada waktu pengecekan pola.
  • Membantu pada waktu mengepas.

 

Alat yang diperlukan untuk mengukur tubuh


  • Pita ukuran/ meteran

Pita ukuran yang tidak boleh meregang. Garis-garis dan angka yang tertera pada ukuran harus jelas pada kedua sisinya. Logam penjepit pada ujung pita harus terpasang datar dan tidak miring. Fungsi logam adalah untuk menjaga agar ujung pita ukuran tidak sobek.

meteran pita / plastik (sumber : wikipedia.com)
  • Ban peter/ veter ban (ukuran: lebar 1,5 cm)

gambar veterban
  • Mistar lurus (ukuran 20 cm – 30 cm)

mistar
  • Buku catatan/ buku ukuran dan alat tulis

 

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada waktu mengukur


  1. Sebaiknya orang yang diukur mengenakan busana yang pas badan.
  2. Berdiri dalam posisi tegak lurus dan garis pandang sejajar dengan letak tinggi mata.
  3. Jangan memasang pita ukuran di sekeliling tubuh dengan ketat, sehingga menekan otot.
  4. Sebaiknya letakkan pita ukuran dengan tekanan yang ringan dan merata, untuk mendapatkan ukuran yang benar.
  5. Memberi tanda pada pinggang yang paling kecil, gunakan pita ukuran lebar ± 0,5 cm.
  6. Sebaiknya posisi yang mengukur di sebelah kanan depan si model/ peragawati.
  7. Menyiapkan daftar ukuran tubuh (sesuai dengan urutan ukuran tubuh) untuk mempermudah/ menghemat waktu dalam bekerja.

 

Teknik mengukur


Mengukur tubuh baik dewasa maupun anak-anak pada prinsipnya mempunyai cara/ teknik yang sama. Untuk mendapatkan ukuan yang tepat, sebaiknya dibantu dengan pemasangan body line pada lingkar badan, lingkar pinggang, dan lingkar pinggul.

Mengukur hendaknya dilakukan secara sistematis, sehingga orang yang diukur tidak merasa lelah dan tidak memakan waktu terlalu lama. Pengukur berdiri di depan model pada posisi 45° samping kanan dan bagian belakang, bukan model yang berputar. 

1 komentar untuk “Tehnik Mengukur Tubuh”

  1. Ping-kembali: Teknik Pembuatan Pola Dasar - fesyendesign.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *