Teknik Memotong Bahan

Ruang Lingkup


Ruang lingkup modul ini mengenai pengetahuan tentang teknik dan prosedur cutting dalam proses pembuatan busana, antara lain:

  • Persiapan alat, bahan dan pola, serta tempat/ruang potong
  • Alat yang digunakan untuk memotong bahan
  • Teknik dan prosedur memotong bahan
  • Memindahkan tanda pola ke bahan

Dalam usaha pembuatan busana/pakaian, pekerjaan memotong bahan memegang peranan yang sangat penting setelah pembuatan pola.

Pekerjaan memotong bahan adalah termasuk pekerjaan yang harus dilaksanakan dengan teliti dan seksama. Hasil potongan bahan yang kurang baik akan mempengaruhi hasil akhir dari proses pembuatan suatu busana. 

 

Persiapan


Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam persiapan memotong bahan adalah:

  • Persiapan ruang kerja
  • Persiapan alat
  • Persiapan bahan dan pola
  • Kesehatan dan keselamatan kerja

 

 

Persiapan Ruang Kerja

  1. Memiliki penerangan yang baik, tidak terhalang oleh furnitur atau barang lainnya
  2. Sirkulasi udara yang cukup nyaman
  3. Ukuran meja potong sesuai standard, permukaan meja rata dan datar
  4. Gambar tanda bahaya/peringatan diletakkan pada tempat yang terlihat

Langkah Kerja

Langkah kerja atau prosedur dalam menyiapkan tempat pemotongan adalah sebagai berikut:

  • Menyiapkan tempat kerja
  • Penerangan dalam ruangan dinyalakan
  • Meja potong dibentangkan dengan sempurna (bagi meja gunting yang bersayap kiri dan kanan), dibersihkan dari kotoran dan debu, rata permukaannya.
Gambar meja potong lipat

 

Persiapan Alat

Alat-alat yang diperlukan antara lain:

  • Pita ukur
  • Jarum pentul
  • Pemberat
  • Gunting
  • Alat pemberi tanda

 

Pita ukur

Pita ukur, digunakan dalam setiap langkah proses pembuatan suatu busana mulai dari mengambil ukuran hingga finishing.

pita ukur

Gambar pita ukur (sumber wikipedia.com)

 

Jarum pentul

Jarum pentul digunakan untuk menyematkan pola di atas bahan.

Ada beberapa jenis jarum pentul : 

  • Kecil, seluruhnya dari logam baik kepala maupun ujung jarum. Biasanya digunakan untuk pekerjaan mendisplay busana di etalase 
  • Sedang, badan sampai ujung jarum dibuat dari logam, kepala jarum dari plastik warna-warni, digunakan untuk hiasan display busana.
  • Panjang, lebih panjang dan runcing. Badan sampai ujung jarum dari logam, kepala jarum dari plastik warna-warni, digunakan untuk menyemat pola ke bahan pada proses memotong bahan atau menyemat bahan ke bahan pada proses menjahit.
  • Panjang dan besar, badan dan ujung jarum dari logam, kepala jarum dari plastik warna-warni, digunakan untuk hiasan.
Jarum pentul (source: threadsmagazine.com)

Pemberat

Pemberat untuk membantu menahan kedudukan bahan pada waktu memotong agar tidak bergeser. Biasanya dipakai untuk bahan yang licin atau memotong bahan dalam jumlah banyak. 

 

Gunting

Gunting digunakan untuk memotong bahan, menggunting benang, pada waktu proses pembuatan busana. Macam-macam gunting antara lain :

  • Gunting Bahan
  • Gunting Kertas 
  • Gunting Benang/gunting tiras 
  • Gunting zig-zag 

 

Alat pemberi tanda

Alat pemberi tanda disini menggunakan :

  • Kapur Jahit 
  • Rader dan Karbon Jahit 
  • Jarum jahit dan benang jahit

 

Langkah Kerja

Langkah kerja atau prosedur mempersiapkan alat yang akan digunakan adalah sebagai berikut:

  • Memastikan pita ukur dalam keadaan lurus (tidak bergelombang atau mulur)
  • Memastikan gunting bahan yang akan digunakan tajam, tidak berkarat, tidak kendur (baut-nya)
  • Siapkan jarum pentul yang runcing dan tajam, tidak berkarat

 

 

Menyiapkan Bahan 

Bahan yang akan dipotong harus disiapkan dengan cermat untuk mencegah terjadinya kegagalan produksi (pembuatan busana).

Perhatikan hal-hal berikut dalam mempersiapkan bahan:

  • Kualitas bahan harus bagus, dari struktur tenunan hingga penyempurnaannya.
  • Jika potongan bahan tidak lurus pada saat membeli maka harus diluruskan dengan cara memotong searah benang pakan (yang ditarik).
  • Jika bahan (diperkirakan) menyusut maka harus rendam dengan air terlebih dahulu.
  • Jika bahan kusut maka harus disetrika terlebih dahulu.
  • Kuantitas bahan harus sesuai dengan kebutuhan (berdasarkan rancangan bahan yang telah dibuat) sehingga tidak terjadi kekurangan atau kelebihan bahan.

 

Langkah Kerja

Langkah kerja atau prosedur menyiapkan bahan yang akan digunting (potong):

  • Bahan dibentangkan di atas meja gunting/potong, dalam keadaan lurus, datar dan licin (tidak boleh kusut)
  • Bahan diluruskan menurut arah benang pakan
  • Bahan ditarik ke empat arah (semua arah) agar lurus
  • Bahan yang diperkirakan kusut, sudah dibentangakan di atas meja gunting (potong) dalam keadaan sudah dicuci dan disetrika
  • Bahan dilipat dua pada lebar bahan
  • Bagian buruk kain berada di luar (menghadap luar)
Gambar memotong bahan lurus arah benang pakan

 

Menyiapkan Pola

Yaitu mempersiapkan pola yang akan digunakan 

Langkah Kerja

Langkah kerja mempersiapkan pola:

  • Menyiapkan pola sesuai desain/busana yang akan dibuat
  • Memeriksa kelengkapan jumlah pola
  • Memeriksa kelengkapan tanda-tanda pola (agar tidak terjadi kesalahan pada waktu meletakkan pola yang berakibat kesalahan pada waktu memotong bahan)
  • Tanda panah menunjukkan kalau pola tersebut diletakkan sesuai dengan arah serat (panjang kain). Misalnya: arah panah mengikuti arah vertikal, mempunyai arti pola tersebut sesuai dengan arah serat yang vertikal.
  • Memeriksa apakah pola sudah diberi kampuh 

 

Kesehatan dan Keselamatan Kerja

  • Ruangan dalam keadaan tenang dan bersih
  • Kenakan pakaian kerja
  • Bahan terbentang dengan rapi di atas meja potong yang rata dan datar
  • Alat terletak pada tempat yang sudah disediakan, misalnya: gunting jangan diletakkan di tepi meja kerja, jarum pentul jangan disematkan di blus atau bahkan digigit tetapi pada bantalan jarum atau tempat jarum

 

 

Memotong Bahan


Memotong bahan adalah salah satu pekerjaan yang memegang peranan penting baik dalam pembuatan busana maupun benda lainnya yang ada hubungannya dengan bidang usaha menjahit, sehingga persiapan harus dilakukan sebaik-baiknya untuk menghindari kesalahan.

Setelah bahan yang akan dipotong dibentangkan di atas meja kerja, pekerjaan selanjutnya adalah:

  • Memeriksa bahan
  • Meletakkan pola di atas bahan
  • Memotong bahan

 

Memeriksa bahan

Hal-hal yang harus diperhatikan saat memeriksa bahan adalah:

  • Arah motif bahan
  • Bahan dengan motif garis/kotak
  • Tekstur bahan

 

Arah motif bahan

Untuk motif satu arah, pola diletakkan searah dengan motif sedangkan untuk motif dua arah, pola dapat diletakkan bersilang (menghadap dua arah yang berlawanan).

 

Motif garis/kotak

Untuk bahan dengan motif garis atau kotak-kotak maka motif bahan harus dipertemukan (diluruskan) kemudian disemat dengan jarum pentul pada beberapa tempat agar bahan (motif) tidak bergeser. Pola disematkan pada bahan secara hati-hati agar hasil setelah dijahit motif garis atau kotak dapat bersambung (tidak putus/patah).

 

Tekstur bahan

Bahan tekstil mempunyai tekstur yang berbeda-beda, karena proses pembuatan dan penyempurnaannya yang bermacam-macam.

  • Pada bahan yang berbulu, tenunan lepas dan berkilau, pola diletakkan dengan posisi satu arah (tidak bolak-balik). Pola-pola diletakkan satu arah agar kilau yang ditimbulkan bagus.
  • Bahan yang bertekstur kusam, kasar, dan ditenun dengan silang polos, pola dapat diletakkan dengan dua arah.
  • Pada bahan tipis (tembus pandang) penambahan kampuh cukup 1 cm, kelim dibuat dua kali lebar kelim.

 

Meletakkan pola di atas bahan

  • Pola-pola yang besar diletakkan terlebih dahulu, biasanya pola besar diletakkan disudut bahan setelah dilipat dua, kemudian pola-pola yang kecil (tata letak pola sesuai dengan rancangan bahan yang sudah dibuat).

  • Setelah yakin tidak akan ada perubahan, pola disemat dengan jarum pentul. Arah kepala jarum pentul kedalam sedangkan ujungnya menghadap keluar.

 

Memotong bahan

  • Lubang kecil pada gunting berada diposisi atas ditahan oleh ibu jari sedangkan lubang yang lebih besar berada dibawah, ditahan oleh empat jari lainnya.
  • Posisi tangan kiri berada diatas bahan, menekan agar bahan tidak terangkat, tangan kanan memegang gunting dengan banar
  • Gunting dibuka lebar-lebar pada tiap kali memotong, agar tepi bahan yang digunting rata.
  • Bahan tidak boleh diangkat atau diputar posisinya pada waktu dipotong
  • Yang harus diperhatikan adalah hasil potongan bahan tidak boleh terputus-putus.

 

Langkah Kerja

Langkah kerja atau prosedur memotong bahan adalah sebagai berikut:

  • Meletakkan pola di atas bahan sesuai dengan rancangan bahan dan tanda-tanda pola.
  • Meletakkan pola sesuai dengan motif 
  • Beri kampuh langsung di bahan apabila pada pola belum diberi kelebihan kampuh.
  • Memotong bahan dengan cara yang tepat.

Gambar contoh meletakkan pola sesuai motif
Gambar cara memegang gunting dan cara menggunting bahan

 

Kesehatan dan Keselamatan Kerja

  • Kenakan pakaian kerja
  • Mata jangan terlalu dekat dengan benda yang dikerjakan
  • Letakkan alat pada tempatnya
  • Penggunaan alat dilaksanakan dengan cara yang benar

 

 

Memberi Tanda Pada Bahan


Memberi tanda pada bahan berbeda dengan memberi tanda pada pola. Kalau tanda-tanda pola untuk membantu meletakkan pola ke atas bahan, sedangkan memberi tanda pola ke bahan adalah memindahkan garis-garis pola ke bahan untuk membantu memudahkan pada proses menjahit.

Tanda atau garis pola yang harus dipindahkan ke bahan antara lain:

  • Garis sisi
  • Bagian yang akan dijahit/disambung
  • Bagian yang akan dihias

 

Alat-alat

Alat untuk memindahkan tanda pola ke bahan ada 3 jenis, disesuaikan dengan jenis bahan tekstil yang digunakan. Alat-alat untuk memindahkan tanda pola ke bahan adalah:

  • Rader dan karbon jahit
  • Kapur jahit
  • Jarum jahit tangan dan benang

 

Rader dan karbon jahit

Rader ada 2 jenis yaitu rader bergerigi dan rader polos.

  • Rader bergerigi adalah rader yang bagian rodanya memiliki gigi, digunakan untuk memberi tanda pada bahan yang tipis (tidak tembus pandang) sampai yang sedang.
  • Rader licin (polos), pada rodanya licin, rata, tidak bergerigi, digunakan untuk memberi tanda pada bahan yang tipis tembus pandang.

Karbon jahit agak tebal karena ada zat seperti kapur yang melapisi salah satu sisinya.

 

Kapur jahit

Kapur jahit dapat juga dipakai untuk memindahkan tanda pola ke bahan, digunakan untuk bahan-bahan yang halus.

 

Jarum jahit tangan dan benang

Digunakan untuk bahan yang tebal, bahan yang halus dan licin.

 

 

Langkah Kerja

Prosedur atau langkah kerja memindahkan tanda pola ke bahan adalah sebagai berikut:

  1. Menyiapkan alat-alat sesuai dengan kebutuhan
  2. Memberi tanda pada bahan, ada 3 cara sesuai dengan alat yang dipergunakan dimana disesuaikan dengan jenis bahan. Ketiga cara tersebut adalah:
    1. Dengan karbon dan rader, karbon jahit yang berkarbon diletakkan pada bagian buruk bahan, kemudian rader dijalankan pada garis-garis pola yang mau dipindahkan, misalnya: seluruh bagian sisi atau bagian-bagian yang akan disambung (dijahit). 
    2. Dengan kapur jahit, tepat pada bagian yang akan disambung disemat dengan jarum pentul, kemudian buatlah garis mengikuti jarum pentul dengan kapur jahit.
    3. Dengan benang jelujur:  
      • Garis-garis pola yang akan dipindahkan ke bahan dijelujur agak renggang dan menyisakan benang ± 1 cm di atas bahan.
      • Kedua helai benang ditarik, benang jelujur yang ada di antaranya (merentang di antara kedua bahan) digunting.
      • Rapihkan dan tepuk-tepuklah benang dari bagian baik kain agar kedudukan benang kuat dan tidak mudah lepas.
  3. Setelah selesai diberi tanda, pola dilepaskan kemudian diikat dan diberi tanda.
    • Jika di garmen pola-pola tersebut sudah mempunyai kode, disimpan sesuai dengan kode-kode yang ada
    • Jika di usaha jahit perorangan, pola disimpan dengan cara digulung, diikat dengan sisa bahan yang sudah dipotong dan diberi nama pemesan.
  4. Bahan-bahan yang sudah diberi tanda diikat dan dirapikan perkelompok.
  5. Bahan-bahan tersebut siap diserahkan ke bagian jahit.
Gambar memindahkan tanda pola

   

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) 

  • Kenakan pakaian kerja
  • Kenakan alas kaki pada waktu bekerja
  • Penggunaan alat dilaksanakan dengan cara yang tepat
  • Bersihkan dan letakkan alat-alat pada tempatnya
  • Buanglah sampah (perca-perca kain) pada tempatnya

 

 

 

 

Baca juga artikel tentang memotong kain:

PERHATIKAN HAL BERIKUT SEBELUM MEMOTONG KAIN

Cutting (Memotong)

 

Referensi :

Teknik Memotong, SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN PROGRAM KEAHLIAN TATA BUSANA, PENYUSUN: Dwi Parwati dkk

4 komentar untuk “Teknik Memotong Bahan”

  1. Pingback: Sejarah Kain Muslin - fesyendesign.com

  2. Pingback: Cutting (Memotong) - fesyendesign.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.