Teknik Menjahit Industri Busana Pria

Menjahit (Sewing) Kemeja Pria


Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menjahit (sewing) kemeja pria adalah:

  • Perencanaan produksi (tertib kerja) menjahit kemeja pria
  • Proses menjahit kemeja pria

 

Perencanaan produksi (tertib kerja) menjahit kemeja pria

Agar proses menjahit (sewing) kemeja pria dapat dilaksanakan dengan efisiensi yang maksimal maka perencanaan produksi atau tertib kerja menjahitnya harus dibuat terlebih dahulu.

Gambar bagan alir perencanaan produksi menjahit kemeja pria

Potongan kemeja yang dikirim dari lini cutting pertama kali diambil bagian yang harus diberi pelapis kain keras, yaitu belahan muka, tutup saku, kerah dan manset. Bagian ini dikirim ke sub lini pressing untuk melekatkan bahan utama dengan kain keras (fusing).

Mulai menjahit dari badan kemeja bagian muka dengan menempelkan saku dan tutup saku kanan dan kiri. Setelah saku terpasang, sambungkan badan kemeja bagian muka dengan pas bahu muka, lanjutkan dengan
menyambung pas bahu bagian belakang dengan badan kemeja belakang.

Pasangkan lengan kemeja yang sudah dikerjakan belahan mansetnya pada badan kemeja. Pasang kerah pada kerung leher kemeja. Terakhir pasang manset pada ujung lengan kanan dan kiri. Setelah semua bagian tersebut terpasang, periksa kualitas masing-masing detail dengan teliti.

Apabila ada bagian tertentu dari kemeja yang tidak sesuai dengan order, sisihkan dahulu untuk diperbaiki.

Proses menjahit (sewing) kemeja pria

Menjahit kemeja di dalam industri busana dikerjakan mengikuti sistem “ban berjalan”. Dengan sistem ini masing masing sub lini hanya akan mengerjakan bagiannya sendiri-sendiri sesuai dengan urutan jahitnya. Potongan-potongan panel kemeja dijahit oleh operator yang khusus mengerjakan pekerjaan yang sudah menjadi keahlian masing-masing, dengan demikian hasil yang dicapai bukan hanya lebih cepat tetapi juga rapi.

Berikut ini adalah urutan proses menjahit kemeja pria sesuai model yang termuat dalam bagan alir perencanaan produksi menjahit kemeja pria.

  1. Setelah menerima potongan dari bagian cutting, bagian administrasi produksi akan menghitung dan mendistribusikan “potongan bagian kemeja” ke sub lini sewing yang bersangkutan untuk dikerjakan sesuai dengan sampel yang telah ditetapkan.
  2. Pekerjaan jahit kemeja dimulai dari bagian pressing kain keras. Bagian belahan tengah muka kanan dan kiri, tutup saku, manset dipress dengan setrika uap biasa karena kain kerasnya tidak terlalu tebal, sedangkan kerah kemeja dipress dengan fusing press.

    Gambar pressing belahan tengah muka, tutup saku, manset dan pengeras kerah.
  3. Kemudian sub lini pasang saku akan menjahit saku tempel beserta penutupnya pada bagian dada kanan dan kiri. Mulailah menjahit tutup saku kemeja, pasang sesuai tanda. Setelah tutup saku terpasang, bagian saku dijahit di bawahnya posisi lurus tutup saku.

    Gambar pemasangan saku tempel kemeja
  4. Setelah saku terpasang, kemudian potongan kemeja bagian belakang dan bagian depan beserta pas bahunya ditransfer ke sub lini jahit bahu untuk disambung dan ditindas garis sambungnya.

    Gambar sambungan pas bahu dengan badan kemeja.
  5. Jahit belahan manset pada bagian lengan kanan dan kiri. Pasang kedua lengan tersebut pada badan kemeja, rapikan sisa jahitan bagian sambungan dengan mesin obras tiga benang.

    Gambar pasang lengan kemeja
  6. Jahit kerah (yang sudah ditempel kain keras) pada satu lembar penegak (yang sudah ditempel kain keras). Pasangkan bagian tersebut pada kerung leher dari bagian dalam. Gabungkan lembar penegak satunya ke penegak yang sudah terpasang, rapikan bagian bawahnya.

    Gambar pasang kerah kemeja
  7. Jahit sisi dalam lengan kemeja mulai dari ujung bawah lengan menuju ke arah ketiak, kemudian dilanjutkan ke garis sambung badan kemeja muka-belakang terus ke ujung bawah badan kemeja.

    Gambar jahitan sisi kemeja
  8. Rapikan sisa jahitan dalam sambungan tersebut dengan mesin obras benang tiga.
  9. Setelah itu, manset dipasangkan ke lengan kemeja yang telah terpasang pada badan kemeja.

    Gambar pasang manset kemeja
  10. Lipat ujung bawah kemeja 0,5 cm ke arah dalam kemudian lipat lagi 2cm ke arah dalam lagi sehingga membentuk kelim bawah kemeja. Jahit kelim tersebut dari bagian luar kemeja dengan mesin jahit satu jarum.

    Gambar kelim kemeja
  11. Setelah melalui semua tahapan tersebut, kemeja akan diperiksa oleh sub lini panel inspection untuk dikontrol kualitasnya. Bagian yang tidak lolos pemeriksaan akan dikirim ke repairing sedangkan yang lolos pemeriksaan akan di-loading ke lini finishing.

 

 

Menjahit (Sewing) Celana Panjang Pria


Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menjahit (sewing) celana panjang pria adalah:

  • Perencanaan produksi (tertib kerja) menjahit celana panjang pria
  • Proses menjahit celana panjang pria

 

Perencanaan produksi (tertib kerja) menjahit celana panjang pria

Untuk membuat celana panjang sesuai dengan sampel, tertib kerja atau perencanaan produksi dimulai dari bagian administrasi produksi yang akan menghitung dan memeriksa kelengkapan jumlah potongan-potongan kemeja yang dikirim dari lini cutting.

Berikut gambar bagan alir perencanaan produksi celana panjang:

Gambar bagan alir perencanaan produksi sewing celana panjang

Celana panjang mulai dijahit dari bagian sisi luar pipa celana, pada lokasi tersebut selanjutnya akan dipasang saku sisi dalam.

Siapkan tutup saku dan furing dan kain bibir saku dalam belakang, jahit saku belakang celana panjang sesuai tanda.

Setelah saku sisi dan saku belakang terpasang, jahit sisi dalam masing-masing pipa celana panjang, kemudian pres lipatan pipa celana panjang dengan setrika uap.

Gabung pipa celana kanan dan kiri pada garis lingkar pesak kemudian pasang ritzsluiting pada ujung belahan tengah muka celana panjang.

Pasang ban pinggang dan kelim ujung bawah celana panjang. setelah itu periksa semua pekerjaan jahit yang telah dikerjakan ke bagian pengontrol kualitas (panel inspection). Bila ada bagian yang tidak lolos periksa, sisihkan untuk diperbaiki.

 

Proses menjahit (sewing) celana panjang pria

Berikut ini adalah urutan proses menjahit celana panjang pria sesuai model sampel yang telah termuat dalam bagan alir perencanaan produksi menjahit celana panjang pria.

  1. Lekatkan 1 lembar kain ban pinggang bagian luar dengan pengeras (kain keras) menggunakan mesin pressing.
  2. Menjahit celana panjang dimulai dari bagian sub lini jahit saku sisi yang meliputi pekerjaan jahit sisi luar celana sekaligus memasang saku sisi kanan dan kiri. Jahit sambungan sisi luar pipa celana dengan setikan rapat pada ujung atas pipa celana sampai batas saku, matikan setikannya. Kemudian jahit renggang pada lokasi selebar saku sisi sesuai dengan tanda, selanjutnya mulai dari bagian tersebut ke bawah disambung dengan setikan rapat.
  3. Pasang furing dan kain saku sisi pada sisa jahitan dalam pipa celana panjang sesuai lokasi saku, selesaikan semua sisa jahitan saku dan rapikan sisa jahitan dengan mesin obras benang tiga.

    Gambar jahit sisi luar celana dan pasang saku sisi
  4. Kemudian ditransfer ke sub lini saku belakang untuk dipasangkan saku belakang kanan dan kiri. Pasang furing saku mulai dari bagian belakang atas celana. Jahit tutup saku celana, pasangkan tutup saku dengan kain bibir saku.
  5. Selesaikan jahitan saku dalam belakang dengan menyatukan satu lembar lain saku belakang pada kain furing saku, rapikan sisa jahitan dengan mesin obras benang tiga.

    Gambar pasang saku dalam celana bagian belakang
  6. Kemudian sub lini saku sisi akan kembali menjahit bagian sisi dalam pipa celana, sisa kain bagian dalam dirapikan dengan mesin obras benang tiga.
  7. Dari sub lini tersebut potongan celana panjang akan ditransfer ke sub lini pressing untuk membentuk lipatan pipa celana supaya garis setrika yang terbentuk rapi searah dengan serat kain.
  8. Buka kampuh sisi dan kampuh dalam pipa yang telah diobras dengan menggunakan setrika uap, kemudian satukan kampuh sisi dan kampuh dalam secara saling berhadapan sehingga membentuk lipatan pipa celana, setrika lipatan pipa celana tersebut sampai terbentuk garis setrika yang tegas dengan menggunakan setrika uap juga. Kerjakan untuk pipa celana kanan dan kiri.

    Gambar pressing lipatan pipa celana panjang
  9. Setelah melalui proses pressing baru dua pipa celana disatukan oleh sub lini pesak yang akan menggabungkan pipa celana kiri dan kanan sekaligus menjahit belahan pesak dan memasang ritzsluiting. Satukan pipa celana bagian kiri dan kanan dengan cara menggabungkan garis lingkar pesak ujung belakang atas sampai dengan tanda batas pemasangan ritzsluiting dengan setikan rapat. Rapikan kampuh dalamnya dengan menggunakan mesin obras benang tiga.
  10. Pasang ritzsluiting pada sisi sebelah kiri celana dengan cara menjepit sisi kiri ritzsluiting dengan garis lingkar pesak muka dan potongan belahan pesak kiri.
  11. Lipat belahan pesak sebelah kanan sekaligus menindas sisi ritzsluiting sebelah kanan dengan menggunakan satu lembar potongan belahan pesak kanan.

    Gambar memasang ritzsluiting pada belahan pesak
  12. Langkah selanjutnya adalah menyelesaikan jahitan ban pinggang. Jahit kolong ban, pasang sesuai tanda dengan cara meletakkan kolong ban tersebut di antara bidang celana panjang dan satu lembar kain ban pinggang yang sudah berpengeras. Arahkan ujung kolong ban ke atas, selesaikan pemasangan ban pinggang dengan menyatukan satu lembar kain ban pinggang yang lain menumpuk pada kain ban pinggang yang telah terpasang.
  13. Lipat ujung bawah kain ban pinggang dalam ke arah dalam dan tindas dari bagian luar celana panjang berimpit dengan sambungan kain ban bagian luar. 

    Gambar penyelesaian ban pinggang
  14. Terakhir adalah kelim bawah celana. Lipat ujung bawah celana 0,5 cm ke arah dalam, kemudian lipat 3 cm lagi ujung tersebut ke arah dalam juga untuk membentuk kelim celana.
  15. Tindas lipatan kelim dari sisi luar celana dengan mesin jahit jarum satu.

    Gambar kelim celana panjang
  16. Di ujung lini sewing akan diperiksa semua pekerjaan yang telah dilakukan oleh sub-sub lininya, bagian yang tidak lolos pemeriksaan kualitas akan masuk ke repairing sedangkan yang telah lolos pemeriksaan kualitas akan di-loading ke bagian finishing.

 

Baca juga artikel Sewing dan Finishing berikut ini: 

Sewing dan Finishing

 

 

Referensi:

  • Teknik Cutting, Sewing, dan Finishing (Busana Pria), TIM KONSULTAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG, DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL, 2004
  • Dan lain-lain

2 komentar untuk “Teknik Menjahit Industri Busana Pria”

  1. Pingback: Teknik Sewing Industri - fesyendesign.com

  2. Pingback: Teknik Finishing Industri Busana Pria - fesyendesign.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.