KOLASE DAN MOODBOARD

KOLASE


Kolase adalah sebuah karya seni yang bisa dibuat dari berbagai macam bahan, seperti kertas, kertas koran, foto, pita, atau benda lainnya yang ditempelkan pada suatu latar belakang (background), misalnya background kertas polos.

Kolase dapat dibuat dengan bahan fisik atau pun gambar elektronik yang ditempel pada latar belakang digital.

“Kolase” berasal dari kata dalam bahasa Prancis coller yang berarti “merekatkan dengan lem”, dan merupakan cara yang menyenangkan untuk bereksperimen dengan bermacam-macam bahan untuk suatu hasil akhir yang menakjubkan.

macam-macam kolase
Contoh gambar macam-macam kolase

Berikut contoh banyaknya kemungkinan yang dapat diciptakan, yang hanya dibatasi oleh kreativitas dan imajinasi Anda.

1. Pilih gaya kolase anda

Berdasarkan definisinya, kolase dibuat dari beberapa bagian berbeda. Bagian-bagian ini dapat berupa segala jenis benda, seperti kertas, benang, kain, prangko, potongan majalah, plastik, tali rafia, kertas timah, label, tutup botol, korek api, gabus, bahan alami (kulit pohon, daun, biji, kulit telur, ranting pohon, dll.), kancing, dan lain-lain.

Anda dapat memilih sebuah media seperti kertas atau kain, atau kombinasi klasik seperti kertas, kancing, dan kertas timah.

2. Pilih latar belakang yang cocok

Kertas atau karton adalah pilihan latar belakang yang umum, namun Anda dapat juga memilih bahan apa pun yang menurut Anda cocok. Contohnya latar belakang bisa dari kertas isap, karton, kain seperti secarik goni (kain karung), kertas koran, sampul buku lama, kayu, kulit kayu halus, plastik, dll.

Selama permukaan dapat digunakan dan benda-benda dapat ditempelkan padanya, bahan itu dapat digunakan untuk membuat kolase.

 3. Kumpulkan dan simpanlah bahan-bahan untuk membuat kolase di kemudian hari.

Ketika Anda mahir dan menjadi antusias membuat kolase, Anda akan mulai mencoba-coba segala macam bahan lainnya.

Miliki sebuah kotak khusus untuk menyimpan bahan-bahan kolase.

 

A. Kumpulkan bahan yang dibutuhkan untuk membuat kolase

Berikut adalah bahan yang bisa digunakan :

  • Gunakan karton, kertas fotokopi, kantong kertas, kertas tisu, kertas bercorak, kertas buatan tangan, dan sebagainya. Kertas yang digunakan bisa bertekstur lembut atau keras, atau perpaduan keduanya.
  • Gunakan potongan majalah atau kertas koran. Majalah mode atau berita memiliki beberapa gambar yang cocok untuk dibuat kolase. Kertas koran dapat menambah tekstur yang menarik kepada kolase, namun tintanya terkadang dapat luntur.
  • Cari potongan kertas dinding yang sudah lama. Anda mungkin memiliki sisa-sisanya di lemari, atau Anda dapat membeli potongan-potongan kecil di toko kertas dinding.
  • Gunakan kertas timah dan perekat yang berbeda-beda. Gunakan kertas aluminium dari dapur, atau perekat berwarna.
  • Gunakan foto. Menggunting gambar dari foto-foto lama dapat memberikan kesan retro pada kolase. Namun, pastikan bahwa Anda tidak menggunting satu-satunya foto yang mungkin masih berguna di kemudian hari.

B. Lipat, gunting atau sobek kertas menjadi bentuk yang berbeda-beda

Anda dapat menggunakan gunting atau pisau kerajinan tangan untuk membuat bentuk yang berbeda. Jika tidak, Anda dapat merobek kasar ujung potongan kertas untuk memberikan tekstur atau bentuk yang acak.

  • Gunting seluruh gambar, bagian yang dapat dikenali, atau secukupnya saja, untuk membuat tekstur, warna, atau nuansa yang Anda inginkan.
  • Untuk membuat kata-kata, gunting huruf dari sumbernya dengan fonta yang berbeda-beda.

C. Munculkan sebuah tema

Anda mungkin sudah memiliki tema, atau mungkin baru tebersit saat Anda mengumpulkan bahan-bahan. Apa pun itu, buatlah kolase Anda berdasarkan ide atau gambar utama.

 

D. Pertimbangkan untuk menambah ornamen

Walau tidak penting, ornamen dapat membuat kolase menjadi lebih baik dengan menambahkan kedalaman, minat, dan kilau. Gunakan pita, manik-manik, tali, bulu atau kain di kolase kertas. Temukan barang-barang ini di sekitar rumah, atau beli dari toko kerajinan tangan.

 

E. Tetapkan apa yang akan ditempel di kolase Anda

Anda dapat menggunakan secarik kertas, karton atau bagian kardus. Apa pun yang Anda pilih, pastikan bahan itu cukup kuat untuk menahan beberapa lapis bobot dan mudah untuk dipajang.

 

F. Kumpulkan semua potongan sebelum ditempelkan

Walaupun bersifat opsional, Anda sebaiknya mencoba terlebih dahulu semua benda yang akan Anda letakkan di kolase. Sebarkan semua bahan untuk merancang kolase sebelum membuatnya. Letakkan di permukaan yang lebar seperti meja atau lantai. Susun benda-benda tersebut, dimulai dari latar belakang dan terus sampai ke depan. Ini dapat memberikan Anda gambaran seperti apa hasil akhirnya sebelum menempelnya. Jika Anda ingin mengingatnya dengan tepat, foto saja hasil percobaan tersebut.

Beberapa ide tema kolase misalnya adalah :

  • Pemandangan darat atau pemandangan laut.
  • Fraktal.
  • Foto seseorang, seperti penyanyi pop atau seseorang yang menggunakan pakaian atau perhiasan kepala yang bagus, seperti tiara.
  • Tokoh dari surat kabar, gunakan cara klasik, yaitu menggunakan orang di dalam surat kabar lalu merancangnya menjadi kolase.
  • Hewan, contohnya, gunakan kertas kecil atau prangko untuk membuat bentuk hewan seperti kucing, buaya atau lebah. Gambarlah bentuk hewan itu terlebih dahulu di kertas lalu isi bagian kosong dengan menempelkan kertas di dalam garis.
  • Mosaik atau kombinasi terbaik; mosaik dapat mengikuti bentuk tertentu atau dapat berupa pola yang campur aduk.
  • Alfabet: potong huruf-huruf dari kertas dan buatlah alfabet atau kata-kata di dalam kolase.
  • Pola satu bentuk, seperti lingkaran, persegi, dll. Pola satu bentuk yang diulang-ulang juga efektif untuk membuat kolase.

G. Rekatkan kolase dengan lem

Mulailah dari latar belakang dan terus ke depan, lem potongan-potongan kolase pada background. Gunakan lem putih biasa, lem stik atau karet, dan berkreasilah.

  • Cobalah untuk menyusun kolase di satu potongan yang menurut Anda terlihat mencolok atau menarik.
  • Ingatlah bahwa tidak semua potongan harus ditempel merata. Anda dapat meremas atau melipat untuk mendapatkan tekstur yang berbeda.

H. Biarkan kolase mengering

Kolase kini berisi beberapa lapis lem. Biarkan beberapa saat untuk mengering.

  • Untuk kolase kecil, kurang lebih satu jam.
  • Untuk kolase besar, Anda harus mendiamkannya semalaman atau menggunakan kipas angin dengan setelan paling pelan/lambat.

macam-macam kolase
gambar contoh macam-macam kolase

macam kolase
gambar macam-macam kolase

MOODBOARD


Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi informasi sangat berpengaruh terhadap penyusunan dan implementasi strategi pembelajaran. Melalui kemajuan tesebut, berbagai media dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran.

Moodboard sebagai media yang digunakan desainer dalam proses membuat karya memberikan peran yang sangat penting. Moodboard memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai karya yang akan dibuat desainer.

Moodboard berfungsi untuk :

  1. Memberikan gambaran mengenai tujuan dan manfaat yang akan diperoleh dari karya yang dibuat.
  2. Merumuskan berbagai macam ide yang semula bersifat abstrak menjadi sebuah desain karya yang konkret.
  3. Sebagai media pembelajaran.
  4. Sebagai media perencanaan pada kegiatan industri khusunya industri busana dan kriya tekstil, seperti butik, industri garmen, atau industri kriya tekstil.

Media pembelajaran menanamkan konsep dasar akan suatu hal dengan benar, nyata dan tepat. Selain itu, media pembelajaran memberikan pengalaman menyeluruh dari yang bersifat konkret sampai yang abstrak maupun yang bersifat abstrak sampai yang konkret.

Melalui moodboard sebagai media pembelajaran, desainer dan orang yang belajar di bidang busana dan kriya tekstil dapat menyajikan bahan pelajaran yang bersifat abstrak menjadi konkret agar mudah dipahami.

Manfaat moodboard adalah :

  1. Membantu mengarahkan proses desain dari awal hingga terciptanya karya. Dimulai dari penentuan tema atau judul, mencari dan mengumpulkan gambar-gambar yang sesuai dengan tema atau judul dan membuat produk, hingga menjadi karya.
  2. Membantu mengembangkan kemampuan kognitif atau pengetahuan, karena dengan membuat moodboard desainer dapat mengembangkan kemampuan imajinasinya.
  3. Melatih kemampuan afektif atau emosional dalam proses pembuatan desain melalui moodboard sebagai media.
  4. Melatih keterampilan psikomotor (motorik) desainer atau orang yang belajar di bidang busana dalam menyusun potongan-potongan gambar, membuat desain dan menciptakan karya.

Moodboard sebagai media pembelajaran memberikan pengalaman melalui lambang-lambang visual berupa gambar sehingga moodboard memberikan pemahaman mengenai desain yang akan dibuat. Proses mendesain terdiri dari beberapa langkah, di antaranya adalah pembuatan moodboard itu sendiri. Moodboard berperan sebagai media petunjuk untuk menciptakan sebuah karya.

Cara membuat moodboard adalah :

  1. Menentukan tema atau judul.
  2. Menyiapkan alat dan bahan.
  3. Mengumpulkan gambar-gambar yang sesuai dengan tema atau judul yang akan diangkat menjadi karya.
  4. Menggunting gambar-gambar.
  5. Menyusun dan menempelkan potongan gambar-gambar.
  6. Menggambar desain karya.

templete moodboard

Contoh moodboard
Contoh moodboard (sumber : pinterest)

Contoh moodboard
Contoh gambar moodboard (sumber : pinterest)

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *