Belajar Tentang Kain Satin

Kain Satin


Satin adalah tenunan yang biasanya memiliki permukaan glossy dan permukaan sebaliknya kusam. Satin adalah satu dari tiga jenis tenunan dasar dalam pembuatan kain, dua yang lainnya adalah tenunan polos (plain) dan kepar (rib/twill).

Tenunan satin dicirikan oleh empat atau lebih benang pakan di atas satu benang lusi atau sebaliknya, empat benang lusi di atas satu benang pakan.

Posisi benang pakan atau lusi yang mengapung tanpa saling anyam menyebabkan permukaan kain lebih rapat dan halus dan memantulkan cahaya lebih baik dibandingkan dengan jenis anyaman tekstil yang lain.

jenis anyaman dasar

Satin biasanya adalah warp-face, atau satin lusi, dimana permukaan kain didominasi oleh efek benang lusi yang menumpuk di atas benang pakan, meskipun ada juga satin pakan (weft-face).

Meski metode ini secara klasik digunakan dengan benang sutera, ada juga digunakan dengan bahan lain seperti polyester, acetate, nilon, dan rayon.

Kain tenunan satin lebih fleksibel, memiliki draping (sifat jatuh kain) yang lebih baik daripada tenunan polos. Lebih halus, tetapi riskan susut jika tidak benar dalam perawatannya.

Kerapatan tenunan dan bahan serat yang digunakan juga sangat mempengaruhi sifat-sifat kain.

Satin biasa digunakan dalam pakaian jadi : jaket baseball satin, celana pendek sport, pakaian dalam wanita, baju tidur, blus, dan gaun malam, tapi juga celana pendek, celana pendek, kaos dan dasi pria. Satin juga dipruduksi untuk sepatu pointe yang digunakan dalam balet. Kegunaan lainnya termasuk kain perabotan interior, pelapis, dan sprei.

Kain Satin (sumber : fashionstylefan.com)

 

Asal-usul Kain Satin


Kata ‘Satin’ sebenarnya berasal dari kata ‘Zaitun‘, nama Arab untuk pelabuhan Cina Quanzhou. Pada akhir Abad Pertengahan, itu adalah pelabuhan utama pengiriman sutra, menggunakan Jalur Sutra maritim ke Eropa. Itu kebanyakan digunakan di negara-negara Arab.

Tenunan ini sebenarnya sudah ada lebih dari 2000 tahun yang lalu di China. Pada saat itu, pembudidayaan sutra tersebar luas,  bahkan wanita desa menguasai kerajinan tenun satin dari sutra, dan pakaian sutra tidak terbatas pada kelas atas. Namun, rahasia satin China yang dijaga ketat akhirnya menyebar ke seluruh Asia bahkan lebih jauh lagi ke barat.

Pada abad ke-12, Italia menjadi negara barat pertama yang memproduksi satin, dan pada abad ke-14, kain satin sudah tersedia di seluruh Eropa. Namun, menggunakan benang sutera membuat kain itu mahal dan hanya untuk aristokrasi, gereja dan kelas atas.

 

Perbedaan antara satin dengan sateen

Jika kain dibentuk dengan tenunan satin menggunakan serat filamen seperti sutra atau nilon, kain tersebut disebut satin, meskipun ada yang bersikeras bahwa kainnya terbuat dari sutra. Jika benang yang digunakan adalah dari serat stapel seperti kapas, kain tersebut dianggap sebagai sateen.

 

Kelebihan anyaman satin

  • Kesan mewah dan estetis
  • Drape (sifat jatuhnya) kain bagus
  • Serba guna
  • Permukaan halus dan berkilau

Kelemahan anyaman satin

  • Pinggir kain mudah mrudul atau tiras (fray)
  • Rawan tersangkut
  • Lebih sulit dijahit
  • Perawatan lebih mahal

Jenis Satin


  • Kain Satin Antique atau disebut satin-back shantung, ditenun dengan memakai pakan benang slub (benang besar dan tidak rata).
  • Baronet atau baronette dengan benang kapas di bagian belakang dan rayon atau sutra di depan, mirip dengan kain georgette.
  • Charmeuse adalah kain tenun satin yang ringan, draping-nya bagus, bagian belakang tidak berkilau atau suram.
  • Double face, adalah kain yang ditenun dengan permukaan glossy pada kedua sisinya. Ada kemungkinan kedua sisi ini memiliki pola yang berlainan meskipun warnanya sama.
  • Satin Duchess adalah satin yang sangat mewah, berat dan kaku.
  • Faconne adalah kain satin yang ditenun di mesin jacquard.
  • Farmer’s satin atau kain Venesia terbuat dari katun yang dimerser
  • Messaline adalah kain satin yang ringan dan longgar tenunannya.
  • Gattar adalah satin dengan benang lusi sutera dan benang pakan katun.
  • Polisatin atau poli-satin adalah istilah yang disingkat untuk satin poliester.
  • Slipper satin adalah kain yang kaku dan sedang sampai berat.
  • Sultan adalah kain wol dengan tenunan satin.
  • Surf satin adalah merek dagang Amerika tahun 1910 untuk kain taffeta yang digunakan untuk pakaian renang.

 

Cara mencuci kain satin

Cara aman pencucian kain ini adalah dengan dry cleaning, terutama yang dibuat dengan bahan tipis atau untuk tipe satin yang benang lompatnya besar (benang mengambang/float threads). Untuk kain yang agak halus dapat dicuci dengan air dingin dengan deterjen yang lemah, tidak memerasnya sampai kering, karena bisa melonggarkan benang-benangnya.

5 komentar untuk “Belajar Tentang Kain Satin”

  1. Ping-kembali: Mengenal Alat Jahit Penunjang – fesyendesign.com

  2. Ping-kembali: Kain Oxford - fesyendesign.com

  3. Ping-kembali: Mengenal Teori Dasar Tekstil - fesyendesign.com

  4. Ping-kembali: Pemilihan Bahan Tekstil Dan Desain Busana - fesyendesign.com

  5. Ping-kembali: Cara Pemeliharaan Bahan Tekstil - fesyendesign.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *