Mengenal Kain Damask

Kain Damask


Damask adalah kain dengan pola/pattern reversible yang terbuat dari sutra, wol, linen, katun, atau serat sintetis, dimana pola/pattern yang terbentuk berasal dari proses tenun.

Motif damask terbentuk dari penampakan benang lusi tenunan satin dan background benang pakan yang biasanya dengan tenunan satin pula atau tenunan keeper/twill, sehingga kalau kainnya dibalik akan tampak gambar motif atau warna yang saling berlawanan dengan bagian atas/muka.

Damask dapat diproduksi dari bahan serat tertentu tergantung dari maksud dan pemanfaatan yang diinginkan.  Kualitas kain damask dipengaruhi oleh kualitas bahan dan banyaknya penggunaan benang yang dipakai. Pemakaian benang yang rendah akan mempengaruhi daya pakai kain sebab banyaknya benang-benang yang mengambang (timbul) yang berpotensi menjadi kendor dan slip bahkan putus saat pemakaian.

 

Sejarah Kain Damask


Produksi damask adalah satu dari lima teknik dasar tenun – yang lainnya adalah tabby, twill, lampas, dan permadani – dari pusat penenunan Bizantium dan Islam pada awal Abad Pertengahan. Nama “damasks” berasal dari nama kota Damaskus – pada periode itu sebagai kota besar yang aktif dalam perdagangan (sebagai bagian dari jalan sutra) dan dalam produksi. Damask menjadi langka setelah abad ke-9 di luar Spanyol Islam, namun dihidupkan kembali di beberapa tempat di abad ke 13.

kain damask silk two-tone (sumber : wikipedia)

Kata “damask” pertama kali muncul di catatan dalam bahasa Eropa Barat (Western European language) pada abad ke-14 di Perancis. Pada abad ke-14, damask ditenun pada alat tenun draw loom di Italia. Antara abad 14 sampai 16, sebagian besar damask ditenun dalam satu warna dengan pola glossy pada penampakan benang lusi (tenunan satin) dengan backgound yang tampak lebih suram.

Two-colour damask memiliki warna kontras antara warps (benang lusi) dan weft (benang pakan), sedangkan damask polikrom ada penambahan benang emas dan benang metalik lainnya atau warna tambahan pada benang pakan (brocading wefts).

Kain damask di abad pertengahan biasanya ditenun dengan bahan serat sutra, disamping ada juga produksi kain damask dari wol dan linen.

 

Perkembangan Kain Damask


Kain damasks saat ini diproduksi menggunakan mesin tenun Jacquard moderen dengan teknologi komputerisasi.

polychrome damask (sumber : wikipedia.com)

Kain damask biasanya diproduksi dalam bentuk monokromatik (single-colour) dari bahan sutra, linen, atau serat sintetis seperti rayon, dengan corak fitur bunga, buah, dan desain lainnya.

Benang lusi dan pakan yang mengambang pada tenunan satin menyebabkan kilauan lembut pada permukaan kain yang memantulkan cahaya yang berbeda-beda tergantung dari posisi pengamat.

Kain tenun damask sering dijumpai pada taplak meja dan kain-kain perlengkapan rumah tangga meskipun kain ini juga dipakai sebagai pakaian sandang. Kain tenun damask digunakan secara luas di seluruh industri fesyen karena fleksibilitas dan kualitasnya yang tinggi. Damask biasanya digunakan untuk pakaian berkualitas menengah ke atas, kain ini dilabeli sebagai kain “mahal” atau kain dengan tampilan mewah.

 

Lihat artikel : mengenal kain jacquard

1 komentar untuk “Mengenal Kain Damask”

  1. Ping-kembali: Mengenal Kain Brokat - fesyendesign.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *