Teknik Finishing Industri Busana Pria

Finishing Garmen


Penyelesaian jahit (finishing) merupakan proses akhir dari serangkaian proses produksi dalam industri busana (garmen).

Busana pria seperti kemeja maupun celana panjang yang telah dijahit lini sewing, diterima oleh lini finishing untuk menyempurnakan keseluruhannya dalam beberapa hal sebagai berikut:

  1. Pembuatan lubang kancing (button holing)
  2. Pemasangan kancing (buttoning)
  3. Penyetrikaan (ironing)
  4. Pembersihan sisa benang (triming)
  5. Perbaikan (repairing)
  6. Pemeriksaaan ukuran pakaian (size sorting)
  7. Pengelompokan size dan type (assorting size)
  8. Memasang perlengkapan produk (inserting polybag)
  9. Pemeriksaan keseluruhan kualitas (final quality control)
  10. Pengemasan produk (packing).

 

Finishing Produksi Kemeja Pria


Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengerjaan finishing kemeja pria:

  • Perencanaan produksi (tertib kerja) pekerjaan finishing kemeja pria
  • Proses penyelesaian jahit (finishing) kemeja pria
Gambar contoh spesifikasi model sampel kemeja

 

Perencanaan produksi (tertib kerja)

Pekerjaan finishing untuk produksi kemeja pria sesuai sampel yang harus diselesaikan meliputi beberapa hal sebagaimana urutan pada gambar bagan alir di bawah ini:

Gambar bagan alir perencanaan finishing kemeja pria
  1. Pembuatan lubang kancing (button holing) untuk kemeja sesuai sampel ada dua macam, yakni lubang kancing melintang dan lubang kancing horizontal pada bagian tengah muka saku dan manset.
  2. Pemasangan kancing (buttoning), kemeja pria sesuai sampel akan dipasangi kancing dengan kancing dua lubang pada bagian tengah muka saku dan manset.
  3. Pemeriksaan ukuran kemeja (size sorting), ukuran kemeja yang perlu diperiksa meliputi ukuran lingkar badan, panjang kemeja, panjang lengan, dan lebar punggung atas.
  4. Perbaikan bila ada (repairing), apabila ditemukan adanya cacat produksi dalam panel inspection sewing.
  5. Pembersihan sisa benang (trimming), sisa-sisa benang halus yang masih menempel pada kemeja dibersihkan dengan mesin penghisap khusus, bila masih ada sisa benang panjang yang belum dirapikan, bagian trimming akan membersihkannya dengan gunting trimming.
  6. Pemeriksaan keseluruhan kualitas (Final Quality Control), setelah semua bagian kemeja selesai dibersihkan masih harus diperiksa kembali kualitasnya secara keseluruhan.
  7. Penyetrikaan (ironing), setelah semua bagian dinyatakan sempurna, kemeja disetrika secara keseluruhan sampai licin dan dilipat sesuai standar yang dikehendaki.
  8. Memasang aksessoris (inserting polybag), walaupun sudah ada pita label yang menempel di balik punggung atas kemeja, untuk menegaskan penampilan keseluruhan kemeja perlu ada beberapa aksessoris tambahan.
  9. Pengelompokan ukuran dan type (assorting size), ukuran kemeja pria yang diterima dari bagian sewing terdiri dari 5 ukuran dalam dua warna, masing masing ukuran akan dikelompokkan dalam satuan tertentu.
  10. Pengemasan (packing), kemeja dikemas dalam lipatan yang di dalamnya terdapat penahan karton, bagian ujung salah satu lengan dilipat ke bagian luar untuk menunjukan ciri panjang pendeknya lengan.

 

Proses finishing kemeja pria

Pembuatan lubang kancing (button holing)

Pembuatan lubang kancing (button holing) untuk kemeja (sesuai sampel) ada dua macam.

  • Lubang kancing melintang untuk bagian tutup saku kanan dan kiri.
  • Lubang kancing horizontal untuk bagian “tengah muka” saku dan manset.

Semua lubang–lubang kancing tersebut dikerjakan menggunakan mesin khusus pelubang kancing. Lubang kancing dibuat sesuai dengan tanda sebagaimana sampelnya.

Gambar pembuatan lubang kancing

 

Pemasangan kancing (buttoning)

Pemasangan kancing (buttoning) kemeja pria sesuai sampel, dipasangi kancing dengan kancing dua lubang pada bagian “tengah muka” saku dan manset. Pemasangan semua kancing tersebut menggunakan mesin khusus pemasang kancing dimana kancing-kancing yang akan dipasang akan meluncur sendiri tepat pada lokasi yang akan dipasangi tanpa harus memegang kancing tersebut. Kancing dipasang segaris dengan lokasi lubang kancingnya.

Gambar lokasi pemasangan kancing

 

Pemeriksaan ukuran

Ukuran kemeja yang perlu diperiksa meliputi ukuran lingkar badan, panjang kemeja, panjang lengan, dan lebar punggung atas.

Berikut ini contoh ukuran standar yang dipergunakan oleh buyer.

Ukuran yang diperiksa Size 15 Size 16 Size 17 Size 18 Size 19
Lingkar badan (diukur melingkar mulai dari bawah ketiak kiri ke ketiak kanan terus ke belakang sampai dengan ketiak kiri lagi).
Panjang kemeja (diukur mulai dari ujung tengah belakang atas sampai dengan ujung bawah kemeja).
Panjang lengan (diukur mulai dari ujung puncak lengan sampai dengan ujung bawah manset).
Lebar punggung atas (diukur mulai dari ujung bahu kanan luar sampai dengan ujung bahu kiri luar).

 

Perbaikan (repairing)

Apabila ditemukan adanya cacat produksi dalam panel inspection, penjahitan bagian ini akan memperbaiki bagian tersebut.

 

Pembersihan sisa benang (trimming)

Sisai-sisa benang halus yang masih menempel pada kemeja dibersihkan dengan mesin penghisap khusus, bila masih ada sisa benang panjang yang masih tersisa juga, bagian trimming akan membersihkannya dengan gunting trimming.

 

Pemeriksaan keseluruhan kualitas

Setelah semua bagian kemeja selesai dibersihkan masih harus diperiksa kembali kualitasnya secara keseluruhan meliputi kekuatan tarik sambungan ketiak, jarak setikan, simetri saku, simetri kerah, kekuatan kancing.

 

Penyetrikaan (pressing)

Setiap lembar kemeja disetrika secara keseluruhan sampai licin. Penyeterikan dimulai dari bagian kerah, manset, saku dan keseluruhan permukaan belakang dan muka. Kemeja digantung terlebih dahulu untuk diproses lebih lanjut.

 

Memasang aksessoris

Untuk menegaskan penampilan keseluruhan kemeja perlu ada beberapa aksessoris/label tambahan. Contoh label/aksesoris tambahan untuk kemeja adalah sebagai berikut.

Gambar contoh aksesoris label tambahan kemeja

 

Pengelompokan ukuran dan type (assorting size)

Ukuran kemeja pria yang diterima dari bagian sewing terdiri dari 5 ukuran dalam dua warna. Untuk pendistribusian masing masing ukuran dikelompokkan dalam satuan tertentu.

Contoh per dosin dengan komposisi:

  • 1 pcs size 15 warna ice blue,
  • 2 pcs size 16 warna ice blue,
  • 1 pcs size 17 warna ice blue,
  • 1 pcs size 18 warna ice blue,
  • 1 pcs size 19 warna ice blue,
  • 1 pcs size 15 warna broken white,
  • 2 pcs size 16 warna broken white,
  • 1 pcs size 17 warna broken white,
  • 1 pcs size 18 warna broken white,
  • 1 pcs size 19 warna broken white.

 

Pengemasan (packing)

Kemeja dikemas dalam lipatan yang di dalamnya terdapat penahan karton, bagian ujung salah satu lengan dilipat ke bagian luar untuk menunjukan ciri panjang pendeknya lengan, kemudian dimasukan ke dalam kemasan plastik transparan.

Gambar pengemasan kemeja

 

 

Finishing Produksi Celana Panjang Pria


Dalam pengerjaan finishing celana panjang pria maka perlu diperhatikan hal-hal berikut:

  • Perencanaan produksi (tertib kerja) pekerjaan finishing celana panjang pria
  • Proses penyelesaian jahit (finishing) celana panjang pria
Contoh gambar spesifikasi model celana panjang pria

 

Perencanaan produksi (tertib kerja) 

Pekerjaan penyelesaian (finishing) untuk celana panjang yang masih harus dikerjakan meliputi:

  1. Perbaikan (repairing), apabila ada bagian tertentu yang perlu diperbaiki, bagian repairing akan memperbaiki bagian tersebut.
  2. Size sorting, bagian ini akan memeriksa beberapa ukuran celana panjang seperti: lingkar pinggang, lingkar pesak, lingkar paha, dan panjang celana.
  3. Final Quality Control, celana panjang yang telah dibersihkan diperiksa kembali untuk memastikan kualitas keseluruhannya.
  4. Trimming, setelah pekerjaan menjahit selesai sisa-sisa benang yang masih tertinggal pada celana dihisap dengan mesin penghisap khusus, kemudian bila masih ada sisa benang panjang yang tertinggal maka dibersihkan dengan digunting.
  5. Ironing, walaupun pipa celana panjang sudah disetrika sebelumnya, bagian finishing harus melicinkan seluruh permukaan celana panjang untuk tampilan keseluruhan produk yang lebih baik sebelum dikemas.
  6. Inserting polybag, seperti halnya kemeja sebelum masuk ke dalam kemasan perlu ditambahkan aksessoris label tambahan.
  7. Assorting size, celana panjang yang diproduksi terdiri dari 4 ukuran dalam dua warna, sehingga perlu dikelompokan ke dalam satuan tertentu.
  8. Packing, pengemasan panjang celana menjadi dua atau tiga bagian dengan bagian label menghadap keluar.
Gambar bagan alir perencanaan finishing celana panjang pria

 

Proses finishing celana panjang pria

Perbaikan (repairing)

Apabila ada bagian tertentu yang perlu diperbaiki, bagian repairing akan memperbaiki bagian tersebut.

 

Size sorting

Bagian size sorting akan memeriksa beberapa ukuran celana panjang seperti: lingkar pinggang, lingkar pesak, lingkar paha, dan panjang celana.

Berikut ini contoh ukuran standar celana panjang dari buyer

Ukuran yang diperiksa Size 27 Size 28 Size 29 Size 30
Lingkar pinggang (diukur melingkari ban pinggang)
Lingkar paha (diukur melingkar pada pangkal paha)
Panjang celana (diukur dari ujung atas celana sampai dengan ujung bawah celana dari salah satu sisi celana)

 

Final Quality Control

Celana panjang yang telah dibersihkan diperiksa kembali untuk memastikan kualitas keseluruhan. pemeriksaan tersebut antara lain adalah kekuatan tarik jahitan pipa kanan dan kiri, ketepatan jahitan pesak, kekuatan kancing, dan kekuatan jahitan kolong ban pinggang.

 

Triming

Setelah pekerjaan menjahit selesai, sisa-sisa benang yang masih tertinggal pada celana dihisap dengan mesin penghisap khusus, kemudian bila masih ada sisa benang panjang yang tertinggal maka dipotong menggunakan gunting trimming.

 

Ironing

Pipa celana panjang disetrika dalam keadaan terlipat dengan posisi pipa kanan dan kiri berhadapan pada sisi dalam pipa celana.

Sebelum masuk ke dalam kemasan, celana panjang yang telah disetrika digantung pada bagian lingkar pinggang yang terlipat dengan gantungan berpenjepit untuk diproses lebih lanjut.

 

Memasang aksessoris

Seperti halnya kemeja sebelum masuk ke dalam kemasan, perlu ditambahkan aksessoris label tambahan. Untuk menegaskan penampilan keseluruhan kemasan celana panjang, ditambahan label yang disamping memuat nama label dengan ukuran yang lebih besar dari pada yang sudah menempel pada bagian dalam produk, label tambahan tersebut memuat kode warna dan ukuran produk.

Berikut ini contoh label tambahan untuk celana panjang pria.

Gambar contoh aksesoris label tambahan

 

Assorting size

Celana panjang yang diproduksi terdiri dari 4 ukuran dalam dua warna. Untuk pendistribusian produk dikelompokan ke dalam satuan tertentu, misalnya per dosinan.

Komposisi untuk satuan per dosin misalnya

  • 1 pcs celana panjang warna maroon size 27,
  • 2 pcs celana panjang warna maroon size 28,
  • 2 pcs celana panjang warna maroon size 29,
  • 1 pcs celana panjang warna maroon size 30,
  • 1 pcs celana panjang warna green size 27,
  • 2 pcs celana panjang warna green size 28,
  • 2 pcs celana panjang warna green size 29,
  • 1 pcs celana panjang warna maroon size 30.

 

Packing

Pengemasan celana panjang hanya melipat panjang celana menjadi tiga bagian dengan bagian label menghadap keluar. Celana panjang yang telah selesai disetrika dan diberi label tambahan 1/3 bagian ujung bawah celana dilipat ke atas, kemudian bagian yang terlipat tersebut dilipat ke atas lagi sehingga garis lipatan tersebut berimpit dengan garis lingkar pinggang, label tambahan ditempatkan pada bagian yang yang akan menghadap ke atas.

Lipatan celana panajang dimasukan ke dalam plastik transparan dan siap untuk didistribusikan.

Gambar pengemasan celana panjang

 

 

 

Sumber:

  • Teknik Cutting, Sewing, dan Finishing (Busana Pria), TIM KONSULTAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG, DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL, 2004
  • Dan lain-lain

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.