Penyetrikaan dan Pengepresan

Pengertian


Penyetrikaan (ironing) adalah suatu istilah tentang penggunaan mesin atau alat (yang panas) untuk menghilangkan kerutan pada kain. Biasanya pada suhu 180-220 °C (356-428 Fahrenheit), tergantung jenis kainnya.

Saat proses Ironing (penyetrikaan) terjadi perenggangan ikatan antara rantai molekul polimer yang panjang dalam serat bahan. Saat molekul panas, serat diluruskan oleh beban setrikaan membentuk susunan baru dan bertahan saat dingin. Beberapa kain, seperti kapas, memerlukan penambahan air untuk melonggarkan ikatan antarmolekul. 

Penyetrikaan (ironing) dalam pembuatan pakaian jadi atau garmen termasuk dalam proses pengepresan (pressing). Pengepresan adalah salah satu proses penting dalam garmen. Pengepresan adalah pengerjaan menggunakan panas baik dengan/tanpa tekanan dan dengan/tanpa uap

Pengepresan dan penyetrikaan dapat dibedakan dari metode dan alat yang digunakan. Penyetrikaan dilakukan dengan cara menggosok-gosokkan alat setrikaan pada permukaan kain ke arah tertentu dengan atau tanpa tekanan (tekanan biasanya dilakukan pada area tertentu seperti saku dan lain-lain). Sedangkan pengepresan secara umum dilakukan menggunakan mesin press untuk menekan kain dengan tekanan tertentu dan panas tertentu, dengan uap maupun tanpa uap.  

Contoh pengepresan dalam garmen di antaranya adalah proses melekatkan kain keras/pelapis (fusing) pada bagian-bagian tertentu pada busana seperti kerah, lipatan tengah muka, dan manset.

 

 

Tujuan Pengepresan dan Penyetrikaan


Berikut ini adalah beberapa manfaat atau tujuan dari pengepresan (pressing) dan penyetrikaan (ironing):

  • menghilangkan lipatan yang tidak diinginkan,
  • Menghaluskan kain, (rata, licin)
  • membentuk lipatan,
  • memberi bentuk tertentu pada garmen.

Menghilangkan lipatan atau kerutan yang tidak diinginkan

Kerutan atau lipatan (yang tidak diharapkan) adalah masalah yang sering sekali terjadi dalam produksi garmen, biasanya pada sewing dan pencucian (garment wash). Pressing atau penyetrikaan dalam hal ini dilakukan untuk menghilangkan kerutan dan atau lipatan tersebut.

Memberi bentuk (shaping)

Kupnat (dart) dan jahitan (seam) adalah bagian dari konstruksi pakaian untuk membentuk model busana tertentu sesuai yang dikehendaki desainernya. Untuk memaksimalkan bentuk-bentuk tertentu bisa dibantu dengan pressing atau ironing.

Dalam beberapa kasus pressing/ironing dapat dimanfaatkan untuk mengecilkan/melonggarkan bagian bagian tertentu dari pakaian atau garmen.

Membuat lipatan atau kerutan

Dalam dunia fesyen terdapat model-model pakaian yang sengaja megekspos efek kerut atau bahkan terkesan lusuh (use look). Dalam industri garmen, pengepresan atau penyetrikaan dapat dimanfaatkan untuk membuat efek kusut atau kerut sesuai model atau permintaan.

Pengepresan atau penyetrikaan sering dilakukan sebelum menjahit untuk bagian-bagian tertentu pada pakaian untuk memudahkan saat proses menjahit sehingga hasilnya bagus dan sesuai dengan yang diinginkan.

 

 

Istilah Pengepresan pada Garmen


Istilah pengepresan (pressing) pada garmen dapat digolongkan dalam lima kategori berdasarkan jenis, desain, dan bahan pakaiannya, yaitu:

  • No pressing,
  • Minimum pressing,
  • Under pressing,
  • Final pressing,
  • Permanent pressing.

No pressing 

Terdapat beberapa jenis pakaian yang tidak perlu disetrika seperti pakaian dalam, celana dalam, pakaian renang, dan lain-lain.

Minimum pressing

Beberapa garmen dengan finishing penyetrikaan minimum contohnya baju tidur, kaos rajutan, dan lain-lain. Jenis pakaian ini disetrika uap tanpa ditekan.

Under pressing

Sebelum menjahit pakaian, terdapat beberapa bagian (panel) yang harus dilakukan pressing/ironing untuk memudahkan saat proses jahit dan hasilnya memuaskan, proses ini disebut under pressing. Under pressing biasanya dilakukan pada pembuatan jas, jaket, dan celana.

Misalnya dibutuhkan efek lipatan pada bagian tertentu pada pakaian maka dapat dilakukan dengan pressing atau penyetrikaan sebelum dijahit.

Final pressing

Final pressing atau penyetrikaan akhir dilakukan setelah produk menjadi garmen sebelum dilipat. Pressing dilakukan untuk merapihkah dan melicinkan permukaan kain.

Permanent pressing

Adalah penyetrikaan khusus untuk mempertahankan bentuk tertentu pada pakaian. Misalnya bentuk lipatan atau bahkan efek noda atau efek kotor yang tidak mudah dihilangkan meskipun pakaian dicuci beberapa kali. Permanent press dilakukan dengan tekanan dan suhu yang tinggi dan menggunakan uap (steam).

 

 

Teknik dan Prosedur Pressing 


Di dalam alur produksi, proses pengepresan dilakukan beberapa tahap, pengepresan pertama dilakukan setelah proses numbering (pemberian nomer). Pengepresan pertama biasanya dilakukan pada bagian-bagian yang perlu diberi kain pelapis seperti kerah, lapisan luar tengah muka kemeja, bagian atas saku, manset, dan lain-lain. Pengepresan ini (fusing) merupakan proses melekatkan kain keras/pelapis pada bagian-bagian yang perlu diberi pelapis sehingga menjadi lebih rapi dan rata atau tidak kembung.

Pengepresan pertama juga dilakukan pada lapisan atau lipatan yang tidak menggunakan pelapis seperti lapisan dalam tengah muka kemeja, lipatan lengan kemeja pendek dan lain-lain.

Pengepresan menggunakan mesin press biasanya untuk bagian-bagain busana yang agak besar, sedangkan untuk bagian atau area yang kecil seperti bagian atas saku dan sebagainya cukup menggunakan setrika biasa.

Pengepresan kedua dilakukan pada busana yang sudah jadi atau yang sudah melalui proses bersih benang (trimming) dan kontrol (QC). Pengepresan kedua pada industri garmen biasanya menggunakan setrika uap yang khusus untuk industri busana karena memiliki mesin tenaga uap tersendiri. Tujuan penggunaan setrika uap agar hasil lipatan lebih rapi dan rata atau licin, dan tidak ada bekas-bekas putih atau efek mengkilap pada busana yang disetrika.

 

 

Alat dan Bahan


Alat

Alat-alat yang dibutuhkan untuk pengepresan pertama adalah

  • mesin press,
  • setrika biasa,
  • alat bantu penyetrikaan,
  • dll.

Alat untuk pengepresan kedua antara lain:

  • setrika uap,
  • alat bantu penyetrikaan,
  • cetakan ukuran lipatan (terbuat dari karton),
  • crocodile (penjepit),
  • dll.

Setrika biasa

Beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum menyetrika:

  • Tangan harus dalam kondisi kering pada waktu memegang kabel.
  • Letakkan setrika pada tempatnya dengan baik sehingga tidak mudah jatuh.
  • Usahakan kabel listrik tidak terkena setrikaan yang panas agar tidak (cepat) rusak.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat menyetrika:

  • Mengecek panas setrikaan pada kain (tes), hal ini dilakukan untuk bahan pakaian yang masih diragukan ketahanan panasnya.
  • Sesuaikan penggunaan suhu setrika dengan jenis bahan (kain) atau cocokkan sesuai dengan petunjuk.
  • Gosoklah kain menurut arah panjang kain dan jangan ditarik-tarik atau sebaiknya ratakan/regangkan dulu di atas papan setrika.
  • Kain dari bahan sutera atau rayon disetrika dalam kondisi kering atau setengah kering dengan alas kain.
  • Bila ada kerutan disetrika dari arah luar ke arah pangkal kerutan dengan cara tidak menekan kerutannya.
  • Ploi (lipit-lipit) disetrika setelah diatur pada tempatnya.
  • Setrika bagain-bagian busana secara berurutan dari bagian yang kecil-kecil ke bagian yang besar. Misalnya, mulai dari kelim, manset, kerah, lengan, bahu, badan depan, dan terakhir badan bagian belakang.
  • Bahan yang berwarna tua/hitam hendaknya disetrika dari bagian dalam untuk mencegah defect glossy.
sumber: wikipedia.com

Setrika uap

Setrika uap yang digunakan pada industri garmen berbeda dengan setrika uap untuk konsumsi rumah tangga dimana setrika uap industri mempunyai mesin tenaga uap tersendiri.

Penggunaan setrika uap cenderung lebih baik dibandingkan setrika biasa karena tidak meninggalkan bekas-bekas putih atau efek mengkilap (glossy) pada kain.

sumber: wikipedia.com

Mesin press

Mesin press atau sering disebut sebagai mesin nahkoda atau steamer digunakan untuk mengepres bagian-bagian busana yang memerlukan kain keras atau bahan pelapis.

Terdapat beberapa jenis mesin press sesuai dengan penggunaannya seperti mesin press untuk kerah (bentuknya melengkung) dan mesin press bidang datar baik yang kecil maupun besar.

Contoh mesin press

Mesin press kerah dan manset (sumber gambar: indiamart.com)
Mesin press datar (sumber gambar: alibaba.com)

Meja setrika

Meja atau papan setrika yang baik adalah yang kokoh dengan ketinggian yang dapat disesuaikan. Bahan dari logam harus memiliki lubang di dalamnya untuk mengeluarkan uap, diberi bantalan kapas atau wol (bukan busa) untuk penyerapan kelembapan yang tepat, dan penutup dari kapas atau wol. Akan lebih baik jika terdapat sandaran atau tatakan setrika dan juga pengaman kabel.

Alat bantu penyetrikaan

Alat bantu penyetrikaan antara lain:

  • Tailor’s ham (bantalan bulat)
  • Seam roll (bantalan panjang)
  • Sleeve board (papan lengan)
  • Press mitt (Sarung tangan tekan)
  • Tailor’s board (Papan penjahit)
  • Clapper
  • Point presser
  • Press cloth (Kain pelapis)
  • dll.

Tailor’s ham (Bantalan bulat)

Ini adalah bantalan berbentuk ham (bulat) dengan permukaannya yang membulat untuk memberikan volume pada jahitan yang melengkung seperti sleeve caps (lengkungan atas lengan) atau jahitan kupnat. Satu sisi dilapisi wol untuk penyetrikaan kain wol dan sisi lainnya katun untuk semua jenis kain. Bantalan ini biasanya diisi dengan serbuk gergaji.

Tailor’s ham (source: wikipedia.com)

Seam roll (Bantalan panjang)

Disebut juga sleeve roll, yaitu bantal berbentuk pipa atau tabung yang digunakan untuk menyetrika jahitan lengan dan area-area lainnya yang cenderung sempit. Seam roll dapat dimasukkan ke dalam lengan sehingga memungkinkan penyetrikaan tanpa terjadi kerutan. Ujung seam roll juga dapat digunakan untuk menyetrika area bervolume yang lebih kecil dimana akan kebesaran bila menggunakan tailor’s ham.

seam roll (sumber: etsy.com)

Sleeve board (Papan lengan)

Alat ini terlihat seperti dua papan setrika mini yang saling menempel, atas dan bawah. Dengan permukaan datar dan meruncing bisa digunakan untuk menyetrika bagian lengan, pipa celana dan area sempit lainnya.

sleeve board (sumber gambar: google.com)

Press mitt (Sarung tangan tekan)

Ini adalah bantal lembut dengan saku di satu sisinya untuk memasukkan tangan Anda ke dalamnya. Untuk penyetrikaan area lengkung yang lebih kecil dimana tidak bisa apabila menggunakan tailor’s ham. Press mitt juga dapat diselipkan di ujung sleeve board (papan lengan) untuk membuat permukaan penekan yang bulat dan stabil.

press mitt (source: sewessential.co.uk)



Tailor’s board (Papan penjahit)

Terbuat dari kayu, alat ini terdiri dari banyak permukaan (datar, melengkung, dan runcing) untuk penyetrikaan berbagai macam bentuk jahitan.

tailor’s board (source: pinterest.com)

Clapper

Ini adalah balok kayu genggam yang digunakan untuk meratakan area yang bulky, membuat lipatan, dan membuat jahitan (seam) menjadi halus dan rata. Setelah suatu area disetrika, clapper ditempatkan di atasnya dan tekanan diberikan sampai dingin.

clapper (sumber gambar: punchwithjudy.com.au)


Point presser

Terbuat dari kayu, bagian atas alat ini rata dengan ujung di salah satu ujungnya. Permukaan yang datar untuk mengepres jahitan dan permukaan runcing untuk mengepres titik dan atau sudut.

point presser & clapper (sumber gambar: yesterdaysthimble.com)


Press cloth (Kain pelapis)

Ini adalah kain tipis yang digunakan untuk melindungi kain dari panasnya setrika. Diletakkan di atas kain ketika kain disetrika. Press cloth juga bisa dibasahi untuk menghasilkan uap.

pressing cloth (sumber gambar: blibli.com)

Bahan

Bahan dalam pengepresan pertama

Contoh dalam pembuatan kemeja pria, maka bahan-bahan yang dibutuhkan atau dilakukan proses pengepresan adalah bagian-bagian yang memerlukan kain keras seperti:

  • kerah,
  • manset,
  • lapisan luar tengah muka kemeja,
  • saku,
  • potong-potongan kain keras/pelapis yang sudah dipotong sesuai dengan
    pola.

Bahan dalam pengepresan kedua

Contoh dalam pembuatan kemeja pria maka bahan untuk pengepresan kedua (setrika jadi) adalah:

  • contoh kemeja pria yang sudah jadi (sudah melalui proses bersih benang dan kontrol kualitas).
  • karton cetakan lipatan kemeja sehingga ukuran lipatan kemeja menjadi seragam.

 

 

Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Pada saat praktek pengepresan maka perlu diperhatikan tentang kesehatan dan keselamatan kerja, yang meliputi masalah hygiene dan sanitasi lingkungan serta keselamatan kerja.

Masalah hygiene dan sanitasi lingkungan meliputi ruangan yang bersih, sirkulasi udara yang memenuhi standar kesehatan, adanya tempat pembuangan sampah yang tertutup sehingga tidak mengganggu aktifitas kerja.

Untuk menjaga keselamatan kerja diperlukan penggunaan pakaian kerja, masker, sarung tangan, dan tutup kepala. Penggunaan pakaian kerja, masker, dan tutup kepala guna menghindari polusi atau zat-zat berbahaya dari potongan atau sisa-sisa benang dan uap setrika (uap). Sarung tangan untuk menghindari dari tepian yang tajam atau runcing juga terhadap panas baik dari setrika (biasa/uap) maupun dari mesin press.

 

 

Langkah Kerja


Contoh langkah pengerjaan proses pengepresan dalam pembuatan kemeja.

Langkah kerja proses pengepresan pertama

  1. Persiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk pengepresan pertama.
  2. Lekatkan kain keras yang memiliki perekat pada bagian buruk kain.
  3. Setelah itu, letakkan pada masin press dalam posisi bagian yang ada kain kerasnya terletak di atas (tergantung jenis mesin press).
  4. Kemudian mesin press diturunkan untuk menekan potongan kain tersebut.
  5. Pengepresan pertama ini biasanya cukup dilakukan selama 2 menit saja untuk setiap kali press.
  6. Lakukan pengepresan pertama ini sampai semua potongan kerah, lapisan luar tengah muka kemeja, dan manset yang harus menggunakan kain keras tersebut habis.
  7. Mengepres lapisan dalam tengah muka kemeja dengan menggunakan setrika biasa.
  8. Mengepres bagian atas saku yang memakai kain keras cukup menggunakan setrika biasa.
  9. Selanjutnya hasil pengepresan pertama ini diproses lebih lanjut ke bagian penjahitan.

Langkah kerja pada proses pengepresan kedua adalah sebagai berikut:

  1. Persiapkan alat yang dibutuhkan untuk pengepresan kedua seperti setrika uap, karton punggung, dan crocodile.
  2. Persiapkan bahan yang berupa kemeja yang sudah jadi atau sudah melalui proses bersih benang dan kontrol kualitas.
  3. Siapkan setrika uap, tunggu sampai panas, kemudian sematkan kancing-kancing kecuali dua kancing paling atas (disiapkan untuk menyetrika bagian dalam kerah).
  4. Selanjutnya setrika bagian dalam kerah tersebut kemudian setrika bagian lipatannya, bila telah selesai sematkan seluruh kancing kemeja tersebut.
  5. Kemudian setrika bagian lengannya secara bolak-balik antara bagian buruk dan bagian baik pakaian.
  6. Cara melipat kemeja biasanya tergantung pemesan. Contoh cara melipat kemeja, misalnya letakkan kemeja dengan posisi bagian depan terletak di bawah, sedangkan bagian belakang kemeja berada di atas. Setrika bagian belakang kemeja, kemudian ambil karton punggung (sebagai ukuran lipatan kemeja), letakkan di bagian belakang punggung kemeja, dimana bagian bahu karton cetakan diletakkan pas mengenai bahu belakang kemeja.
  7. Selanjutnya lengan kiri dan sebagian bahu dan badannya dilipat ke dalam sampai sebatas karton punggung, kemudian lengannya dilipat tiga lagi (bertumpuk). Lanjutkan lengan kanannya, lipat dua kali, dengan demikian ada sebagian manset lengan melebihi lipatan kemeja, setrika bagian bawah kemeja tersebut. Berikutnya kemeja dilipat tiga, kemudian setrika bagian belakang dan depan lipatan kemeja tersebut.
  8. Kemudian di bagian belakang lipatan kemeja bagian atas dijepit di kedua sisinya.
  9. Selanjutnya kemeja tersebut dibalik, rapikan sebagain manset yang akan dikeluarkan ke bagian depan, kemudian jepit pinggirnya dengan crocodile.
  10. Pakaian yang telah disetrika dan dilipat kemudian ditumpuk untuk selanjutnya dilakukan proses pelabelan dan pengemasan. Hasil lipatan kemeja yang sudah disetrika dengan menggunakan setrika uap dan siap untuk dikemas lebih lanjut.

 

 

Sumber referensi:

  • NURUL AINI, dkk., Teknik Setrika dan Pressing, BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL, 2003
  • garmentsmerchandising.com
  • sewingsupport.com
  • wikipedia.com
  • dll.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *