BELAJAR MERANCANG BAHAN DAN HARGA

Merancang Bahan


Merancang bahan adalah membuat rancangan mengenai bahan yang akan dipergunakan untuk memproduksi suatu model pakaian. Menghitung banyaknya bahan yang diperlukan dalam membuat suatu model pakaian.

Merancang bahan sangat diperlukan untuk mendapatkan efisiensi bahan, memastikan kebutuhan bahan minimum yang diperlukan sehingga menghindari terjadinya kekurangan bahan atau pun pemakaian bahan yang berlebih.

Caranya adalah dengan menyusun pola yang telah diberi kampuh di atas bahan dan diatur sehingga menghasilkan pemakaian bahan yang sehemat mungkin dengan tetap memperhatikan arah serat dan motif bahan.

Terdapat tiga cara merancang bahan, yaitu:

  1. merancang bahan secara global,
  2. merancang bahan dengan mempergunakan pola-pola kecil, dan
  3. merancang bahan secara marker.

Merancang Bahan Secara Global


Merancang bahan secara global adalah menghitung kebutuhan bahan untuk membuat suatu model pakaian dengan menghitung panjang pakaian yang akan dibuat (mis: blus, gaun, rok, celana panjang kemeja) ditambah panjang lengan (lengan panjang atau pendek, jika pakaian yang akan dibuat menggunakan lengan), berikut kampuhnya.

Contoh menghitung bahan secara global

Pada umumnya, lebar bahan yang terdapat di pasaran yaitu 90cm, 100cm, 110cm, 115cm, 120cm, atau 150cm, yang semuanya dapat dipergunakan untuk membuat pakaian. Permasalahannya adalah berapa panjang kain yang diperlukan. Untuk itulah kita perlu membuat suatu rancangan bahan.

Contoh 1 : Merancang bahan untuk sebuah blus berlengan panjang

Untuk membuat sebuah blus lengan panjang diperlukan bahan dengan lebar 90 cm sampai 110 cm, Perhitungan kebutuhan bahannya adalah :

  • diperlukan dua kali panjang blus yang dikehendaki,
  • satu kali panjang lengan yang dikehendaki,
  • ditambah kelebihan kelim dan kampuh.

Misalnya, panjang blus 56 cm, ditambah 2 cm untuk kampuh dan 4 cm untuk kelim dikalikan dua

(56 +2+4) x 2 = 124 cm

ditambah satu kali panjang lengan (54cm) ditambah 2 cm untuk kampuh dan 4 cm untuk kelim.

54 + (2+4) = 60 cm

Jadi jumlah bahan yang diperlukan adalah

124 cm + 60 cm = 184 cm atau 1,84 m.

Contoh 2 : Merancang bahan celana panjang

Untuk membuat celana panjang, diperlukan bahan dengan lebar yang sesuai dengan lebar yang dikehendaki, yaitu sekitar 115, atau bahan celana dengan lebar 150cm.

Untuk kain dengan lebar bahan 115 cm, diperlukan dua kali panjang celana ditambah kampuh 1,5 cm dan kelim 4 cm.

Jadi jika panjang celana 102 cm, maka diperlukan panjang kain dua kali panjang celana ditambah kampuh dan kelim, yaitu

(102 + 1,5 + 4) cm x 2 = 215 cm atau 2,15 m

Tetapi apabila memakai bahan dengan lebar 150 cm hanya diperlukan satu kali panjang celana ditambah kelim dan kampuh, yaitu 107,5 cm atau dibulatkan 1,1 m.

Merancang Bahan dengan Pola-pola Kecil


Pada penghitungan secara global/kasar, terkadang hasilnya kurang memuaskan. Kita harus memperhitungkan model pakaian dan motif kainnya. Dengan demikian dapat terjadi kekurangan atau kelebihan bahan karena kurang teliti dalam memperhitungkan kebutuhan bahan.

Kekurangtelitian ini di antaranya adalah karena kurang memperhatikan motif bahan, postur tubuh orang, atau kurang memperhitungkan bahan-bahan pelapis atau penunjang lain yang dipergunakan untuk membuat model pakaian.

Agar dapat membuat rancangan bahan secara tepat maka langkah yang dapat dilakukan adalah dengan membuat rancangan bahan dengan membuat pola-pola kecil.

Merancang bahan menggunakan pola-pola kecil adalah membuat rancangan bahan berdasarkan pola yang sudah diubah sesuai model dengan menggunakan skala kecil. Pola kecil berasal dari pola sesungguhnya yang dibuat dengan skala kecil. Pada umumnya skala yang dipergunakan adalah skala 1:4, skala 1:6, dan skala 1:8.

Langkah pertama sebelum membuat perencanaan adalah:

  1. Mengubah pola dasar menjadi pola yang sesuai dengan model yang dikehendaki atau telah ditentukan.
  2. Membuat semua pola-pola bagian busana termasuk lapisan-lapisan yang diperluan sesuai model pakaiannya.
  3. Mengutip tiap-tiap bagian pola tersebut menggunakan kertas dorslag
  4. Menggunting tiap-tiap bagian pola yang telah dikutip di kertas dorslag
  5. Mempersiapkan kertas payung (yang dianggap sebagai fragmen bahan) dengan lebar sesuai dengan ukuran lebar bahan yang dibutuhkan (misalnya 90 cm, 110 cm, atau 150 cm dengan menggunakan skala ukuran yang sama dengan yang dipakai untuk membuat pola.) Kertas dilipat dua memanjang apabila model pakaian yang akan dibuat simetris, atau dibentangkan secara keseluruhan jika model pakaiannya asimetris.
  6. Susunlah pola-pola kecil di atas kertas payung sehingga mendapatkan pemakaian bahan yang se-efisien mungkin. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menata pola, di antaranya adalah:
    1. Tempelkan pola-pola yang besar terlebih dahulu, baru kemudian pola-pola yang lebih kecil;
    2. Letakkan pola sesuai dengan arah serat kain yang benar;
    3. Atur pola dengan teliti, perhatikan mana yang harus diletakkan pada lipatan kain, pada tepi kain, dan sebagainya
    4. Perhatikan tambahan kampuh dan kelim yang diperlukan untuk tiap bagian pola
  7. Apabila telah menemukan susunan pola yang tepat, maka rekatkan pola tesebut dengan lem sesuai tempatnya.
    Anda dapat langsung menggunakan pola dengan ukuran sebenarnya dalam penyusunan ini. Dengan menggunakan pola-pola kecil, kita dapat menghitung banyaknya bahan yang diperlukan, sedangkan apabila dengan menggunakan pola besar langsung, kita dapat mempergunakan bahan yang ada sehemat mungkin.

Contoh model blus asimetris

Perhatikan gambar model di bawah ini:

Gambar Model Blus Asimetris

Model :

  • – blus longgar langsing
  • – blus bagian kanan asimetris, dengan kerah kelepak
  • – lengan pendek biasa
  • – bukaan kancing blus 4 buah
Gambar Pecah Pola Blus Asimetris

Cara Merancang bahan

Gambar Rancangan Bahan Blus Asimetris

Untuk membuat rancangan bahan model blus asimetris, bahan tidak dilipat menjadi dua, tetapi dibentangkan keseluruhan. Hal ini untuk menghindari kesalahan letak pola untuk pola sebelah kanan dan pola sebelah kiri.

 

Merancang Bahan dengan Teknik Marker


Merancang bahan dengan teknik marker adalah merancang bahan yang akan digunakan untuk memproduksi pakaian dalam jumlah besar. Biasanya satu model pakaian dibuat dalam beberapa ukuran (grading) sesuai dengan pesanan. Pola-pola dari berbagai ukuran tersebut diletakkan pada satu lembar kertas marker dengan ukuran sebenarnya. Kemudian diletakkan di atas kain (biasanya tumpukan beberapa lapis kain berdasarkan kapasitas pakaian yang dikehendaki).

Beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat merancang bahan, baik menggunakan pola kecil maupun dengan pola dan bahan sebenarnya, adalah sebagai berikut :

  1. Untuk merancang bahan simetris, bahan dapat dilipat memanjang dengan bagian muka kain (bagian baik) berada di dalam, sedangkan untuk model asimetris bahan harus digelar sepenuhnya.
  2. Perhatikan arah serat benang. Letakkan pola dengan tepat sehingga garis panah, atau garis yang menunjukkan bahwa garis itu harus terletak pada arah yang lurus, benar-benar terletak sejajar benang lungsinnya.
  3. Perhatikan motif bahan, terutama untuk motif searah jangan sampai salah satu bagian terbalik motifnya, demikian pula dengan bahan polos searah (seperti bahan berkilau, berbulu dan koduray), karena jika diletakkan terbalik akan memberikan kesan yang berbeda. Untuk motif bunga besar harus diatur letaknya agar bagian satu dengan yang lain dapat bertemu motifnya, terutama tengah muka ataupun bagian tengah belakang.
  4. Untuk bahan dengan motif bergaris, perlu pula diperhatikan garis-garisnya.
  5. Untuk motif kotak-kotak sebaiknya pada polanya diberi tanda untuk memudahkan pada saat meletakkannya di atas motif, sesuai dengan garis atau kotaknya.
  6. Susun pola di atas bahan dengan efektif untuk mendapatkan kebutuhan kain sekecil-kecilnya tanpa mengabaikan segi keindahan dan arah serat.
  7. Jangan lupa tambahan untuk kampuh, biasanya 2 cm, dan tambahan kelim 4 – 5 cm.

Merancang Harga


Merancang harga adalah menghitung semua biaya yang dibutuhkan dalam pembuatan pakaian dengan model tertentu.

Selain bahan pokok berupa kain ada juga bahan penunjang di antaranya adalah benang, kancing, retsleting (tutup tarik), vuring, kain pelapis, benang obras (atau jasa obras), benang bordir (jasa bordir), bis band, renda, dan lain sebagainya, tergantung pada model pakaian yang dikehendaki.

Tujuan merancang harga adalah untuk mengetahui biaya produksi pakaian yang akan dibuat. Dengan mengetahui rancangan harganya atau biaya produksinya akan bermanfaat pada saat Anda mau membuat suatu usaha jasa pakaian. Dari rancangan bahan dapat ditentukan biaya jasa, keuntungan yang akan diperoleh, biaya penurunan mesin, dan biayabiaya tak terduga lainnnya.

Dalam merancang harga, yang harus dihitung dan dilakukan adalah :

a) Menghitung Panjang Kain

Panjang kain dihitung berdasarkan hasil rancangan bahan yang telah disesuaikan dengan lebar kainnya. Selanjutnya tentukan nama atau jenis bahannya. Perbedaan jenis bahan akan membedakan harganya.

b) Menghitung Kebutuhan Bahan Penunjang

Keperluan bahan penunjang harus dirinci sesuai kebutuhan dalam menyelesaikan suatu model pakaian, misalnya benang jahit, benang jelujur, kancing hias, zipper, renda, atau hiasan lainnya beserta ukuran dan harganya.

c) Menghitung Jasa Lain-lain

Kebutuhan jasa lainnya adalah seperti biaya obras, biaya membordir, biaya neci/bis, atau biaya-biaya lain yang tidak dapat dilakukan sendiri.

d) Menjumlahkan Kebutuhan Bahan Pokok, Bahan Penunjang, dan Jasa Lain-lain

Dengan menjumlahkan kebutuhan bahan pokok, bahan penunjang dan jasa lain-lain akan diketahui biaya produksi dalam membuat pakaian secara keseluruhan.

 

Contoh merancang harga pakaian model blus


Bahan : Katun Jepang
Lebar bahan : 115 cm (1,15m)
Panjang bahan : 1,75m (sesuai rancangan bahan yang dibuat sebelumnya)

Perhitungan biaya kebutuhan:

  • 1,75 m bahan katun jepang @ Rp 16.000,- = Rp 28.000,-
  • 1 benang jahit astra @ Rp 400,- = Rp 400,-
  • 1 benang jelujur @ Rp 150,- = Rp 150,-
  • 1 buah ruitsleting jepang 40cm @ Rp 4.000,- = Rp 4.000,-
  • 1 buah kancing kait @ Rp 50,- = Rp 50,-
  • jasa obras warna @ Rp 1.000,- = Rp 1.000,-
  • Total = Rp 33.600,-

Jadi untuk membuat model blus dengan panjang bahan 1,75 memakai bahan katun, dengan model yang  telah ditentukan membutuhkan biaya Rp 33.600,-

Ada satu hal lagi yang harus diketahui adalah bahwa biaya produksi membuat satu pakaian harganya akan jauh lebih mahal dibandingkan memproduksi pakaian dalam jumlah banyak (massal). Hal tersebut dapat terjadi, karena untuk pembelian bahan baku maupun bahan penunjang dalam jumlah banyak akan mempunyai harga yang berbeda.

Sumber : Modul Teknik Merancang Bahan,  Bidang Keahlian Tata Busana, TIM KONSULTAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *