pola celana di atas kain lebar 115 cm

Pola Celana Di Atas Kain

Pengertian


Celana

Celana (pants) adalah  busana yang dikenakan pada tubuh bagian bawah, dari pinggang ke bawah dengan dua lubang untuk masing-masing kakinya.

Celana dapat dikelompokkan berdasarkan panjang pipa celananya dan bentuk siluetnya.

Penggolongan celana berdasarkan panjang pipa celana adalah sebagai berikut:

  • Short/hot pants, celana dengan panjang pipa celana hanya sebatas menutupi panggul.
  • Jamaica, celana dengan panjang pipa celana hingga area paha.
  • Bermuda, celana dengan panjang pipa celana hingga 10 cm di atas lutut.
  • Pedal, celana dengan panjang pipa celana sampai di bawah lutut.
  • Yangkee, celana dengan panjang pipa celana sampai betis atau sedikit lebih rendah.
  • Capri, celana dengan panjang pipa celana hingga di atas mata kaki.
  • Full length/slack/pantalon, celana dengan panjang pipa celana hingga mata kaki.

Gambar  Macam-macam panjang celana

tipe panjang celana
Gambar macam-macam panjang celana

Berdasarkan bentuk siluetnya, celana dapat dikelompokkan sebagai berikut:

  • Fitted, bentuk celana yang ketat sehingga memperlihakan bentuk lekuk kaki si pemakai
  • Slim, celana dengan ukuran pas, tidak terlalu ketat
  • Straight, celana dengan bentuk lurus dari paha ke bawah
  • Tapered, bentuk siluet celana yang pas di pinggang sampai panggul kemudian meruncing ke bawah
  • Peg top, bentuk celana yang longgar pada panggul dan meruncing di bagian bawah
  • Ankle puff, celana panjang dengan bagian bawah dikerut
  • Bell bottom, bentuk celana lurus tetapi mengembang bagian bawahnya
  • Palazzo, bentuk celana yang lurus dari pinggang sampai ke bawah
  • Baggy, bentuk celana yang longgar pada panggul dan lurus ke bawah

Gambar Celana berdasarkan bentuk siluetnya

silhouette celana
Gambar siluet celana

Pola Celana Di Atas Kain

Pola celana di atas kain dibuat atau digambar langsung di atas permukaan kain pada bagian buruk/bawahnya sesuai ukuran dan desain dengan menggunakan kapur jahit/pensil kapur/pensil merah-biru.

Kelebihan membuat pola celana di atas kain adalah:

  • Lebih cepat dan efisien
  • Lebih hemat karena tidak memerlukan kertas pola

Kelemahan membuat pola celana di atas kain adalah:

  • Pengerjaannya harus cermat dan lebih berhati-hati, kesalahan terlanjur potong akan sulit direvisi.
  • Kain atau bahan menjadi mudah kotor, apalagi jika sering terjadi kesalahan saat menggambar pola.

 

Membuat Pola Celana Di Atas Kain


Persiapan

Hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam membuat pola celana di atas kain adalah:

 

Alat

  • Pita ukur, untuk  mengukur badan, terbuat dari bahan plastik dengan ukuran panjang 150 cm.
  • Penggaris pola, antara lain:  penggaris  lurus, penggaris segi-tiga siku-siku,  penggaris bentuk/penggaris mal
  • Kapur jahit, pensil kapur, atau pensil merah biru yang  tidak terlalu keras dan tidak terlalu lunak, warna disesuaikan dengan warna kain. Digunakan  untuk  menggambar  garis-garis pola di atas kain sesuai ukuran dan desain.
  • Gunting kain, digunakan untuk  memotong bahan sesuai gambar pola.
  • Setrika, untuk merapikan dan melicinkan permukaan bahan/kain sebelum digambar pola.
  • Meja kerja, dipergunakan untuk membuat pola di atas kain, adalah meja kerja dengan tinggi kurang-lebih 75 cm, panjang minimal 200 cm dan lebar minimal 150 cm. Meja kerja harus kokoh dan kuat, permukaan datar, tidak miring.

Bahan

Bahan adalah meteri yang diperlukan untuk membuat pola celana di atas kain. Terdiri dari 2 macam yaitu bahan utama dan bahan tambahan.

  • Bahan utama digunakan untuk menggambar pola celana bagian muka, bagaian belakang, ban pinggang, klep saku serta tempat ikat pinggang.
  • Bahan tambahan digunakan untuk membuat “lapisan dalam” saku celana bagian muka dan “lapisan dalam” saku celana bagian belakang.

Bahan utama sebaiknya sebagai berikut:

  • Kain dengan tenunan rapat dan cukup berat, misalnya kain gabardin, drill, bellini, sanwash  dan lain-lain.
  • Lebar bahan 150 cm atau 115 cm
  • Mempunyai corak polos atau bermotif yang disesuaikan dengan desain

Bahan tambahan sebaiknya:

  • Bahan dengan tenunan renggang dan ringan, seperti kain ero atau yang lain.
  • Berwarna sama atau mendekati dengan warna bahan utamanya.

 

Merancang Bahan

Untuk mengetahui kebutuhan bahan utama yang diperlukan dihitung dengan menggunakan “teknik merancang bahan secara global”. “Teknik merancang bahan secara global” adalah penghitungan kebutuhan suatu bahan dalam membuat suatu model pakaian dengan menghitung panjang pakaian yang akan dibuat (misalnya blus, gaun, rok, celana panjang atau kemeja) ditambah panjang lengan (panjang/pendek) jika terdapat lengan, dan ditambah kampuh yang dibutuhkan.

Selain panjang dari pakaian dan lengan, postur tubuh seperti gemuk, kurus, panggul besar, dan lain-lain juga perlu diperhatikan, demikian juga motif bahannya.

Untuk menggambar pola celana di atas kain, diperlukan bahan utama lebar 115 cm atau 150 cm.

Cara menghitung kebutuhan bahan utama untuk menggambar pola celana di atas kain adalah sebagai berikut:

  • Untuk kain dengan lebar 115 cm adalah dua kali panjang celana ditambah kampuh  kurang-lebih 1,5 cm dan kelim kurang-lebih 4 cm. Jadi seandainya panjang celana 102 cm, maka diperlukan panjang kain dua kali panjang celana ditambah kampuh dan kelim, yaitu: 2 x (97 cm + 1 cm + 5 cm) = 206 cm atau dibulatkan 2,1 m.
  • Untuk kain  dengan lebar 150 cm hanya diperlukan satu kali panjang celana ditambah kelim dan kampuh, yaitu: 97 cm + 1 cm + 5 cm = 103 cm atau  dibulatkan 1,1 m.

 

Mempersiapkan Bahan

Proses mempersiapkan bahan yaitu:

  • Meluruskan tenunan
  • Menyusutkan bahan dan meratakan permukaan
  • Melipat bahan menurut arah lungsin

Meluruskan Tenunan

Cara meluruskan tenunan adalah dengan menarik sehelai benang pakan dari tepi ke tepi, kemudian digunting mengikuti garis yang ditinggalkan. Untuk bahan celana bermotif kotak atau garis, maka ikuti motif kotak atau garisnya.

Menyusutkan Bahan dan Meratakan Permukaan

  • Letakkan bahan atau kain di tempat datar dengan arah memanjang.
  • Semprot bahan tersebut dengan  air secara merata dengan bantuan sprayer.
  • Letakkan bahan tipis berwarna putih atau sewarna  (yang tidak luntur) di atas bahan celana.
  • Seterika dengan temperatur panas, arah setrika menurut arah panjang kain.
  • Ulangi sekali lagi, semprotkan air di atas kain putih hingga rata.
  • Setrika kembali hingga rata menurut arah panjang kain.

Melipat Bahan Menurut Arah Lungsin

Melipat bahan dikerjakan setelah proses menyusutkan dan meratakan/melicinkan bahan. Caranya adalah sebagai berikut:

  • Bentangkan bahan di atas meja (datar).
  • Lipat bahan menjadi dua bagian dengan arah memanjang, permukaan kain bagian baik (muka) bertemu dengan permukaan kain bagian baik (muka) sehingga bagian buruk kain (permukaan belakang) berada diluar.
  • Ratakan bahan sampai ke bagian tepi.
  • Bahan disemat atau diberi pemberat area tepinya.
  • Untuk bahan kotak, motif kotak bagian atas dan motif kotak bagian bawah harus bertemu.

 

Langkah Kerja Pembuatan Pola Celana Di Atas Kain

Langkah kerja pembuatan pola celana di atas kain adalah sebagai berikut:

Membaca Atau Menyimak Model

Model dalam arti umum adalah contoh. Model menunjukkan silhouette, style dan desain pakaianSilhouette pakaian adalah bentuk luar atau garis bayangan suatu pakaian yang menjelaskan bagian-bagian pakaian, keistimewaannya, jenis bahan dan warnanya. Style berarti watak atau gaya khas yang membedakan pakaian satu dengan yang lain. Sedangkan desain pakaian adalah unsur-unsur yang membentuk style.

Jadi model pakaian adalah contoh pakaian yang sudah jadi, foto pakaian yang diragakan, atau rekaan/lukisan pada lembaran kertas dari seorang desainer, yang dapat menunjukkan adanya silhouette, style dan desain pakaian tertentu.

Tujuan membaca/menyimak model adalah:

  • Sebagai patokan untuk merubah model dari pola standar atau pola konstruksi sesuai dengan desain atau model yang dimaksud.
  • Mempelajari model-model yang sedang berlaku dan mengenal istilah serta nama-nama pakaian yang baru muncul.
  • Mempelajari perbandingan bagian-bagian dan bentuk keseluruhan dalam model untuk dapat disesuaikan dengan bentuk badan orang yang akan memakainya.

Menyiapkan Ukuran

Ukuran yang diperlukan dalam  membuat pola celana diatas kain adalah sebagai berikut:

  • Panjang samping sampai lutut: diukur dari sisi badan, mulai dari ban pinggang celana atau rok yang dipakai model, lurus sampai lutut (dari titik A sampai garis EF).
  • Panjang celana: diukur dari sisi badan, mulai dari ban pinggang celana atau rok yang dipakai model, lurus melewati lutut sampai kira-kira 2 cm di bawah mata kaki atau sesuai dengan yang dikehendaki (A-B).
  • Lingkar pinggang: diukur pas pada ban pinggang celana. Pinggang dapat tepat pada garis pinggang atau sedikit naik/turun sesuai permintaan pelanggan (a-b-a).
  • Lingkar panggul: diukur keliling bagian panggul yang paling besar. (g-h-g).
  • Lingkar pesak: diukur dari batas lingkar pinggang “tengah muka”, melalui pesak, ke batas lingkar pinggang “tengah belakang” (garis lengkung dari C ke D).
  • Tinggi duduk: diukur dari ban pinggang sampai di dasar tempat duduk, kemudian ditambah 3 cm. Model yang diukur harus duduk di kursi yang datar dengan sikap tegap.
  • Lingkar lutut: diukur sekeliling lutut, besar/kecil sesuai keinginan pelanggan atau desain (E-F-E).
  • Lingkar paha: diukur lingkar paha yang paling besar (pangkal paha) dengan posisi pita ukur sejajar (c-d-c).
  • Lingkar bawah: Diukur sekeliling pada batas kaki bawah (e-f-e).

cara ukur celana

 

Membuat Pola Celana

Pola celana terdiri atas pola besar dan pola kecil.

Pola besar yaitu pola celana bagian muka dan pola celana bagian belakang.

Pola kecil yaitu antara lain: pola saku dan lapisannya, pola tali ikat pinggang, pola ikat pinggang, dan pola belahan muka.

pola lapisan dalam saku pola lapisan dalam saku
pola tali ikat pinggang pola tali ikat pinggang
pola ikat pinggang pola ikat pinggang
pola belahan muka pola belahan muka

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam “membuat pola celana panjang di atas kain”:

  • Gunakan kapur jahit/pensil kapur/pensil merah biru yang runcing untuk menggambar pola celana di atas kain.
  • Bahan/kain dilipat menurut arah lungsin (panjang bahan) dengan posisi bagian baik (muka) bertemu dengan bagian baik (muka), bagian buruk (belakang) dari kain posisinya menghadap ke luar (di luar), tepi bahan kurang lebih 1 cm digunting/dipotong.
  • Apabila model celana memakai “ban pinggang”, ukuran panjang samping sampai lutut, dan panjang celana  dikurangi 3,5 cm atau lebih sesuai dengan lebar ban pinggang yang akan digunakan.
  • Seluruh bagian pola ditambah 1 cm untuk kampuh, kecuali garis pinggang dan pesak belakang bagian atas.
  • Bagian atas dari kain yang sudah dilipat dan akan digambar pola celana adalah untuk pola celana bagian kanan.

 

Pola Besar
pola celana
Gambar pola celana panjang

Contoh ukuran yang diperlukan:

  • Panjang Samping Sampai Lutut : 63 cm
  • Panjang Celana Panjang : 117 cm
  • Lingkar Pinggang : 90 cm
  • Lingkar Panggul : 116 cm
  • Lingkar Pesak : 82 cm
  • Lingkar Paha : 70 cm
  • Lingkar Lutut : 59 cm
  • Lingkar Bawah : 47 cm

Langkah-lagkah dalam membuat pola celana di atas adalah:

Pola Celana Bagian Muka

pola muka

Keterangan pola muka 1:

  • A – A1 : 1 cm.
  • A1 : masuk 1,5 cm.
  • A1 – B : 1/3 Lingkar pesak + 4 cm sampai 3,5 cm (apabila model celana memakai ban pinggang), kemudian dibuat garis mendatar.
  • A1 – C : Panjang samping sampai lutut -3,5 cm (apabila model celana memakai ban pinggang). Kemudian dibuat garis mendatar.
  • A1 – D : Panjang celana -3,5 cm (apabila model celana memakai ban pinggang). Kemudian dibuat garis mendatar.
  • D : Turun 5 cm untuk kelim.

pola celana

Keterangan pola muka 2:

  • B – B1 : ½ Lingkar Paha -2 cm.
  • B – B2 sama dengan B1 – B2 : ½ Lingkar Paha setelah dikurangi 2 cm.
  • C – C2 Sama dengan B – B2.
  • D – D2 Sama dengan B – B2.
  • D2 : dihubungkan ke  A2  melalui  C2  dan B2, disebut “garis tengah celana”.

pola muka 3

Keterangan pola muka 3:

  • A1 (setelah masuk 1,5 cm) sampai A3 : ¼ Lingkar Pinggang + 2 cm (untuk kampuh)
  • A3 : Keluar 3 Cm (untuk golbi celana). Panjang golbi celana sampai batas titik B3 setelah naik 3,5 Cm, dan dibentuk sedikit serong
  • B1–B3 : Masuk 3,5 cm lalu naik 3,5 cm, kemudian hubungkan dengan membentuk garis lengkung yang luwes dan naik sampai ke titik A3

pola celana

Keterangan pola muka 4:

  • C3 – C4 : ½ lingkar lutut, jarak C2 – C3 = jarak C2 – C4
  • D3 – D4 : ½ lingkar bawah, jarak D2 – D3 = jarak D2 – D4
  • Dari titik A1 setelah masuk 1,5 cm dihubungkan dengan titik D3 melalui titik B dan C3.
  • Dari titik B1 dihubungkan ke titik D4 melalui titik C4.
  • Dari titik A1 setelah masuk 1,5 cm digeser 5 cm ke titik A4  dan turun 11 cm  untuk membuat saku celana bagian muka, lalu tarik garis luwes membentuk saku.
  • Garis putus-putus adalah tanda jahitan dan Lebar kampuh celana adalah 1 cm.

Pemeriksaan dan Pemberian Tanda

Memeriksa bentuk pola dan  memberi tanda-tanda pola pada pola celana bagian muka.

  • Garis dan bentuk, pola celana harus sesuai dengan model atau desain celana yang dibuat. Perbaiki garis dan bentuk pola celana apabila belum sesuai dengan desain.
  • Ukuran, periksa ukuran masing-masing bagian pola celana, tulis ukuran lingkar pinggang, lingkar panggul, panjang celana, garis panggul dan garis panjang celana untuk memudahkan dalam pengecekan ukuran dan pada saat menjahit.
  • Kampuh dan kelim yaitu sebagai berikut:
    • Kampuh sisi 1 cm
    • Kampuh pesak 1 cm
    • Kampuh pinggang 1 cm
    • Kampuh ban pinggang masing-masing 1 cm
    • Belahan muka, tambahkan dari bagian TM 3 cm untuk tempat belahan
    • Kelim; tambahkan kelim 5 cm pada bagian bawah celana
  • Memberi tanda-tanda pola celana, meliputi:
    • Arah serat bahan yang dipakai digambar dan tanda pola celana bagian muka ditulis “mk”
    • Letak saku pada  celana bagian muka
    • Letak belahan, untuk celana pria letak belahan terdapat pada  tengah muka. Tandai pada pola bagian muka tempat awal dan akhir  belahan.
    • Setelah semuanya selesai, gunting pola celana bagian  muka dan dipakai sebagai patokan dalam membuat pola celana bagian belakang. Pindahkan garis pola, batas gulbi, letak saku, dan kelim dari pola celana bagian muka sebelah kanan ke pola celana bagian muka sebelah kiri dengan menggunakan kapur jahit/pensil kapur/pensil merah biru yang ujungnya runcing, agar diperoleh  garis pola yang tepat dan jelas.

kampuh dan kelim
Gambar kampuh dan kelim

ukuran dan tanda pola
Gambar ukuran dan tanda pola

 

Pola Celana Bagian Belakang

  • Sebelum membuat pola celana bagian belakang, buatlah garis lurus memanjang, yang akan dipakai sebagai garis tengah pola celana bagian belakang.
  • Letakkan  garis tengah  pola celana bagian muka yang sudah dipotong tadi tepat pada garis lurus memanjang yang sudah dibuat, sehingga garis tengah pola celana bagian muka bertemu dengan garis lurus memanjang.
  • Garis ini merupakan garis tengah pola celana bagian muka dan pola celana bagian belakang.

pola celana

Keterangan pola belakang 1:

  • A1 : digaris mendatar keluar.
  • A2 – E : Naik  4 cm.
  • E – E1 : ¼ Lingkar Pinggang + 1 cm + 2 cm (untuk kampuh)
  • E – E2 : Keluar 3 cm (untuk kupnat).
  • E1 – E2 : Dicari titik tengahnya untuk menentukan letak kupnat. Lebar kupnat 3 cm dan panjang 9,5 cm. Kemudian buat saku dengan lebar 12 cm, titik tengah ujung saku berada 2 cm di atas ujung kupnat.
  • B1 : Keluar 4 cm dan turun 1 cm.
  • B2 – B4 : Turun  1 cm dan buat garis mendatar.
  • Hubungkan titik E2 ke titik B1 yang sudah dikeluarkan 4 cm dan  diturunkan  1 cm dengan membuat garis luwes membentuk garis pesak celana bagian belakang.

pola celana

Keterangan pola belakang 2:

  • B4 – F1 : Naik  8 cm lalu tarik garis mendatar ke kanan dan ke kiri. Pertemuan garis mendatar dengan pesak celana belakang diberi kode F2.
  • F2 – F : (½ Lingkar Panggul dikurangi G – G1) + 4 cm, buat garis mendatar.
  • C3 : Keluar 2 cm
  • C4 – C1 : Keluar 2 cm
  • D3 : Keluar 2 cm
  • D4 : Keluar 2 cm
  • Hubungkan titik E1 dengan titik D3 yang sudah dikeluarkan 2 cm melalui titik F dan titik C dengan menggunakan penggaris pola.
  • Buat tanda jahitan berupa garis putus-putus dengan lebar 1 cm dari tepi garis pola pada semua bagian pola kecuali garis pinggang.

Pemeriksaan dan Pemberian Tanda

Setelah pola celana bagian belakang selesai periksa bentuk garis pola dan beri tanda-tanda pola.

  • Garis dan bentuk pola celana harus sesuai dengan model atau desain celana yang dibuat. Perbaiki garis dan bentuk pola celana apabila belum sesuai dengan desain.
  • Tuliskan ukuran lingkar pinggang, lingkar panggul, dan panjang celana pada gambar pola celana bagian pinggang, garis panggul dan garis panjang celana, untuk memudahkan dalam pengecekan ukuran pada saat menjahit.
  • Periksa ukuran masing-masing bagian pola celana, dan perbaiki garis-garis pola yang belum baik.
  • Ukur dan samakan panjang sisi luar pola muka dan pola belakang celana.
  • Ukur dan samakan panjang sisi bagian dalam pola muka dan pola belakang celana.
  • Ukur dan periksa lingkar pesak, sesuaikan dengan ukuran.
  • Ukur dan periksa jumlah lingkar pinggang, sesuaikan dengan ukuran.
  • Ukur dan samakan jumlah lingkar pinggang pola celana dan lingkar pinggang ban pinggang celana.
  • Kampuh dan Kelim, yaitu:

    • Kampuh sisi = 1 cm.
    • Kampuh pesak = 1 cm bagian bawah, dan 2 cm bagian atas (untuk cadangan kampuh). kemudian dihubungkan dengan menggunakan penggaris pola.
    • Kampuh pinggang = 1 cm.
    • Kampuh ban pinggang masing-masing 1 cm, kecuali bagian TB = 4 cm.
    • Kelim; tambahkan kelim 5 cm pada bagian bawah celana.
  • Memberi tanda-tanda pola celana yang meliputi:
    • Arah serat bahan yang dipakai digambar dan tanda pola celana bagian belakang ditulis “blk”.
    • Letak saku pada  celana bagian belakang.
    • Setelah pola selesai diperiksa, kemudian digunting dan pindahkan garis bentuk pola, kupnat, batas saku, dan kelim pola celana bagian belakang sebelah kanan ke pola celana bagian belakang sebelah kiri menggunakan kapur jahit/pensil kapur/pensil merah biru yang ujungnya runcing agar didapat garis bentuk pola yang tepat dan jelas.
kampuh ukuran dan tanda pola belakang

 

pola celana di atas kain lebar 115 cm

Pola Kecil

Pola-pola kecil celana adalah sebagai berikut:

  • Pola belahan muka yang dipasang dengan tutup tarik
  • Pola saku dan lapisannya
  • Pola ban pinggang dan tali ikat pinggang

pola saku dan belahan

 

Memeriksa Komponen-komponen Pola

Jumlah dan ukuran masing-masing pola  dicek kembali untuk  disesuaikan dengan desain dan ukuran celana yang akan dibuat.

Pola celana panjang terdiri dari dua pola besar yaitu pola celana bagian muka (kanan dan kiri) dan pola celana bagian belakang (kanan dan kiri).

Sedangkan pola kecil terdiri dari:

  • Pola belahan muka, terdiri dari gulbi, klep I, dan klep II.
  • Pola saku dan lapisan saku, terdiri dari klep (tutup saku), lapisan dalam saku samping dan lapisan dalam saku belakang.
  • Pola ban pinggang, terdiri dari pola ban pinggang , pola isi ban pinggang I dan pola isi ban pinggang II (kain keras).
  • Pola tali ikat pinggang.

Cek kembali ukuran masing-masing komponen pola, cocokkan  ukuran yang tertulis pada pola (garis pinggang, garis panggul, dan panjang celana) dengan ukuran yang digunakan.

Setelah semua pekerjaan selesai, rapikan kembali tempat kerja dan alat yang sudah digunakan.

 

Sources:

  • Pola Celana Diatas Kain, tim penulis Dra. Hendrina Widiastuty, SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TATA BUSANA PROGRAM KEAHLIAN TATA BUSANA, DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL, 2005

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *